DETAIL KOLEKSI

Daya tarik kota lama sebagai penguat citra Kota Semarang

0.0


Oleh : Christanti Nugraheni

Info Katalog

Subyek : City planning - Semarang;Symbolism in city planning - Semarang

Penerbit : FTSP - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2020

Pembimbing 1 : Nurhikmah Budi Hartanti

Kata Kunci : city image, charm, old town


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2020_TS_MAR_152011800007_Halaman-Judul.pdf 5851.96
2. 2020_TS_MAR_152011800007_-Lembar-Pengesahan.pdf 1183.01
3. 2020_TS_MAR_152011800007_Bab-1_Pendahuluan.pdf 9412.47
4. 2020_TS_MAR_152011800007_Bab-2_Tinjauan-Pustaka.pdf 2884.85
5. 2020_TS_MAR_152011800007_Bab-3_Metodologi-Penelitian.pdf 12190.79
6. 2020_TS_MAR_152011800007_Bab-4_Analisis-dan-Pembahasan.pdf 26837.68
7. 2020_TS_MAR_152011800007_Bab-5_Kesimpulan.pdf 2350.72
8. 2020_TS_MAR_152011800007_Daftar-Pustaka.pdf 1900.93
9. 2020_TS_MAR_152011800007_Lampiran.pdf 3372.59

S Suatu kota yang baik haruslah memiliki Citra Kota dimana persepsi citra kota tersebut didasarkan pada proses pengamatan, ingatan, sikap dan rasa yang tercipta secara langsung. Kota Semarang sendiri sebagai kota penghubung wilayah-wilayah di Jawa Tengah membuat banyak orang datang mengunjungi Kota Semarang. Persepsi dari berbagai orang inilah yang membentuk Citra Kota Semarang. Kota Lama sebagai salah satu urban heritage destination memiliki daya tarik tersendiri bagi penunjung Kota Semarang yang kemudian tidak bisa dipungkiri ikut membentuk Citra Kota Semarang. Kenyataan kondisi lapangan memperlihatkan bagian mana dari Kota Lama yang ikut berkontribusi membentuk Citra Kota Semarang dan memperkuat Citra Kota Semarang sebagai kota wisata heritage. Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed method (kualitatif dan kuantitatif). Analisis deskriptif digunakan untuk menganalisis data primer maupun sekunder. Metode pengumpulan data penelitian berupa penyebaran kuesioner, pengamatan lapangan, analisis dokumen dan survey. Dari hasil analisis distribusi frekuensi yang kemudiab dikaji kembali secara korelasi, ditemukan bahwa Kota Lama Semarang berkontribusi dalam pembentukan Citra Kota Semarang namun tidak terlalu kuat. Hal ini dipengaruhi oleh daya tarik Kota Lama secara visual berbeda dengan sekitarnya dimana elemen-elemen pembentuk yang ada memiliki ciri khas yang kuat. Elemen landmark berupa Gereja Blenduk masih menjadi daya tarik terbesar di Kota Lama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana daya tarik Kota Lama memperkuat Citra Kota Semarang serta faktor apakah yang sangat mendukung hal tersebut Hal ini dapat Menumbuhkan keberlanjutan secara fisik maupun non fisik Kota Lama sehingga masyarakat lebih mengenal Kota Semarang melalui Kota Lama.

A A good city must have a City Image where the perception of the image of the city is based on the process of observation, memory, attitudes and feelings that are created directly. The city of Semarang itself as a city that connects the regions in Central Java has made many people come to visit Semarang City. The perceptions of various people form the image of the city of Semarang. Kota Lama as an urban heritage destination has its own charm for visitors to the city of Semarang, which in turn has helped shape the image of the city of Semarang. The reality of field conditions shows which parts of the Old City contribute to shaping the image of Semarang City and strengthening the image of Semarang City as a heritage tourism city. This research uses a mixed method approach (qualitative and quantitative). Descriptive analysis is used to analyze primary and secondary data. The research data collection methods were questionnaires, field observations, document analysis and surveys. From the results of the frequency distribution analysis, which is then reexamined in correlation, it was found that the Old City of Semarang contributed to the formation of the image of the city of Semarang but was not too strong. This is influenced by the attractiveness of Kota Lama which is visually different from its surroundings where the forming elements have a strong characteristic. The landmark element in the form of Blenduk Church is still the biggest attraction in Kota Lama. This study aims to determine how the attractiveness of Kota Lama strengthens the image of Semarang City and what factors really support this. This can foster physical and non-physical sustainability of the Old City so that people get to know Semarang through the Old City.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?