DETAIL KOLEKSI

Prevalensi dan karakteristik torus palatinus pada pasien RSGM Universitas Trisakti


Oleh : Astrid Putri

Info Katalog

Nomor Panggil : 616.31 AST p

Penerbit : FKG - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2017

Pembimbing 1 : Hartono Ruslijanto

Subyek : Oral medicine

Kata Kunci : torus palatinus, normal variant, size, shape, sex, age, ethnic group, Asiatic Mongoloid, Malayan Mon


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2017_TA_KG_040001300020_Halaman-judul.pdf 5436.46
2. 2017_TA_KG_040001300020_Lembar-pengesahan.pdf 1461.7
3. 2017_TA_KG_040001300020_Bab-1-Pendahuluan.pdf 3393.56
4. 2017_TA_KG_040001300020_Bab-2-Tinjauan-pustaka.pdf 5188.24
5. 2017_TA_KG_040001300020_Bab-3-Kerangka-teori.pdf 1062.16
6. 2017_TA_KG_040001300020_Bab-4-Metode-penelitian.pdf 2629.89
7. 2017_TA_KG_040001300020_Bab-5-Hasil-penelitian.pdf 3383.18
8. 2017_TA_KG_040001300020_Bab-6-Pembahasan.pdf 3145
9. 2017_TA_KG_040001300020_Bab-7-Kesimpulan-dan-saran.pdf 1511.25
10. 2017_TA_KG_040001300020_Daftar-pustaka.pdf 1712.83
11. 2017_TA_KG_040001300020_Lampiran.pdf 2693.32

L Latar belakang: Torus palatinus merupakan salah satu varian normal yang sering ditemukan di dalam rongga mulut manusia pada bagian tengah palatum durum. Tujuan: Studi ini dilakukan untuk mengetahui prevalensi torus palatinus berdasarkan bentuk, ukuran, jenis kelamin, usia dan sub-ras Mongoloid. Metode: Penelitian dilakukan pada 110 pasien yang datang ke RSGM Universitas Trisakti selama 29 Agustus - 28 Oktober 2016. Prevalensi torus palatinus dilihat melalui inspeksi dan pencetakan untuk menentukan bentuk dan ukuran, kemudian seluruh data dianalisis menggunakan SPSS dan Microsoft Excel. Hasil: Penelitian ini mendapatkan prevalensi torus palatinus sebanyak 50% dari sejumlah 110 pasien dengan ukuran kecil 45,5%, sedang 52,7% dan besar 1,8%, bentuk flat dan spindle yang sama besar 34,5%, nodular 20,0% serta lobular 10,9%. Prevalensi torus palatinus padap erempuan didapatkan sebanyak 76,4% dan laki-laki 23,6% dengan rentan usia terbanyak ialah 20-29 tahun (40,0%). H sil data prevaiensi torus palatinus pada ras Asiatic lViongu.iuiJ didapatkan sebanyak 30,1% dan Malayan Mongoloid 69,1%. Kesimpulan: Berdasarkan hasii tersebut dapat disimpulkan bahwa torus palatinus ditemukan lebih banyak dengan ukuran sedang dengan bentukjlat dan spindle, lebih banyak pada perempuan dibanding laki-laki serta lebih banyak pada ras Malayan Mongoloid dibanding Asiatic Mongoloid pada pasien RSGM UniversitasTrisakti.

B Background:Torus palatinus is one of the normal variant that most found in human oral located in the midline of the hard palate.Objective: The aim of this study were to determine the prevelance of torus palatinus to size, shape, sex, age and Mongoloid's ethnic groups. Methods:The present study included 1 JO patients who attend to Trisakti University Dental Hospital among 29 August - 28 October 2016. Prevalence of torus palatinus were examined by inspection and dental impressions to determined size and shape.Statistical analysis was performed using SPSS 23.0 and Microsoft Office Excel. Results:The result of the study showed prevalence of torus palatinus was 50% from 110 patients that found in small size 45,5%, medium 52,7% and large 1,8% with flat and spindle shape both resdts are 34,5%, nodular 20,% and lobular J 0,9%. Prevalences of torus palatinus in females was found 76,4% and males was 23,6% with the most common age range is fi'om 20 to 29 years o_!d (40%). Prevalence of torus palatinus according to Asiatic Mongoloid was found 30,1% and·Malayan Mongoloid wu,) u9,1%. Conclusion:According these results, we can conclude that prevalence of torus palatinus most common in small size with flat or spindle shape, more common in women than men and more common in Malayan Mongloid than Asiatic Mongoloid from Trisakti University Dental Hospital's patients.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?