DETAIL KOLEKSI

Kelainan amelogenesis imperfekta dan dentinogenesis imperfekta serta penanggulangannya


Oleh : Stephany Eka P. Tj

Info Katalog

Nomor Panggil : 617.645 STE k

Penerbit : FKG - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2005

Pembimbing 1 : Liane Andajani Tj

Pembimbing 2 : Jeddy

Subyek : Pedodontics

Kata Kunci : amelogenesis imperfecta, dentinogenesis imperfecta, treatment.


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2005_TA_KG_04002198_Halaman-judul.pdf 3236.61
2. 2005_TA_KG_04002198_Bab-1-Pendahuluan.pdf 1956.72
3. 2005_TA_KG_04002198_Bab-2-Tinjauan-pustaka.pdf 13701.62
4. 2005_TA_KG_04002198_Bab-3-Pembahasan.pdf 2572.83
5. 2005_TA_KG_04002198_Bab-4-Kesimpulan-dan-saran.pdf 1347.52
6. 2005_TA_KG_04002198_Daftar-pustaka.pdf 1557.17
7. 2005_TA_KG_04002198_Lembar-pengesahan.pdf 813.16

T Tiap gigi mengalami tahap tumbuh kembang sejak masa prenatal. Bila dalam tumbuh kembangnya terdapat gangguan maka dapat terjadi kelainan jumlah, bentuk dan struktur gigi. Kelainan gigi tergantung pada tahap mana gangguan terjadi. Amelogenesis imperfekta merupakan kelainan pada email gigi yang bersifat herediter baik pada gigi sulung maupun gigi tetap karena gangguan diferensiasi pada ameloblas. Gangguan pada tahap histodiferensiasi mengakibatkan dentinogenesis imperfekta yang bersifat herediter dengan struktur dentin tidak normal. Amelogenesis imperfekta dibagi dalam 4 tipe yaitu hipoplastik, hipomaturasi, hipokalsifikasi dan hipoplastik-hipomaturasi yang terjadi dengan taurodonsia Keempat tipe tersebut masih dibagi lagi dalam 14 subtipe berdasarkan gambaran klinis dan genetik. Gambaran umumnya menunjukkan susunan email lemah sehingga gigi mudah aus dan terjadi perubahan warna. Dentinogenesis imperfekta dibagi dalam 3 tipe yang secara umum emailnya disertai dentin lemah. Hal ini mengakibatkan email gigi mudah lepas dari gigi. Atrisi pada dentinogenesis imperfekta berlangsung lebih cepat. Oleh karena itu, penanggulangan dini perlu dilakukan untuk mencegah bertambah ausnya gigi. Penanggulangannya bervariasi tergantung dari keparahan gigi. Mulai dari penambalan rutin, pemakaian mahkota logam sampai pencabutan dan pemasangan gigi palsu. Dokter gigi perlu memahami tahap tumbuh kembang gigi yang tepat sehingga dapat mengenali kelainan pada gigi, penyebab terjadinya kelainan serta penanggulangannya.

E Each tooth undergoes successive stages of growth and development since its embryonic life. Disturbances during the stages, will cause dental anomalies in amount, shape, and structure. There are many kinds of anomalies that depend on the stage of the disturbance. Amelogenesis imperfecta is a hereditary defect in enamel formation affecting primary or permanent dentition caused by improper differentiation of the ameloblasts. Disturbance in histodifferentiation stage cause dentinogenesis imperfecta with an abnormal structure of dentin and is hereditary. Amelogenesis imperfecta is classified in four main types: hypoplastic, hypomaturation, hipocalcification and hypomaturation-hypoplastic with taurodontism. The four main types can be divided into 14 subtypes based on inheritance and clinical manifestation. Generally it show abnormal structure of enamel that easily cause attrition and discoloration of the teeth. Dentinogenesis imperfecta is divided in three types in which enamel is generally supported by weak structure of dentin. Due to abnormal structure of dentin this will easily cause enamel chipping from the dentin. Attrition in dentinogenesis imperfecta takes place faster. Because of that, early treatment need to be done in order to prevent more abration of teeth. The treatment depends on the severity of the tooth condition. Starting from routine resin bonding, placing stainless steel crowns, tooth extraction and denture replacements. Dentists should understand the stages of tooth growth and development to be able to know in what stage the anomalies happened, find the etiologies, and implement the right treatment.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?