DETAIL KOLEKSI

Usulan penerapan preventive maintenance berdasarkan jenis komponen di line 4 PT. Internusa Keramik Alamasri


Oleh : Muhaammad Suheri

Info Katalog

Penerbit : FTI - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2010

Pembimbing 1 : Tien Gustina Amran

Pembimbing 2 : Amal Witonohadi

Subyek : Machinery - Maintenance and repair

Kata Kunci : proposed implementation of preventive maintenance, types of components in line 4, PT. Alamasri Ceram


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2010_TA_STI_06304193_Halaman-Judul.pdf 11347.51
2. 2010_TA_STI_06304193_Lembar-Pengesahan.pdf 1248.78
3. 2010_TA_STI_06304193_Bab-1_Pendahuluan.pdf 2520.95
4. 2010_TA_STI_06304193_Bab-2_Landasan-Teori.pdf 16732.76
5. 2010_TA_STI_06304193_Bab-3_Metodologi-Penelitian.pdf 4898.81
6. 2010_TA_STI_06304193_Bab-4_Pengumpulan-Data-Dan-Pengolahan--Data.pdf 42033.74
7. 2010_TA_STI_06304193_Bab-5_Analisa-dan-Usulan-Perbaikan.pdf 17472.03
8. 2010_TA_STI_06304193_Bab-6_Kesimpulan-Dan-Saran.pdf 1946.34
9. 2010_TA_STI_06304193_Daftar-Pustaka.pdf 741.45
10. 2010_TA_STI_06304193_Lampiran.pdf 133987.86

P PT. Internusa Keramik Alamasri Industri adalah perusahaan manufaktur yang menghasilkan produk lantai keramik dengan merek "Essenza", dan memiliki moto "The Essence of Quality". PT. Internusa Keramik Alamasri Industri menempati luas tanah sebesar 182.500 m2 dan menggunakan peralatan produksi yang disuplai dari perusahaan tile machinery terbaik di Eropa. Pada penelitian tugas akhir ini lini 4 merupakan lini yang menghasilkan downtime terbesar pada proses produksi, yait-u sebesar 367.95 jam, besarnya downtime disebabkan karena perusahaan tidak melakukan perawatan mesh' sesuai dengan jadwal yang ditentukan, perusahaan juga perlu menyelidiki pengaruh penggunaan jenis komponen lokal dan import yang selama ini dipakai. Oleh karena itu Preventive Maintenance yang bertujuan untuk meminimasi waktu downtime dengan melakukan perawatan pencegahan perlu diterapkan pada PT Internusa Keramik Alamasri. Untuk mengkaji masalah yang terjadi maka langkah pertama yang dilakukan adalah mengidentifikasi mesin dan komponen kritis dengan diagram pareto. Kemudian melakukan perhitungan interval penggantian dan pemeriksaan setiap komponen kritis. Setelah itu menghitung nilai efektifitas mesin dengan tolok ukur Overall Equipment Effectiveness (OEE). Karena efektifitas mesinnya rendah sehingga perlu diidentifikasi rendahnya nilai Overall Equipment Effectiveness (OEE) dengan menggunakan tabel FMEA/RCFA, lalu mendapat nilai RPN sebesar 256 dari komponen Heat Exchanger yang merupakan komponen paling kritis. Setelah itu mengidentifikasi jenis komponen lokal dan import yang dipakai komponen Heat Exchanger tersebut, dan mendapat interval penggantiannya. Selanjutnya memberikan usulan waktu pergantian komponen menunit jenisnya selama satu tahun kedepan, dan menghitung nilai keefektifan masing-masing jenis komponennya. Akhimya membandingkan hasil Overall Equipment Effectiveness (OEE) dan biaya pergantian komponen itu selama satu tahun kedepan dan memberikan usulan pemakaian jenis komponen atau pemakaian kombinasi komponen kepada perusahaan. Penelitian dilakukan pada lini 4 yang terdiri dari Mesin Rotary Dryer, Dry Mill, Turbo Clay, Ball Mill, Press, Spraydryer, Kiln, dan Cemar. Setelah melakukan perhitungan maka didapat perbandingan biaya pergantian komponen pertahunnya untuk Heat Exchanger lokal sebesar Rp. 14.786.561,3; dan untuk Heat Hxchanger importnya sebesar 5.587.448,38. Maka dari perbandingan biaya tersebut diusulkan perusahaan menggunakan komponen Import.

P PT. Internusa Keramik Alamasri Industri is a manufacturing company that produces ceramic floor products with the "Essenza" brand, and has the motto "The Essence of Quality". PT. Internusa Keramik Alamasri Industri occupies a land area of ​​182,500 m2 and uses production equipment supplied from the best tile machinery company in Europe. In this final project, line 4 is the line that produces the largest downtime in the production process, namely -u of 367.95 hours, the amount of downtime is because the company does not perform mesh maintenance according to the specified schedule, the company also needs to investigate the effect of using local components and imports that have been used so far. Therefore Preventive Maintenance which aims to minimize downtime by performing preventive maintenance needs to be applied to PT Internusa Keramik Alamasri. To examine the problems that occur, the first step is to identify the engine and critical components with a Pareto diagram. Then perform the calculation of the replacement interval and inspection of each critical component. After that calculate the value of the machine's effectiveness with the Overall Equipment Effectiveness (OEE) benchmark. Because the engine effectiveness is low, it is necessary to identify the low Overall Equipment Effectiveness (OEE) value using the FMEA/RCFA table, then get an RPN value of 256 from the Heat Exchanger component which is the most critical component. After that, identify the type of local and imported components used by the Heat Exchanger component, and get the replacement interval. Furthermore, it provides a suggestion for the replacement time of components per unit type for the next one year, and calculates the value of the effectiveness of each type of component. Finally, compare the results of Overall Equipment Effectiveness (OEE) and the cost of replacing the components for the next one year and provide suggestions for the use of the type of component or the use of a combination of components to the company. The research was carried out on line 4 consisting of Rotary Dryer, Dry Mill, Turbo Clay, Ball Mill, Press, Spraydryer, Kiln, and Cemar Machines. After doing the calculations, the comparison of annual component replacement costs for local Heat Exchangers is Rp. 14,786,561,3; and for Heat Exchanger the import is 5,587,448.38. So from the cost comparison, it is proposed that the company use the Import component.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?