DETAIL KOLEKSI

Peningkatan kinerja sistem pengujian laboratorium dengan integrasi Metoda Six Sigma dan Macroergonomic Organizational Questionnaire Survey (MOQS) di PT. Unilab Perdana


Oleh : Diah Andianingsari

Info Katalog

Penerbit : FTI - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2015

Pembimbing 1 : Dorina Hetharia

Pembimbing 2 : Nora Azmi

Subyek : Six sigma (Quality control standard);Environmental laboratories - Quality control

Kata Kunci : laboratory, six sigma, DMAIC, MOQS, FMEA


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2015_TS_MTI_163111015_Halaman-Judul.pdf 4890.88
2. 2015_TS_MTI_163111015_Lembar-Pengesahan.pdf 864.71
3. 2015_TS_MTI_163111015_Bab-1_Pendahuluan.pdf 2109.52
4. 2015_TS_MTI_163111015_Bab-2_Tinjauan-Pustaka.pdf 17805.18
5. 2015_TS_MTI_163111015_Bab-3_Metodelogi-Penelitian.pdf 2137.39
6. 2015_TS_MTI_163111015_Bab-4_Pengolahan-Data.pdf 19690.18
7. 2015_TS_MTI_163111015_Bab-5_Pembahasan.pdf 3484.93
8. 2015_TS_MTI_163111015_Bab-6_Kesimpulan-dan-Saran.pdf 972.2
9. 2015_TS_MTI_163111015_Daftar-Pustaka.pdf 1098.75
10. 2015_TS_MTI_163111015_Lampiran.pdf 38716.15

E Environmental laboratory services industry is growing rapidly, it is supported because of government regulations that require the entire industry, institutions, offices to conduct environmental monitoring. PT. Unilab Perdana (PT. UP) is an environmental laboratory services company which produce certified test reports. Along with the increasing number of orders, PT.UP have some problems that is do not know the quality characteristics and the amount of disability, can't determine the standard time of the testing process and have some risk of work processes and work environments. Therefore PT. UP seeks to improve the performance of laboratory testing system with the integration of Six Sigma methods and MOQS. Measurement of Six Sigma and MOQS is necessary to calculate the standard time of the work process, identifying the type of disability and the number of defects, and to know the system elements that affect the risk of work. Selection order research is based on the most order which is Permenkes 416/1990 have 1399 order, this order has a value of 2.9 sigma. By using the fishbone diagram and method of Failure Mode Effect Analyze (FMEA) low sigma value due to several factors: analysis less comfortable rooms, lack of support equipment analysis, analyst workload uneven, don't have a standard CRM trueness, using distilled water doesn't meet the standards of the electrical conductivity of <2 mhos. MOQS questionnaire data processing which has been processed by the calculation partial correlation and simultaneous, obtained three factors that affect the system in laboratory testing that is about work, employment and future. Implementation of corrective action to eliminate the causes of FMEA analysis using the Define Measure Analyze Improve Control (DMAIC) have increasing value to 3.5 Sigma. The time required for the testing process Permenkes 416/1990 is 2 days 18.6 hours. Performance improvement in laboratory testing system with the integration of Six Sigma and MOQS was redesigned space analysis refers to PERMENLH NO. 6 In 2009, the addition of a glass support equipment, division of labor analysts adapted to the workload and capacity, standard CRM trueness renew at regular intervals in accordance with the validity period, repair work instructions assurance and quality control, and implement a system of checks on the quality of the electrical conductivity of distilled water in accordance with the standards.

I Industri jasa laboratorium lingkungan hidup saat ini berkerrlang pesat, hal ini didukung karena adanya peraturan pemerintah yang mewajibkan kepada seluruh industri, lembaga, perkantoran agar melakukan monitoring lingkungan hidup. PT. Unilab Perdana (PT. UP) adalah perusahaan jasa laboratorium lingkungan hidup yang menghasilkan produk berupa Laporan Hasil Pengujian. Seiring dengan meningkatnya jumlah order, PT.UP memiliki beberapa permasalahan yaitu belum mengetahui karakteristik mutu dan jumlah kecacatan, belum dapat menentukan waktu standar dari proses pengujian dan adanya resiko pekerjaan dari proses kerja dan lingkungan. Untuk itu PT. UP berupaya meningkatkan kinerja sistem pengujian laboratorium dengan integrasi metode Six Sigma dan MOQS. Pengukuran Six Sigma diperlukan untuk menghitung waktu baku dari proses kerja, mengidentifikasi jenis kecacatan dan jumlah cacat, sedangkan MOQS diperlukan untuk mengetahui elemen-elemen sistem yang mempengaruhi resiko kerja. Pemilihan objek penelitian didasarkan pada order terbanyak yaitu Permenkes 416/1990 dengan jumlah 1399, order. ini memiliki nilai Sigma 2,9. Dengan menggunakan diagram tulang ikan dan metode Failure Mode Effect Analyze (FMEA) rendahnya nilai sigma dikarenakan beberapa faktor : ruang analisa kurang nyaman, kekurangan peralatan pendukung gelas, belum merata pembagian beban kerja analis, belum memiliki standar CRM trueness, pemakaian air suling yang tidak memenuhi standar Daya hantar listrik (DHL) < 2 umhos. Pengolahan data kuesioner MOQS dengan perhitungan korelasi parsial dan simultan, didapatkan 3 faktor yang berpengaruh pada sistem pengujian di laboratorium yaitu masalah pekerjaan, kesempatan kerja dan masa depan. Implementasi tindakan perbaikan untuk mengeliminasi faktor penyebab dari analisis FMEA menggunakan metode Define Measure Analyze Improve Control (DMAIC) didapatkan kenaikan nilai Sigma menjadi 3,5 Sigma. Kebutuhan waktu proses pengujian Permenkes 416/1990 adalah 2 hari 18,6 jam. Peningkatan kinerja dalam sistem pengujian laboratorium dengan integrasi Six Sigma dan MOQS adalah redesign ruang analisa yang mengacu pada PERMENLH NO. 6 tahun 2009, penambahan peralatan pendukung gelas, pembagian kerja analis yang disesuaikan dengan beban kerja dan kapasitas, rnemperbaharui standar CRM trueness secara berkala sesuai dengan masa berlakunya, perbaikan instruksi kerja jaminan dan pengendalian mutu, dan menerapkan sistem kualitas pengecekan terhadap MIL air suling sesuai dengan standar.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?