DETAIL KOLEKSI

Analisa pemilihan pengembangan pola operasi automated people mover system (APMS) di Bandara Udara Internasional Soekarno-Hatta

5.0


Oleh : Bahaudin

Info Katalog

Penerbit : FTSP - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2020

Pembimbing 1 : Trihono Kadri

Subyek : Personal rapid transit

Kata Kunci : airport, transportation mode, shuttle, APMS, operation system


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2020_TS_MTS_151011810008_Halaman-Judul.pdf 1005.65
2. 2020_TS_MTS_151011810008_Lembar-Pengesahan.pdf 813.92
3. 2020_TS_MTS_151011810008_Bab-1_Pendahuluan.pdf 870.94
4. 2020_TS_MTS_151011810008_Bab-2_Tinjauan-Pustaka.pdf 1253.11
5. 2020_TS_MTS_151011810008_Bab-3_Metodologi-Penelitian.pdf 1111.05
6. 2020_TS_MTS_151011810008_Bab-4_Analisis-dan-Pembahasan.pdf 2631.61
7. 2020_TS_MTS_151011810008_Bab-5_Kesimpulan.pdf 717.43
8. 2020_TS_MTS_151011810008_Daftar-Pustaka.pdf 658.42
9. 2020_TS_MTS_151011810008_Lampiran.pdf 935.11

W Waktu tempuh yang dibutuhkan antar terminal di Bandara Internasional Soekarno-Hatta merupakan salah satu variabel yang perlu ditambahkan seiring dengan lamanya waktu tempuh penumpang pesawat dari asal sampai tujuan. Mengingat Bandara Internasional Soekarno-Hatta memiliki 3 terminal, maka jarak dari satu terminal ke terminal lainnya cukup jauh. Dengan kesibukan pergerakan kendaraan menuju satu terminal atau antar terminal menjadikan waktu tempuh merupakan kondisi yang paling sensitif dalam hal ini. Juga jam operasional shuttle bus yang disediakan oleh operator bandara antar terminal belum dijadwalkan. Sehingga dalam hal ini diharapkan ketersediaan moda transportasi untuk memenuhi kebutuhan penumpang agar tepat waktu ke tempat tujuan sangat diharapkan.Penelitian ini akan menganalisis pemilihan pengembangan sistem operasi APMS dengan mempertimbangkan beberapa kondisi seperti; pertumbuhan penumpang, kinerja layanan dan faktor teknis. Indikator kinerja pelayanan adalah suatu bentuk konsep yang tepat yang merupakan ukuran atau cara untuk mencapai tujuan, menyangkut aspek ekonomi dan teknis atau pengoperasian kinerja sistem. Indikator yang akan digunakan adalah; waktu tunggu, jarak, mode bergerak, dan waktu tempuh.Analisis ini dilakukan untuk melihat berapa lama waktu yang dibutuhkan penumpang saat situasi mengharuskan mereka berpindah ke terminal lain saat melakukan penerbangan transit. Pemilihan sistem operasi APMS terdiri dari 3 (tiga) alternatif yaitu operasi pinch loop, operasi double track loop, dan operasi double loop.Berdasarkan Analisis Multi Kriteria (MCA), diperoleh rekapitulasi proses penilaian untuk pemilihan alternatif pengembangan sistem operasi APMS. Alternatif 1 yang dipilih yaitu operasi jalur ganda pinch loop dengan nilai total (kriteria bobot) 9,75.

T The required travel time between terminals in Soekarno-Hatta International Airport is one of the variables that needs to be added as the time taken that aircraft passengers spent from their origin to the intended destination. Considering Soekarno-Hatta International Airport has 3 terminals, the distance from one terminal to another is quite distant. With the busy movement of the vehicles to one terminal or between the terminals make the travel time is the most sensitive condition in this case. Also the operating hours of the shuttle bus that is provided by the airport operator between terminals have not been scheduled yet. So, in this case, the availability of a transportation mode to fulfill the need of the passengers to be on time to their destination is expected.This research will analyze the selection of APMS’ operation system development by considering several conditions such as; the growth of passengers, service performance and technical factors. Service performance indicators are a form of the right concept which is a measure or way to achieve goals, concerning economic and technical aspects or operation of system performance. Indicators that will be used are; waiting time, distance, moving mode, and travel time.This analysis is carried out to see how long it takes the passengers when the situation requires them to shift to another terminal when making a transit flight. The selection of APMS’ operation system consists of 3 (three) alternatives which are pinch loop operation, double track loop operation, and double loop operation.Based on Multi Criteria Analysis (MCA), a recapitulation of the assessment process for the alternative selection of the APMS’ operation system development was obtained. The alternative 1 was chosen, which is pinch loop double track operation with a total value (weight criteria) is 9.75.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?