DETAIL KOLEKSI

Analisa energi dan eksergi pembangkit listrik tenaga uap Banten 3 Lontar


Oleh : Aries Karyadi

Info Katalog

Subyek : Steam power plants;Exergy - Analysis

Penerbit : FTI - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2016

Pembimbing 1 : Chalilullah Rangkuti

Kata Kunci : production capacity, PLTU, Banten, coal fuel


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2016_TS_MTM_161131004_Halaman-Judul.pdf 2260.31
2. 2016_TS_MTM_161131004_Lembar-Pengesahan.pdf 588.81
3. 2016_TS_MTM_161131004_Bab-1_Pendahuluan.pdf 1036.92
4. 2016_TS_MTM_161131004_Bab-2_Tinjauan-Pustaka.pdf 2309.13
5. 2016_TS_MTM_161131004_Bab-3_Metodologi-Penelitian.pdf 2455.26
6. 2016_TS_MTM_161131004_Bab-4_Pengumpulan-dan-Pengolahan-Data.pdf 5397.02
7. 2016_TS_MTM_161131004_Bab-5_Analisi-Data.pdf 2352.31
8. 2016_TS_MTM_161131004_Bab-6_Kesimpulan-dan-Saran.pdf 670
9. 2016_TS_MTM_161131004_Daftar-Pustaka.pdf 441.12
10. 2016_TS_MTM_161131004_Lampiran.pdf 7811.44

P Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Banten 3 yang berlokasi di Lontar merupakan PLTU dengan bahan bakar batubara yang memiliki kapasitas produksi sebesar 3 x 315 MW. Setelah beroperasi semenjak bulan Desember 2011, tentu saja akan terjadi penurunan performa akibat pengoperasiannya. Oleh karena itu, dirasakan perlu untuk membuat suatu kajian untuk menganalisa performa serta rugi-rugi yang terjadi pada pembangkit tersebut. Analisa rugi rugi pada pembangkit tersebut dilakukan dengan analisa energi, eksergi dan ekonomi. Analisa energi dilakukan dengan konsep termodinamika dasar. Kemudian analisa eksergi dilakukan untuk mencari rugi-rugi akibat eksergi yang musnah pada Pembangkit Listrik Tenaga Uap Banten 3 Lontar. Analisa eksergi ini mendeteksi bagian atau komponen dari pembangkit listrik yang mengalami kerugian serta menghitung besar kerugian pada sistem dan menjadi dasar untuk melakukan perbaikan pembangkit di masa yang akan datang. Dan selanjutnya adalah analisa kerugian biaya akibat kerugian eksergi. Analisa kerugian biaya ini dihitung dengan metoda Biaya Eksergi Spesifik (Specific Exergy Costing) dengan mengaplikasikan keseimbangan biaya pada sistem. Analisa tersebut mengacu kepada teori dasar eksergi yang dikembangkan oleh Adrian Bejan dkk. Analisa energi dan eksergi tersebut mengidentifikasi besar kerugian akibat eksergi yang musnah yang menyebabkan ketidakefisienan pada PLTU Banten 3 Lontar dan memberikan gambaran kerugian biaya produksi pada pembangkit tersebut. Berdasarkan analisa energi dan eksergi yang dilakukan didapatkan rasio eksergi yang musnah terhadap eksergi yang masuk pada unit 1 PLTU Banten 3 Lontar adalah sebesar 24% dengan ketidakefisienan tertinggi terdapat pada Boiler yang menyumbang 17,44%. Hal ini menyebabkan unit 1 PLTU Banten 3 Lontar mengalami kerugian finansial sebesar Rp. 20.296.808,48 / jam.

T The Banten 3 Steam Power Plant (PLTU) located in Lontar is a coal-fired power plant with a production capacity of 3 x 315 MW. After operating since December 2011, of course there will be a decrease in performance due to its operation. Therefore, it is felt necessary to make a study to analyze the performance and losses that occur in the power plant. Loss analysis on the power plant is carried out with energy, exergy and economic analysis. Energy analysis is carried out using basic thermodynamic concepts. Then an exergy analysis was carried out to find the losses due to the destroyed exergy at the Banten 3 Lontar Steam Power Plant. This exergy analysis detects parts or components of power plants that suffer losses and calculates the amount of losses in the system and becomes the basis for making power plant repairs in the future. And next is the analysis of cost losses due to exergy losses. This cost loss analysis is calculated using the Specific Exergy Costing method by applying the cost balance to the system. The analysis refers to the basic theory of exergy developed by Adrian Bejan et al. The energy and exergy analysis identifies the amount of loss due to the destroyed exergy which causes inefficiency in PLTU Banten 3 Lontar and provides an overview of the loss of production costs at the plant. Based on the energy and exergy analysis, the ratio of lost exergy to the incoming exergy in unit 1 PLTU Banten 3 Lontar is 24% with the highest inefficiency in Boiler which contributes 17.44%. This caused unit 1 PLTU Banten 3 Lontar to suffer a financial loss of Rp. 20,296,808.48/hour.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?