DETAIL KOLEKSI

Pengelolaan sub das Ciwidey menggunakan model soil and water tool (SWAT)


Oleh : Tasya Rizkina Yudiananda

Info Katalog

Nomor Panggil : 082001800064

Penerbit : FALTL - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2022

Pembimbing 1 : Ramadhani Yanidar

Pembimbing 2 : Ariani Dwi Astuti

Subyek : Streamflow

Kata Kunci : Ciwidey Sub-watershed, hydrological model, SWAT, land use, peak discharge, absorption well

Status Posting : Published

Status : Lengkap


File Repositori
No. Nama File Hal. Link
1. 2022_TA_STL_082001800064_Halaman-Judul.pdf 15
2. 2022_TA_STL_082001800064_Lembar-Pengesahan.pdf 12
3. 2022_TA_STL_082001800064_Bab-1_Pendahuluan.pdf 4
4. 2022_TA_STL_082001800064_Bab-2_Tinjauan-Pustaka.pdf 19
5. 2022_TA_STL_082001800064_Bab-3_Metode-Penelitian.pdf 23
6. 2022_TA_STL_082001800064_Bab-4_Analisis-dan-Pembahasan.pdf 54
7. 2022_TA_STL_082001800064_Bab-5_Kesimpulan-dan-Saran.pdf 2
8. 2022_TA_STL_082001800064_Daftar-Pustaka.pdf 18
9. 2022_TA_STL_082001800064_Lampiran.pdf 102

S Sub Daerah Aliran Sungai (DAS) Ciwidey dipilih sebagai daerah penelitian, karena Sub DAS tersebut masuk ke dalam wilayah DAS Citarum Hulu yang memiliki fungsi penyangga untuk memenuhi kebutuhan air baku di Kabupaten Bandung. Penelitian ini bertujuan untuk merencanakan skenario pengelolaan Sub DAS Ciwidey dengan memodelkan hubungan antara tata guna lahan dengan debit puncak di Sub DAS Ciwidey. Untuk memprediksi debit aliran di Sub DAS Ciwidey digunakan model hidrologi Soil and Water Assessment Tool (SWAT) dengan tahapan sebagai berikut pengumpulan data hidrologi, iklim, dan spesifikasi lahan, deliniasi DAS, pembentukan Hydrologic Response Unit (HRU), kalibrasi, validasi, dan simulasi model. Hasil kalibrasi model menggunakan data tahun 2014 menghasilkan nilai R2 dan NSE sebesar 0,3 dan 0,51 sedangkan hasil validasi model berdasarkan data eksisting 2018 menghasilkan nilai R2 dan NSE sebesar -0,28 dan 0,42. Simulasi Penerapan Teknik Konservasi Tanah dan Air (KTA) di kondisi eksisting menghasilkan aliran permukaan sebesar 418,03 mm/tahun atau menurun sebesar 57,09% dari 974,14 mm/tahun. Selanjutnya, simulasi pada kondisi yang sama dengan hujan ekstrim pada tahun 2021 menghasilkan aliran permukaan sebesar 533,81 mm/tahun. Pola Ruang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Bandung Tahun 2016-2036 menghasilkan prediksi aliran permukaan sebesar 805,82 mm/tahun. Simulasi pada kondisi hujan ekstrim menghasilkan prediksi aliran permukaan sebesar 1.084,36 mm/tahun. Peningkatan aliran permukaan karena adanya Pola Ruang RTRW perlu dikelola dengan penerapan teknik KTA berupa reboisasi, agroforestry, dan sumur resapan.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?