DETAIL KOLEKSI

Perkampungan Agro Astawana, Condet Bale Kambang (Astawana Agro Villages, Condet Bale Kambang)


Oleh : Dian Fitria Marikar

Info Katalog

Penerbit : FALTL - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2001

Pembimbing 1 : Untung Mardikarno

Pembimbing 2 : I.B. Rabindra

Subyek : Agro villages - Designs and plans;Landscape architecture

Kata Kunci : Astawana agro village, ecological, aesthetic aspects

Status Posting : Published

Status : Lengkap


File Repositori
No. Nama File Hal. Link
1. 2001_TA_SAL_08196024_Halaman-Judul.pdf
2. 2001_TA_SAL_08196024_Lembar-Pengesahan.pdf
3. 2001_TA_SAL_08196024_Bab-1_Pendahuluan.pdf
4. 2001_TA_SAL_08196024_Bab-2_Studi-Kepustakaan,-Studi-Banding-Dan-Penyigihan-Lapangan.pdf
5. 2001_TA_SAL_08196024_Bab-3_Identifikasi-Data-Dukung-Dan-Kesesuaian-Kawasan-Serta-Permasalahan-Perencanaan.pdf
6. 2001_TA_SAL_08196024_Bab-4_Program-Pengembangan.pdf
7. 2001_TA_SAL_08196024_Bab-5_Konsep-Perencanaan-Lansekap.pdf
8. 2001_TA_SAL_08196024_Bab-6_Rencana-Lansekap.pdf
9. 2001_TA_SAL_08196024_Daftar-Pustaka.pdf
10. 2001_TA_SAL_08196024_Lampiran.pdf

L Laporan perencanaan ini mempunyai judul "Perkampungan Agro Astawana Condet Balekambang", berlokasi di Kelurahan Condet Balekambang Jakarta Timur dengan luas 124,5 Ha dengan Pembimbing SPTA adalah Ir. Isamoe Prasodyo, Msi.Pergeseran pola hidup dari masyarakat agraris, menjadi lebih matrealistis membawa dampak negatif yaitu menyusutnya lahan-lahan perkebunan pada perkampungan Astawana Condet Balekambang yang berakibat menurunnya produktifitas kawasan dan juga menurunnya kualitas lingkungan. Hal tersebut diatas hanya satu dari sekian banyak kendala yang ditemukan pada kawasan perencanaan.Sesuai dengan RTRW (Rencana Tata Ruang Wilayah) Jakarta Timur. Condet Bale Kambang adalah merupakan salah satu kawasan yang harus dipertahankan sebagai kawasan penghasil buah di Jakarta, oleh karena itu upaya untuk mengembalikan dan menghidupkan kembali fungsi kawasan perlu dilakukan dengan menata lansekap kawasan untuk mencapai peningkatan produktifitas kawasan sebagai kawasan penghasil buah-buahan dengan mengacu pada aspek ekologis, produktifitas dan ekologis.Perencanaan Perkampungan Agro Astawana Condet Bale Kambang ini didasari pada tema revitalisasi ruang terbuka, dan juga interpretasi lansekap sebagai habitat, dengan menggunakan pendekatan perencanaan yang menonjolkan aspek ekologis, dan peningkatan produktifitas kawasan.Kesesuaian pengembangan kawasan dibagi atas Zona Inti Produktif, Zona Peralihan dan Zona Pemukiman. Pada setiap zona terbagi menjadi beberapa area antara lain. kebun rakyat, pemancingan dan dermaga, kebun percontohan, warung buah dan hunian. Pada setia peruntukan lahan, dalam penentuannya didasari pada hasil identifikasi daya dukung dan kesesuaian lahan.Berdasarkan interpretasi lansekap sebagai habitat dengan tema perencanaan revitalisasi ruang terbuka, maka konsep dasar perencanaannya adalah revitalisasi untuk peningkatan produktifitas kawasan. Kemudian setelah proses perencanaan, maka hasil akhir dari perencanaan kawasan ini adalah berupa kriteria-kriteria dasar rencana lansekap, penataan tanaman lanssekap, penggunaan elemen lansekap dan penggunaan material keras yang didasari oleh tema dan konsep perencanaan.

T The planning report title is Astawana Agro Village, Condet Bale Kambang. Located at Condet Bale Kambang Eastern Jakarta with total area 124,5 Ha and during the planning processes, the planner is mentored by Ir. Isamoe Prasodyo MSi.The change of life pattern from agricultural society to more materialistic society, has bring bad impact to the existence of agriculture area in Astawana Village, Condet Bale Kambang. This change causes the degradation of physical form of agriculture areas, and also the degradation of environment quality. This area just a bit of many problems found in planning region.According to East Jakarta General Plan Of Open Area, Condet Bale Kambang is one of region that should be preserved as agriculture region in Jakarta. And because of that the revitalizatioon of region function is the most iimportant policy to be taken and done, in order to gain the main goal which is the improvement of region productivity as an agriculture region, according to ecological, productivity, and aesthetic aspects.Region development suitability divided in three zones which is; Productive Core Zone, Transition Zone and Housing Zone. Every zone also divided to some areas. Every land uses based on the result of baring capacity and region suitability identification.The planning of Astawana Agro Village, Condet Bale Kambang, based on "Landscape as Habitat" interpretation and also based on the planning theme "Green Open Space Revitalization", using ecological, productivity, and aesthetic approach as a planning methods.Due to the landscaoe interpretation and plan theme as said above, the basic concept of plan is "Revitalization to increase productivity. Than after planning processes, the final product of regional plan aree basic criteria of landscape vegetation, basic criteria of landscape element and landscape hard material which based on the plan theme.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?