DETAIL KOLEKSI

Analisa strategi penetrasi pasar dalam mencapai target penjualan pada PT. Telkomsel


Oleh : Bayu Andrianto

Info Katalog

Subyek : Marketing - Management

Penerbit : FTI - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2006

Pembimbing 1 : Dadan Umar Daehani

Kata Kunci : cellular business, product, growth strategy


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2006_TS_MTI_16303002_Halaman-Judul.pdf 2351.04
2. 2006_TS_MTI_16303002_Lembar-Pengesahan.pdf 248.9
3. 2006_TS_MTI_16303002_Bab-1_Pendahuluan.pdf 3679.89
4. 2006_TS_MTI_16303002_Bab-2_Tinjauan-Pustaka.pdf 9506.04
5. 2006_TS_MTI_16303002_Bab-3_Metode-Penelitian.pdf 4156.81
6. 2006_TS_MTI_16303002_Bab-4_Pengambilan-dan-Pengolahan-Data-.pdf 12375.6
7. 2006_TS_MTI_16303002_Bab-5_Kesimpulan-dan-Saran.pdf 752.46
8. 2006_TS_MTI_16303002__Daftar-Pustaka.pdf 338
9. 2006_TS_MTI_16303002__Lampiran.pdf 22345.21

B Bisnis selular mengalami perkembangan yang sangat pesat sejak munculnya teknologi GSM/digital (global system for mobile communication) yang mengembangkan kartu pra bayar (prepaid) dalam bisnis jaringan telepon selular. Ketika muncul teknologi baru yang lebih adaptif dengan perubahan lingkungan dan mampu memenuhi kebutuhan konsumen yang terus berkembang, teknologi selular yang ketinggalan jaman pun akan ditinggalkan oleh penggunanya. Itulah yang terjadi pada operator selular yang berbasiskan teknologi AMPS (Advanced Mobile Phone Service). Ketika teknologi digital selular GSM masuk ke kancah persaingan selular, selular yang berbasiskan teknologi AMPS pun semakin kehilangan pangsa pasarnya Ada beberapa alasan pesatnya perkembangan bisnis seluler. Pertama, value creation dari sisi content dan fasilitas mengaksesnya, menyebabkan bisnis ini relatif lebih menarik dibanding bisnis telepon fixed. Kedua, selain merupakan kebutuhan, selular kini juga telah berkembang sebagai lifestyle. Karenanya, bukan saja bisnis pulsa seluler yang meningkat, bisnis ikutannya seperti handset juga berkembang dengan sangat pesat. Ketiga, telepon selular kini tidak lagi merupakan pelengkap atau komplementer dari jaringan telepon tetap, tetapi telah menjadi substitusi dari jaringan telepon tetap. Sehingga, kelambanan jaringan telepon tetap (PT. Telkom) dalam merespon kebutuhan pelanggannya segera diisi oleh jaringan selular. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui lingkungan strategis dari produk Telkomsel yang meliputi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman dalam analisa SWOT, yang selanjutnya dapat digunakan untuk menentukan strategi pemasaran yang yang sesuai bagi pengermbangan produk tersebut. Dori hasil penelitian yang telah dilakukan, maka kesimpulan yang diperoleh berdasarkan hasil analisis SWOT dapat diketahui bahwa strategi pemasaran yang paling sesuai bagi Telkomsel Jakarta dalam menghadapi persaingan dalam memasarkan produk adalah dengan menggunakan strategi pertumbuhan (Growth Strategy). Posisi ini sekaligus menunjukkan bahwa Telkomsel Jakarta menghadapi lingkungan yang secara relatif berpeluang lebih besar dibandingkan dengan ancamannya, dan keunggulannya relatif mengatasi kelemahannya. Dengan demikian perusahaan mempunyai kemampuan untuk merubah potensi dipasar menjadi prestasi usaha, maka strategi dasar yang tepat adalah memperbesar usaha sesuai dengan kemampuan yang ada untuk memperluas pasar dengan menangkap peluang yang ada. Strategi ini dikenal sebagai Strategi Pertumbuhan (Growth Strategy). Dengan mencermati posisi Telkomsel Jakarta yang berada pada area di bawah garis bagi dalam diagram SWOT menunjukkan bahwa, kemampuan perusahaan lebih besar daripada potensi pasar sehingga strategi yang tepat adalah Strategi Pertumbuhan Yang Cepat (Rapid Growth Strategy), artinya dalam menangkap peluang pasar, perusahaan mampu melayani kelebihan permintaan, dengan memilih cara yang tercepat agar peluang tersebut tidak jatuh ke tangan pesaing. Saran yang bisa ditempuh untuk menjalankan strategi pertumbuhan yang cepat (Rapid Growth Strategy) adalah dengan memberdayakan seluruh sumber daya yang menjadi kekuatan internalnya dengan terus meningkatkan pelayanan Untuk menarik konsumen barn dan meningkatkan pelayanan kepada konsumen lama. Telkomsel bisa melakukan cara dengan melakukan promosi yang gencar dengan cara sosialisasi produk secara langsung kepada masyarakat dan memberi penjelasan manfaat dan keuntungan yang akan diperoleh masyarakat yang menggunakan produk tersebut. Dari kesimpulan diperoleh informasi bahwa posisi produk Telkomsel mempunyai kekuatan internal yang relatif lebih tinggi dibandingkan dengan kekuatan eksternalnya, sehingga untuk memanfaatkan peluang yang dihadapi Telkomsel hams mampu memaksimalkan kekuatan yang dimiliki seperti adanya strategi usaha sebagai pedoman dalam mencapai misi/sasaran, adanya uraian tugas yang jelas, kompetensi pegawai, sumber daya yang memadai, skill/keahlian karyawan, adanya program pelatihan yang baik

