DETAIL KOLEKSI

Hubungan indeks massa tubuh dengan kadar HbA1c pada penderita diabetes melitus tipe-2


Oleh : Salsabila Hurin

Info Katalog

Nomor Panggil : S 1938

Penerbit : FK - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2022

Pembimbing 1 : Donna Adriani

Subyek : Diabetes mellitus;Body mass index

Kata Kunci : type 2 diabetes mellitus, HbA1c, body mass index


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2022_TA_SKD_030001800093_Halaman-Judul.pdf 1420.95
2. 2022_TA_SKD_030001800093_Pengesahan.pdf 951.28
3. 2022_TA_SKD_030001800093_Bab-1_Pendahuluan.pdf 1041.85
4. 2022_TA_SKD_030001800093_Bab-2_Tinjauan-Pustaka.pdf 1307.09
5. 2022_TA_SKD_030001800093_Bab-3_-Kerangka-Konsep.pdf 1055.77
6. 2022_TA_SKD_030001800093_bab-4_Metode-Penelitian.pdf 1131.83
7. 2022_TA_SKD_030001800093_Bab-5_Hasil.pdf 988.24
8. 2022_TA_SKD_030001800093_Bab-6_Pembahasan.pdf 993.26
9. 2022_TA_SKD_030001800093_Bab-7_Kesimpulan.pdf 982.09
10. 2022_TA_SKD_030001800093_Daftar-Pustaka.pdf 896.49
11. 2022_TA_SKD_030001800093_lampiran.pdf 3182.2

L LATAR BELAKANG Diabetes melitus (DM) adalah keadaan peningkatan kadar gula dalam pembuluh darah. DM dapat mengganggu fungsi organ dan menyebabkan kematian. Salah satu kriteria untuk mendiagnosis DM berdasarkan ADA adalah HbA1c. Pada tahun 2019 terdapat 463 juta penderita DM berusia 20 hingga 79 tahun di seluruh dunia. Penderita DM diperkirakan meningkat setiap tahun disebabkan oleh faktor risiko: ras, usia, jenis kelamin, kurang beraktivitas fisik, diet tidak sehat dan tidak seimbang, berat badan yang berlebih atau obesitas. Berat badan berlebih atau obesitas dideteksi dengan perhitungan Indeks Massa Tubuh (IMT). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan indeks massa tubuh dengan kadar HbA1c pada penderita diabetes melitus tipe-2. METODE Studi analitik observasional dengan desain cross sectional. Total sampel berjumlah 90 responden yang diperoleh dari data rekam medis di RSUD dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya pada pasien DM tipe-2. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji fisher exact pada program SPSS versi 25. HASIL Karakteristik responden mayoritas berusia >45 tahun (82,2%) dan berjenis kelamin perempuan (71,1%). Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara usia dan HbA1c (p-value = 0,633). Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara IMT dan HbA1c (p-value = 0,011). KESIMPULAN Pada penelitian ini tidak didapatkan hubungan yang bermakna antara indeks massa tubuh dengan kadar HbA1c pada penderita diabetes melitus tipe-2. IMT harus diperhatikan saat menggunakan pemeriksaan HbA1c dalam diagnosis dan manajemen DM tipe-2.

B BACKGROUND Diabetes mellitus (DM) is a state of increased sugar levels in the blood vessels. DM can interfere with organ function and cause death. One of the criteria for diagnosing DM based on ADA is HbA1c. In 2019, 463 million people with DM aged 20 to 79 years worldwide. DM sufferers are estimated to increase every year due to risk factors: race, age, gender, lack of physical activity, unhealthy and unbalanced diet, overweight or obesity. Overweight or obesity is detected by calculating the Body Mass Index. The purpose of this study was to determine the relationship between body mass index and HbA1c levels in patients with type-2 diabetes mellitus. METHODS Observational analytic study with cross-sectional design. The total sample is 90 respondents obtained from medical record data at RSUD dr. Soekardjo Tasikmalaya City in type-2 DM patients. Data analysis was performed using Fisher's exact test on the SPSS version 25 program. RESULTS Characteristics of respondents who are >45 years old (82.2%) and female (71.1%). There was no significant relationship between age and HbA1c (p-value = 0.633). There was no significant relationship between BMI and HbA1c (p-value = 0.011). CONCLUSIONS In this study, there was no significant relationship between body mass index and HbA1c levels in patients with type-2 diabetes mellitus. BMI should be considered when using the HbA1c assay to diagnose and manage type-2 diabetes.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?