DETAIL KOLEKSI

Perbedaan antibakteri kombinasi siler bioceramic dan epoxy resin yang dicampur amoksilin dan chlorhexidine 2% terhadap enterococcus faecalis (penelitian ekspiremental laboratoris (in vitro))

5.0


Oleh : Henry Keefe Budijanto

Info Katalog

Pembimbing 3 : drg. Widijanto Sudhana, M.Kes.

Nomor Panggil : 617.632.4 HEN p

Subyek : Root canal theraphy;Endodontics

Penerbit : FKG - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2019

Pembimbing 1 : drg. Bernard Ongki Iskandar, Sp.KG(K)

Pembimbing 2 : drg. Taufiq Ariwibowo, Sp.KG(K)

Kata Kunci : bioceramic siler, epoxy resin siler, antibacterial, amoxilin, chlorhexidine 2%, E. faecalis


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2019_TS_KG_114417007_Halaman-Judul.pdf 2113.2
2. 2019_TS_KG_114417007_Bab-1.pdf 673.66
3. 2019_TS_KG_114417007_Bab-2.pdf 784.83
4. 2019_TS_KG_114417007_Bab-3.pdf 686.76
5. 2019_TS_KG_114417007_Bab-4.pdf 958.38
6. 2019_TS_KG_114417007_Bab-5.pdf 846.63
7. 2019_TS_KG_114417007_Bab-6.pdf 686.17
8. 2019_TS_KG_114417007_Bab-7.pdf 660.55
9. 2019_TS_KG_114417007_Daftar-Pustaka.pdf 724.52
10. 2019_TS_KG_114417007_Lampiran.pdf 777.12

L Latar belakang: Siler bioceramic merupakan bahan pengisi saluran akar yang memiliki sifat biokompabilitas dan properti mekanik yang menjanjikan, tetapi memiliki sifat antibakteri yang rendah bila dibandingkan dengan siler epoxy resin, sehingga dilakukan pencampuran bahan antibakteri dengan menggunakan amoksilin dan chlorhexidine 2% untuk meningkatkan sifat antibakteri siler bioceramic. Tujuan : Mengetahui perbedaan antibakteri kombinasi siler bioceramic dan epoxy resin yang dicampur amoksilin dan chlorhexidine 2% terhadap jumlah koloni Enterococcus faecalis. Metode Penelitian: Siler bioceramic (Sure Seal) dan epoxy resin (AH Plus) masingmasing siler dicampur dengan bahan antibakteri amoksilin dan chlorhexidine 2% secara terpisah. Siler yang sudah tercampur homogen dioleskan pada dinding plat mikrotiter, dilanjutkan pemberian bakteri E.faecalis sebanyak 10μL diletakan pada sumur mikrotiter. Mikrotiter disimpan pada keadaan atmosfer 37oC pada inkubator. Sisa koloni E.faecalis yang bertahan setelah pencampuran dengan bahan siler dilakukan dengan menggunakan agar diffusion test, dan penghitungan jumlah koloni secara counting plate pada sesaat, 1 hari, 3 hari, dan 7 hari setelah setting. Hasil: Hasil uji Kruskal Wallis dan post hoc Conover menunjukan perbedaan yang bermakna pada daya antibakteri siler bioceramic dan epoxy resin yang dikombinasikan dengan amoksilin dan chlorhexidine 2% terhadap E.faecalis (p<0,05 dengan nilai kritis 13,4). Kesimpulan: Siler epoxy resin memiliki daya antibakteri paling baik pada kombinasi siler epoxy resin dengan amoksisilin, sedangkan pada siler bioceramic memiliki daya antibakteri paling baik pada kombinasi siler bioceramic dengan amoksisilin. E.faecalis memiliki sensitifitas paling tinggi pada amoksisilin dibandingkan dengan chlorhexidine 2%.

B Background: Bioceramic sealer is a root canal filling material that has promising biocompatibility and mechanical properties, but has low antibacterial properties compared to epoxy resin sealer. Enhancement antibacterial properties of bioceramic sealer was combine amoxicillin and chlorhexidine 2% with the sealers. Objective: To determine the differenciation of antibacterial properties of bioceramic sealer and epoxy resins mixed with amoxicillin and chlorhexidine 2% against the number of Enterococcus faecalis colonies. Methode: Bioceramic sealer (Sure seal) and epoxy resin sealer (AH Plus) were treated with 2% antibacterial amoxicillin and chlorhexidine. Silers with antibacterial ingredients are mixed using a spatula until homogeneous. Homogeneous mixed sealer were applied to microtiter plate walls, after 20 minutes E.faecalis were applied as much as 10μL placed in microtiter wells. Microtiter is stored in an atmosphere of 37oC in the incubator. The remaining E.faecalis colonies that survived after mixing siler material were carried out using agar diffusion tests, and counting the number of colonies by counting plate methode. Results: The Kruskal Wallis and post hoc Conover test results showed significant differences in the antibacterial power of bioceramic silica and epoxy resin combined with amoxicillin and chlorhexidine 2% against E.faecalis (p <0.05 with a critical value of 13.4). Conclusion: The epoxy resin sealer has the best antibacterial ability in combination with amoxicillin, whereas in the bioceramic sealer has the best antibacterial power in combination with amoxicillin. E.faecalis has the highest sensitivity to amoxicillin compared to chlorhexidine 2%.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?