DETAIL KOLEKSI

Perancangan produk interior berbasis revival dengan terapan ragam hias batik Jambi


Oleh : Zoya Natalia Kasim

Info Katalog

Nomor Panggil : 004/MDP/2021

Subyek : Batik;Interior design

Penerbit : FSRD - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2021

Pembimbing 1 : Yan Yan Sunarya

Pembimbing 2 : Krishna Hutama

Kata Kunci : product design, interior, revival, applied batik decoration, Jambi


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2021_TS_MDP_192011910014_Halaman-Judul.pdf--fix.pdf 1123.61
2. 2021_TS_MDP_192011910014_Pengesahan.pdf 868.67
3. 2021_TS_MDP_192011910014_Bab-1-Pendahuluan.pdf 421.33
4. 2021_TS_MDP_192011910014_Bab-2-Kajian-pustaka.pdf 3683.76
5. 2021_TS_MDP_192011910014_Bab-3-Metode-penelitian.pdf 573.35
6. 2021_TS_MDP_192011910014_Bab-4-Hasil-dan-pembahasan.pdf 3330.38
7. 2021_TS_MDP_192011910014_Bab-5-Kesimpulan-dan-saran.pdf 237.55
8. 2021_TS_MDP_192011910014_Daftar-Pustaka.pdf 647.16
9. 2021_TS_MDP_192011910014_Lampiran.pdf 3323.97

K Kekayaan motif atau ragam hias yang dimiliki oleh bangsa Indonesia berasaldari berbagai suku di seluruh Nusantara. Merupakan budaya berwujud (tangible)pada umumnya motif atau ragam hias mempunyai nilai makna yang perludilestarikan keberadaannya.Batik Indonesia sudah diakui oleh UNESCO sebagai Warisan Kemanusiaanuntuk Budaya Lisan dan Non-bendawi. Tidak hanya di Jawa, di Sumatera(Suwarnadwipa) batik juga sangat lekat dengan keseharian masyarakat setempattermasuk Jambi. Perpaduan budaya Melayu, India, Jawa dan ajaran Islammenghasilkan seloko “Syara mengato adat memakai” menjadi inspirasi pada batikJambi. Keberadaan batik Jambi yang pernah jaya dimasa Kesultanan Melayusekarang ini mulai redup dan hampir punah karena kurangnya pengetahuanmasyarakat tentang batik Jambi dan sedikitnya pengrajin yang tersisa.Berdasarkan dari latar belakang di atas maka diketahui bahwa pengetahuanmengenai batik Jambi tidak terlalu dikenal, baik motif-motif batik Jambi serta maknadan filosofi yang kurang dikenal oleh masyarakat luas. Fokus pembahasan akandilakukan dengan mengidentifikasi hanya pada kebudayaan, makna motif batikJambi dan penerapan motif lama batik Jambi ke dalam produk-produk penunjanginterior.Tujuan perancangan ini adalah dapat mengembalikan/membangkitkankembali budaya batik Jambi (Straight Revivalism) kepada masyarakat luas melaluiperancangan produk penunjang interior dengan menggunakan/menerapkan motifmotifbatik lama Jambi.Metode Perancangan dalam perancangan ini memakai jenis penelitianeksploratif, dimana penelitian ini mempunyai tujuan untuk memperdalampengetahuan dan mencari ide-ide baru, merumuskan masalah secara terperinci danmengembangkan hipotesis. Perancangan ini dilakukan dengan menganalisa datadatabaik studi Pustaka, penelitian lapangan dan data lainnya yang berhubunganuntuk melakukan pengujian-pengujian yang akan disusun dalam tulisan ini.Sehingga mendapatkan kesimpulan bahwa secara estetika dengan pendekatanfilosofis dan revival adalah supaya dapat menyampaikan sebuah pesan atau maknatentang kebudayaan Jambi, dan agar dapat dinikmati oleh generasi muda dan dandapat dicegah dari kepunahan.

T The wealth of ornamental varieties owned by the Indonesian nation comesfrom various tribes in all corners of the Archipelago. Is a tangible culture in generaldecorative has a value of meaning that needs to be preserved existence. The existenceof acculturation explains the process of cultural change (Cultural Transformation)that produces a combination of several cultures.Indonesian Batik has been recognized by UNESCO as a HumanitarianHeritage for Oral and Non-object culture. Not only in Java, in Sumatra(Suwarnadwipa) batik is also very attached to the daily life of local people includingin Jambi. The combination of Malay, Indian, Javanese and Islamic cultures resultedin "Syara mangato adat memakai" (the custom of a region must be in accordancewith the rules of Syara' or syari'at) to be an inspiration in Jambi batik. The existenceof Jambi batik that was once triumphant in the malay sultanate era is now startingto dim and almost extinct due to the lack of public knowledge about Jambi batik andthe lack of craftsmen remaining.Based on the above background, it is known that the knowledge about Jambibatik is not very well known, both jambi batik motifs and meanings and philosophiesare less known by the public. The focus of the discussion will be done by identifyingonly on the culture, meaning of Jambi batik motifs and the application of old Jambibatik motifs into interior supporting products.The purpose of this design is to be able to restore / revive jambi batik culture(Straight Revivalism) to the wider community through the design of interior supportproducts by using / applying old batik motifs jambi.The design method in this design uses a type of explorative research, wherethis research aims to deepen knowledge and find new ideas, formulate problems indetail and develop hypotheses. This design is done by analyzing data both librarystudies, field research and other related data to conduct tests that will be compiledin this paper. So that it concludes that aesthetically with a philosophical approachand revival is in order to convey a message or meaning about jambi culture, and sothat it can be enjoyed by the younger generation and and can be prevented fromextinction.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?