DETAIL KOLEKSI

Rancang bangun demand chain management mempertimbangkan economic production quantity dan economic order quantity (studi kasus : PT. HFSA)


Oleh : Hany Tovina

Info Katalog

Subyek : Industrial management;System analysis

Penerbit : FTI - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2014

Pembimbing 1 : Tiena G. Amran

Kata Kunci : design, production chain, production quantity economic


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2014_TS_MTI_163120006_Halaman-Judul.pdf 3305.03
2. 2014_TS_MTI_163120006_Lembar-Pengesahan.pdf 789.25
3. 2014_TS_MTI_163120006_Bab-1_Pendahuluan.pdf 2369.11
4. 2014_TS_MTI_163120006_Bab-2_Tinjauan-Pustaka.pdf 8009.9
5. 2014_TS_MTI_163120006_Bab-3_Metodologi-Penelitian.pdf 3527.09
6. 2014_TS_MTI_163120006_Bab-4_Analisis-Sistem.pdf 10235.42
7. 2014_TS_MTI_163120006_Bab-5_Analisa-Hasil-Pengujian.pdf 2485.78
8. 2014_TS_MTI_163120006_Bab-6_-Kesimpulan-dan-Saran.pdf 610.21
9. 2014_TS_MTI_163120006_Daftar-Pustaka.pdf 1158.07
10. 2014_TS_MTI_163120006_Lampiran.pdf 24045.44

K Kepuasan pelanggan merupakan salah sate target pencapaian performa dari setiap bisnis. Untuk itu perusahaan diharuskan mampu memenuhi kepuasan pelanggan dengan mengembangkan mutu produk, menyediakan pelayanan yang baik dan tepat waktu serta mengelola industri secara cermat dan fleksibel dalam pengadaan persediaaan barang. PT. HFSA merupakan perusahaan yang bergerak dibidang industri kimia sebagai penghasil perekat yang sering menghadapi permasalahan pada sistem pengendalian persediaan, baik produk jadi maupun bahan baku. Dimana, PT. I-IFSA sering mengalami kerugian akibat adanya shortage pada bahan baku, dan bahan baku uang digunakan memiliki karakteristik perishable. Oleh karena itu, perusahaan harus bisa melakukan suatu sistem manajemen yang bisa memenuhi kebutuhan pelanggan sekaligus mengendalikan sistem perencanaan persediaan bahan baku yang mempertimbangkan umur simpan. Sehingga dapat meminimalkan biaya persediaan pada perusahaan. Model perencanaan produk yang digunakan harus memperimbangkan adanya backordering dan stockout adalah Economic Production Quantiy (EPQ), sedangkan model persediaan bahan baku yang digunakan dengan mempertimbangkan umur simpan bahan baku adalah dengan model EOQ pengembangan. Dimana model perhitungan EOQ pengembangan untuk masing-masing kriteria berbeda. Pada saat (m > t) model yang digunakan dengan menggunakan EOQ, sedangkan pada saat (m < t) menggunakan EOQp. Total biaya persediaan bahan baku akhir setelah mempertimbangkan kebuuhan

C Customer satisfaction is one of performace target in very bussiness now. Every compay should have any quality improvement, good services, good delivery time, and also the execelent and flexibility in fullfiling the custumer needs. PT. HFSA, the chemical manufacturer in adhesives production has faced the problem in supply managemet system. The problems area should be in both of raw material handling and also in finished products. PT. HFSA faced a lot of loses for any shortages in raw material, meanwhile the raw material also have the perishable characteristic. Through this case, it should be any management system whereas the customer needs would be fullfil aligned with the management in product supply and raw material supply by considering the shelf life of the materials. This kind of management should have to minimize all of cost alocation for the supply in the company. Economic Production Quantity (EPQ) model could consider the backordering and stockout case in the company. In other side, Economic Order Quantity with the improvement (EOQp) model being used for the raw material supply planning with the shelf life consideration. These kind problem solving are maintained in one framework of Demand Chain Management (DCM), which could pull all the customer needs and requirement, and transfering into production process and raw material supply planning. The total cost of the raw material supply will be reduced by Rp. 5,920,309,025 become Rp. 2,948,078,986.75.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?