DETAIL KOLEKSI

Pengaruh varnish pada tumpatan semen ionomer kaca


Oleh : Feby Faisal

Info Katalog

Nomor Panggil : 617.634 2 FEB p

Penerbit : FKG - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2005

Pembimbing 1 : Hj. Juanita Amaludin

Subyek : Dentistry

Kata Kunci : glass ionomer cement restoration, fluor ion, varnish


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2005_TA_KG_04000096_Halaman-judul.pdf 2355.7
2. 2005_TA_KG_04000096_Lembar-pengesahan.pdf 666.37
3. 2005_TA_KG_04000096_Bab-1-Pendahuluan.pdf 1648.69
4. 2005_TA_KG_04000096_Bab-2-Tinjauan-pustaka.pdf 6903.82
5. 2005_TA_KG_04000096_Bab-3-Pembahasan.pdf 2117.93
6. 2005_TA_KG_04000096_Bab-4-Kesimpulan-dan-saran.pdf 757.84
7. 2005_TA_KG_04000096_Daftar-pustaka.pdf 2295.71

S Salah satu penyebab kegagalan pada restorasi gigi adalah teijadinya karies sekunder disekeliling restorasi yang disebabkan adanya aktifitas mikroorganisme antara bahan restorasi dan gigi. Mikroorganisme penyebab utama terjadinya karies ataupun karies sekunder adalah Streptococcus mutans. Teijadinya karies sekunder dapat dicegah dengan cara meningkatkan kandungan flour gigi. Pada perkembangan ilmu bahan kedokteran gigi saat ini, semen ionomer kaca merupakan pilihan yang tepat sebagai bahan anti karies karena sifat alaminya yang melepaskan ion flour secara terus - menerus dan melekat secara fisikokimiawi pada email dan dentin sehingga meningkatkan kemampuan email gigi terhadap proses demineralisasi serta mampu mencegah pertumbuhan mikroorganisme didalam rongga mulut. Semen ionomer kaca sangat sensitif terhadap air atau cairan mulut terutama pada saat semen belum mengeras sempuma sehingga akan menghasilkan suatu restorasi yang mudah retak karena terganggunya proses pembentukan matriks semen. Solusi terbaik untuk melindungi semen ionomer kaca dari kontaminasi air selama proses pengerasan adalah dilakukan pengulasan bahan pelapis antara lain varnish. Kandungan varnish yang terdiri dari resin alam atau sintetis dalam pelarut organik yang mudah menguap terbukti berpengaruh baik dalam menghasilkan sifat mekanis dan perlekatan semen terhadap jaringan gigi serta mencegah teijadinya kebocoran tepi dan pembentukan karies sekunder.

O One of the factors causing the failure of tooth restoration is the forming of the secondary caries surrounding the restoration which is caused by the microorganism activities happening in between the restoration materials and teeth. The microorganism which become the primary cause of caries or secondary caries is Streptococcus mutans. The secondary caries itself can be prevented to happen by improving the tooth flour contents. In the recent development of dentistry agent study, glass ionomeric cement is the best option as an anti-caries agent due to its natural characteristic in continuously releasing the flour ion and in being so adhesive physicochemically on enamel and dentine, that it can improve the enamel ability towards the demineralization process as well as prevent the growth of microorganisms in the oral cavity. The glass ionomeric cement itself is very sensitive to water or oral fluids, particularly when cement hasn’t become completely hard. In that condition, an easily-to-be-cracked or a fragile restoration may be created because the cement matrix formation is hampered. The best solution to prevent the glass ionomeric cement from being contaminated by water during the cement hardening process is to put coating materials, i.e. varnish. The varnish content itself which consists of natural or synthetic resin in an easily evaporating organic solvent is proved effective in creating mechanical characteristic and cement adhesion toward tooth tissue and in preventing the microleakage and the formation of secondary caries.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?