DETAIL KOLEKSI

Efek kombinasi metronidazol, siprofloksasin, dan minosiklin terhadap pertumbuhan Candida albicans in vitro


Oleh : Paulus Alexander

Info Katalog

Nomor Panggil : 612.015 PAU e

Penerbit : FKG - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2011

Pembimbing 1 : Boedi Oetomo Roeslan

Pembimbing 2 : M. Orliando Roeslan

Subyek : Biochemistry - Biomedicine

Kata Kunci : candida albicans, metronidazole, ciprofloxacin, minocycline.

Status Posting : Published

Status : Lengkap


File Repositori
No. Nama File Hal. Link
1. 2011_TA_KG_04007147_Halaman-judul.pdf 13
2. 2011_TA_KG_04007147_Lembar-pengesahan.pdf 1
3. 2011_TA_KG_04007147_Bab-1-Pendahuluan.pdf 3
4. 2011_TA_KG_04007147_Bab-2-Tinjauan-pustaka.pdf 19
5. 2011_TA_KG_04007147_Bab-3-Kerangka-teori-dan-hipotesis.pdf 3
6. 2011_TA_KG_04007147_Bab-4-Metode-penelitian.pdf 5
7. 2011_TA_KG_04007147_Bab-5-Hasil-penelitian.pdf 2
8. 2011_TA_KG_04007147_Bab-6-Pembahasan.pdf 3
9. 2011_TA_KG_04007147_Bab-7-Kesimpulan-dan-saran.pdf 1
10. 2011_TA_KG_04007147_Daftar-pustaka.pdf 3

B Bakteri yang masih tertinggal dalam saluran akar setelah dilakukan perawatan endodontik akan menyebabkan infeksi kembali. Enterococcus faecalis dan Candida albicans sering ditemukan masih bertahan atau pada infeksi sekunder. Teknik LSTR (Lesion Sterilitation and Tissue Repair) dengan menggunakan kombinasi antibiotik metronidazol, siprofloksasin, dan minosiklin (3Mix) pada perawatan endodontik non-instrumentasi dianggap mampu mensterilisasi lesi yang terinfeksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya hambat 3Mix terhadap pertumbuhan Candida albicans in vitro. Pembiakan C. albicans mcnggunakan cakram dengan media agar sabouraud dan dibuatkan lima sumur. Kombinasi metronidazol, siprofloksasin, dan minosiklin sebanyak 200 mg dilarutkan dengan 2 mL NaCl 0,9% dan dila.kukan pengenceran 100%, 50%, 25%, dan 12,5%. Keempat pengenceran ditambah NaCl 0,9%, sebagai kontrol negatif, diteteskan ke dalam lima sumur masing-masing 10 µL. Kemudian cakram disimpan dalam inkubator dengan suhu 37°C dan pengamatan dila.kukan 3x24 jam. Hasilnya menunjukan seluruh permukaan agar ditumbuhi C. albicans, walaupun pertumbuhan C. albicans lebih sedikit disekitar sumur. Namun daerah ini tida.k dapat disebut bebas jamur. Berdasarkan hasil ini, dapat disimpulkan bahwa kombinasi antibiotik metronidazol, siprofloksasin, dan minosiklin tidak darat menghambat pertumbuhan C. albicans in vitro.

R Remaining bacteria in root canal after endodontic treatment will cause secondary infection. Enterococcus faecaiis and Candida a/bicans have been more frequently detected in persistent or secondary infections. LSTR techniques (Lesion Stcrilitation and Tissue Repair) by using a mixture of antibiotics metronidazole, ciprofloxacin, and minocycline (3Mix) on non-instrumentation endodontic treatment is considered able to sterilize the infected lesion. The objective of this research is to see inhibition growth of Candida albicans in vitro using 3Mix. Sabouraud disc agar is used to grow C. albicans and made five wells. 200 mg of the mixture of metronidazole, ciprofloxacin, and minocycline dissolved with 2 mL of NaCl 0.9% and diluted 100%, 50%, 25%, and 12.5%. The four dilutions and 0.9% NaCl, as a negative control, dropped each 10 µL into five wells. Then the discs are stored in the incubator with a temperature of 37°C and observed 3x24 hours. The results showed that the entire surface of sabouraud disc agar covered by C. albicans, although there were less growth of C. albicans around the well. However, this area can not be called fungi free. Based on these results, it can be concluded that the mixture of metronidazole, ciprofloxacin, and minocycline can not inhibit the growth of C. a/bicans in vitro.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?