DETAIL KOLEKSI

Perbandingan laju alir minimum lumpur menggunakan metode rudi-shindu, larsen dan hopkins pada sumur high deviated wells section 6-1/8”


Oleh : Nabila Isa Bella

Info Katalog

Penerbit : FTKE - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2025

Pembimbing 1 : Prayang Sunny Yulia

Pembimbing 2 : Lisa Samura

Kata Kunci : Keyword: Drilling Mud, Mud Hydraulics, Cutting Transport

Status Posting : Published

Status : Lengkap


File Repositori
No. Nama File Hal. Link
1. 2025_SK_STP_071002000075_Halaman-Judul.pdf
2. 2025_SK_STP_071002000075_Surat-Pernyataan-Revisi-Terakhir.pdf 1
3. 2025_SK_STP_071002000075_Surat-Hasil-Similaritas.pdf 1
4. 2025_SK_STP_071002000075_Halaman-Pernyataan-Persetujuan-Publikasi-Tugas-Akhir-untuk-Kepentingan-Akademis.pdf 1
5. 2025_SK_STP_071002000075_Lembar-Pengesahan.pdf 1
6. 2025_SK_STP_071002000075_Pernyataan-Orisinalitas.pdf 1
7. 2025_SK_STP_071002000075_Formulir-Persetujuan-Publikasi-Karya-Ilmiah.pdf 1
8. 2025_SK_STP_071002000075_Bab-1.pdf 3
9. 2025_SK_STP_071002000075_Bab-2.pdf
10. 2025_SK_STP_071002000075_Bab-3.pdf
11. 2025_SK_STP_071002000075_Bab-4.pdf
12. 2025_SK_STP_071002000075_Bab-5.pdf
13. 2025_SK_STP_071002000075_Daftar-Pustaka.pdf
14. 2025_SK_STP_071002000075_Lampiran.pdf

P Pada proses pengeboran Sumur X Trayek 6-1/8” berlangsung, dalam sumur X tidak mengalami kendala yang serius, terutama terkait dengan adanya pengangkatan cutting. penelitian ini mengeksplorasi pengaruh berbagai parameter dalam operasi pengeboran dan bagaimana parameter tersebut memengaruhi laju aliran yang diperlukan untuk pengangkatan cutting yang efektif dengan menggunakan tiga metode yaitu Rudi-Shindu, Larsen dan Hopkins. Metode Rudi-Shindu memerlukan iterasi dalam perhitungannya. Dengan adanya dilakukan perbandingan perhitungan laju alir minimum lumpur tiga metode tersebut dalam pengangkatan cutting. Hasil penelitian dari perbandingan ketiga metode tersebut memiliki nilai yang berbeda dalam perhitungan laju aliran minimum lumpur, Rudi-Shindu mendapatkan nilai laju alir minimum sebesar 292,6 gpm, Larsen sebesar 465,7 gpm dan yang terakhir Hopkins mendapatkan nilai sebesar 144,7gpm. Berdasarkan hasil metode Rudi-Shindu merupakan metode yang efektif digunakan pada sumur dengan iklinasi 90 deg, dapat dilihat dari laju alir minimum lumpurnya dengan nilai sebesar 292,6 gpm, nilai tersebut mendekati dengan nilai aktual dalam laju alir minimum lumpur yang digunakan pada saat pemboran yaitu 300 gpm. Sehingga berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa metode dalam penentuan laju alir minimum lumpur yang paling cocok digunakan pada sumur X merupakan metode Rudi-Shindu.

D During the drilling of Well X, specifically in the 6-1/8\\\" section, no significant issues were encountered, particularly regarding cuttings transport. This study explores the influence of various drilling parameters and their impact on the flow rate required for effective cuttings removal using three methods: Rudi-Shindu, Larsen, and Hopkins. The Rudi-Shindu method requires an iterative calculation process. A comparison of the minimum mud flow rate calculations from these three methods is conducted in the context of cuttings transport. The results show differing values for the minimum mud flow rate: Rudi-Shindu yields 292.6 gpm, Larsen 465.7 gpm, and Hopkins 144.7 gpm. Based on these findings, the Rudi-Shindu method proves most effective for wells with a 90-degree inclination, as its calculated minimum flow rate of 292.6 gpm closely approximates the actual minimum mud flow rate of 300 gpm used during drilling. Therefore, this study concludes that the Rudi-Shindu method is the most suitable for determining the minimum mud flow rate in high deviated wells.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?