DETAIL KOLEKSI

Hubungan asupan kalori dengan status gizi pada balita di daerah x


Oleh : Yoga Ramadhan

Info Katalog

Nomor Panggil : S 877

Penerbit : FK - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2016

Pembimbing 1 : Tubagus Ferdi Fadilah

Subyek : Child nutrition sciences

Kata Kunci : AKG, calorie intake, nutritional status according to the WHO, age infants, toddlers gender, employme

Status Posting : Published

Status : Lengkap


File Repositori
No. Nama File Hal. Link
1. 2016_TA_SKD_03012288_Halaman-judul.pdf
2. 2016_TA_SKD_03012288_Pengesahan.pdf
3. 2016_TA_SKD_03012288_Bab-1_Pendahuluan.pdf
4. 2016_TA_SKD_03012288_Bab-2_Tinjauan-literatur.pdf
5. 2016_TA_SKD_03012288_Bab-3_Kerangka-konsep.pdf
6. 2016_TA_SKD_03012288_Bab-4_Metode.pdf
7. 2016_TA_SKD_03012288_Bab-5_Hasil.pdf
8. 2016_TA_SKD_03012288_Bab-6_Pembahasan.pdf
9. 2016_TA_SKD_03012288_Bab-7_Kesimpulan.pdf
10. 2016_TA_SKD_03012288_Daftar-pustaka.pdf
11. 2016_TA_SKD_03012288_Lampiran.pdf

A Asupan nutrisi merupakan faktor terpenting dalam kesehatan. Menurut Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) pada tahun 2013, terdapat 19,6% balita kekurangan gizi yang terdiri dari 5,7% balita dengan gizi buruk dan 13,9% berstatus gizi kurang, Sebesar 4,5% balita dengan gizi lebih. Malnutrisi terlihat dalam berat badan dan tinggi.Hal tersebut di pengaruhi oleh asupan kalori dari balita. Maka di butuhkan penelitian untuk mencari hubungan antara asupan kalori dengan status gizi pada balita. Penelitian menggunakan studi analitik dengan desain potong lintang yang terdiri dari 108 balita di Posyandu Pattimura III Bojong Nangka Tangerang. Data di kumpulkan dengan cara wawancara menggunakan kuisoner meliputi usia responden,Food Recall 7x24 jam, status pekerjaan dan status pendidikan.Pengukuran Berat badan dan tinggi badan balita dan di konversikan menggunakan status gizi menurut WHO. Analisis data dengan menggunakan SPSS dan tingkat kemaknaan yang di gunakan besarnya 0,05. Hasil dari penelitian ini menunjukan terdapat hubungan bermakna antara asupan kalori dengan status gizi balita di daerah tersebut dengan nilai p sebesar 0,000 ( p <0,05) dan tidak terdapat hubungan yang bermakna antara faktor perancu (usia balita,jenis kelamin,status pekerjaan orang tua dan status pendidikan orang tua ) terhadap status gizi balita dimana nilai p > 0,05. Pada penelitian di dapatkan hasil berdasarkan angka kecukupan gizi sebanyak 37 balita (34,3 %) sesuai AKG dan 71 balita (65,7 %) tidak sesuai AKG.

N Nutritional intake is an important factor in health. According to the Basic Health Research (Riskesdas) in 2013, there were 19.6% of underweight children consisting of 5.7% children with malnutrition and 13.9% less nutrition status, much as 4.5% children with more nutrition. Malnutrition seen in weight and tinggi.Hal are influenced by the intake of calories from toddlers. Thus in need of research to find the relationship between caloric intake and nutritional status in infants. Research using analytic study with cross-sectional design consisting of 108 infants in the IHC Pattimura III Bojong Nangka Tangerang. Data was collected through interviews using a questionnaire covering age of respondents, Food Recall 7x24 hours, job status and status pendidikan. Pengukuran weight and height toddlers and converting the use of nutritional status according to the WHO. Data analysis using SPSS and the significance level used as 0.05. The results of this study showed there was a significant relationship between caloric intake with nutritional status of children in the area with a p-value of 0.000 (p <0.05) and there was no significant correlation between confounding factors (age of the children, sex, employment status of parents and educational status of the parents) to the nutritional status of children in which the value of p> 0.05. In studies in get results based on the nutritional adequacy rate as much as 37 infants (34.3%) according AKG and 71 infants (65.7%) does not match AKG.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?