T The cellular business has developed very rapidly since the emergence of GSM/digital technology (global system for mobile communication) which developed prepaid cards in the cellular phone network business. When new technologies emerge that are more adaptable to environmental changes and are able to meet the evolving needs of consumers, the outdated cellular technology will be abandoned by its users. That's what happened to cellular operators based on AMPS (Advanced Mobile Phone Service) technology. When GSM digital technology enters the cellular competition arena, cellular based on AMPS technology also loses its market share. There are several reasons for the rapid development of the cellular business. First, the creation of value in terms of content and the facilities to access it, makes this business relatively more attractive than the fixed telephone business. Second, apart from being a necessity, cellular has now also developed as a lifestyle. Therefore, not only is the cellular credit business growing, its associated businesses such as handsets are also growing very rapidly. Third, cellular telephones are now no longer complementary or complementary to fixed telephone networks, but have been substituted for fixed telephone networks. So that the sluggishness of the fixed telephone network (PT. Telkom) in responding to the needs of its customers is immediately filled by the cellular network. The purpose of this study is to determine the strategic environment of Telkomsel's products which include strengths, weaknesses, opportunities, and threats in the SWOT analysis, which can then be used to determine the appropriate marketing strategy for the development of these products. From the results of the research that has been done, the conclusions obtained based on the results of the SWOT analysis can be seen that the most suitable marketing strategy for Telkomsel Jakarta in facing competition in marketing products is to use a growth strategy (Growth Strategy). This position also shows that Telkomsel faces an environment that is relatively slow compared to its threats, and its advantages relatively overcome its weaknesses. Thus the company has the ability to turn the potential in the market into business achievements, so the right basic strategy is to enlarge the business in accordance with existing capabilities to expand the market by capturing existing opportunities. This strategy is known as the Growth Strategy. With the position of Telkomsel Jakarta which is in the area below the dividing line in the SWOT diagram, it shows that the company's ability is greater than the market potential, so the right strategy is the Rapid Growth Strategy, meaning that in capturing market opportunities, the company is able to serve excess demand. , by choosing the fastest way so that these opportunities do not fall into the hands of competitors. Suggestions that can be done to carry out a rapid growth strategy (Rapid Growth Strategy) is to empower all resources which are its internal strengths by continuously improving services. To attract warehouse customers and improve services to old customers. Telkomsel can do this by carrying out vigorous promotions by way of socializing the product directly to the public and explaining the benefits and advantages that will be obtained by people who use the product.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?