DETAIL KOLEKSI

Perancangan dengan bentuk kendaraan personal dengan pengembangan system balancing scooter PSMD yang aksesibel bagi difabel paraflegia (dengan sampel studi kawasan jelajah di area taman wisata Candi Prambanan)


Oleh : Baskoro Latu Anurogo

Info Katalog

Nomor Panggil : 0028/T/2013

Subyek : Automobiles - Design;Automobiles for people with disabilities

Penerbit : FSRD - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2013

Pembimbing 1 : Ahadiat Joedawinata

Kata Kunci : product design, balancing scooter, disability, paraplegia, Prambanan Temple


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2013_TS_MDP_191110053_Halaman-judul....pdf 595.64
2. 2013_TS_MDP_191110053_Bab-1.pdf 703.92
3. 2013_TS_MDP_191110053_Bab-2.pdf 5225.17
4. 2013_TS_MDP_191110053_Bab-3.pdf 870.09
5. 2013_TS_MDP_191110053_Bab-4.pdf 5767.67
6. 2013_TS_MDP_191110053_Bab-5.pdf 619.05
7. 2013_TS_MDP_191110053_Daftar-pustaka.pdf 140.8

P Perancangan ini berawal dari ketertarikan terhadap obyek, yaitu balancing scooter. Balancing scooter merupakan jenis kendaraan personal dengan sistem keseimbangan yang dihasilkan dari gyroscopic cencors. Balancing scooter PMSD sebagai pengembangan teknologi (dikembangkan oleh tim development Politeknik Mekatronika Sanata Dharma) masih berupa kerangka teknik, sehingga dibutuhkan perancangan bentuk fisik dengan spesifikasi yang dimiliki balancing scooter PMSD. Pengembangan tersebut diawali dengan mempertimbangkan aspek kebaruan yang dilalui dengan mempertimbangkan tiga aspek, yaitu aspek pengguna, aspek kegunaan dan aspek penggunaan. Konsep perancangan didapat dari memperbandingkan unsur–unsur kerangka teknik balancing scooter PMSD dengan kendaraan balancing scooter PMSD yang akan diciptakan, kemudian menentukan hipotesis. Hipotesis perancangan ini adalah membuat kendaraan balancing scooter PMSD yang aksesibel bagi difabel paraplegia dengan menjadikannya berbentuk seperti kursi roda (dioperasikan secara duduk). Perancangan menggunakan metode design thinking, yaitu metode desain yang diawali dengan menemukan masalah (problem seeking) kemudian mencari solusi (problem solving). Problem seeking dilakukan dengan menentukan kebaruan dari balancing scooter PMSD itu sendiri. Hasil dari penelitian tersebut akan menemukan needs, yaitu kendaraan personal yang akan digunakan oleh wisa-tawan di area Taman Wisata Candi Prambanan yang aksesibel bagi wisatawan difabel dan non difabel paraplegia. Problem solving diawali dengan studi literatur dan observasi lapangan yang akan dielaborasi dengan analisis deskriptif kualitatif, untuk dapat menentukan design requirements. Problem solving diakhiri dengan visualisasi kendaraan personal dalam bentuk ilustrasi digital 3 dimensi yang berupa jawaban atas hipotesis. Perancangan ini membutuhkan banyak penyempurnaan karena masih berupa konsep ilustrasi digital, sehingga belum dapat diuji kenyamanan dan keamanan pengoperasiannya. Membutuhkan beberapa kali pengujian dengan membuat prototype kendaraan dengan ukuran yang sebenarnya supaya kendaraan ini dapat dioperasikan. Seandainya kendaraan ini akan digunakan di Taman Wisata Candi Prambanan ataupun tempat yang lain, dibutuhkan beberapa fasilitas tambahan yang mendukung.

T The design process begins with interest in an object, that is balancing scooter. Balancing scooter is a kind of personal transporter with the balance system which is produced by gyroscopic censors. PMSD balancing scooter as the development of technology (developed by Polytechnic of Sanata Dharma Mechatronics development team) is a technical framework, so it takes physicalform with the design specifications owned PMSD balancing scooter. Thedevelopment begins by considering the novelty aspect traversed by consideringthree aspects, namely the user, usability aspects, and aspects of use. Designconcept derived from the framework to compare the elements of technique PMSDbalancing scooter with PMSD balancing scooter personal transporter that will becreated, then specify hypotheses. Hypothesis of this design is to make a personaltransporter with PMSD balancing scooter system which is accessible for disabledpeople with paraplegia to it shaped like a wheel chair (sitting operated).Design thinking method is preferable for this design process, which is amethod that begins with finding design seeking and then looks for a solution(problem solving). Problem seeking is done by determining the novelty of PMSDbalancing scooter itself. Results from these studies will find need, that is personaltransporter to be used by tourists in the Prambanan Temple Tourism Park Area,and it is accessible for tourists with disabled paraplegia. Problem solving beginswith the study of literature and observations that will be elaborated by qualitativedescriptive analysis, in order to determine the design requirements. Problemsolving ends with visualization of personal transporter in the form of 3-dimensional digital illustration for answering the hypothesis.This design requires a lot of improvement because the design concept isstill a digital illustration, so it cannot be tested for its comfort and safety ofoperation. Need some trials to make a prototype vehicle with the actual size sothat it can be operated well. If this vehicle will be used in the Prambanan TempleTourism Park or somewhere else, it takes some additional facilities.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?