DETAIL KOLEKSI

Efek antibakteri ekstrak etanol daun kalanduyung (guazuma ulmifolia lam.) terhadap enterococcus faecalis (in vitro)


Oleh : Nuranissa Mahadewi Kusumawati

Info Katalog

Nomor Panggil : 617.634 2 NUR e

Penerbit : FKG - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2022

Pembimbing 1 : Taufiq Ariwibowo

Pembimbing 2 : Meiny Faudah Amin

Subyek : Conservative dentistry

Kata Kunci : G. ulmifolia leave extract, ethanol, E. faecalis, root canal infection, antibacterial.


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2022_TA_KG_040001800152_Halaman-Judul.pdf 1063.12
2. 2022_TA_KG_040001800152_Lembar-Pengesahan.pdf 799.39
3. 2022_TA_KG_040001800152_Bab-1_Pendahuluan.pdf 408.97
4. 2022_TA_KG_040001800152_Bab-2_Tinjauan-Pustaka.pdf 946.34
5. 2022_TA_KG_040001800152_Bab-3_Kerangka-Teori.pdf 308.42
6. 2022_TA_KG_040001800152_Bab-4_Metode-Penelitian.pdf 1074.94
7. 2022_TA_KG_040001800152_Bab-5_Hasil-Penelitian.pdf 697.59
8. 2022_TA_KG_040001800152_Bab-6_Pembahasan.pdf 305.01
9. 2022_TA_KG_040001800152_Bab-7_Kesimpulan-dan-Saran.pdf 168.9
10. 2022_TA_KG_040001800152_Daftar-Pustaka.pdf 711.14
11. 2022_TA_KG_040001800152_Lampiran.pdf 2042.75

K Kalanduyung (Guazuma ulmifolia Lam.) merupakan bahan alam yang sudah lama digunakan sebagai obat herbal alami untuk mengobati batuk, menurunkan kolesterol. Perlu di telusuri lagi mengenai kegunaanya sebagai bahan alam untuk irigasi saluran akar gigi. Ekstrak etanol daun G. ulmifolia mengandung senyawa antibakteri yaitu alkaloid, saponin, tanin, fenol, flavonoid, triterpenoid, dan glikosida. Tujuan: Untuk mengetahui efek antibakteri ekstrak etanol daun G. ulmifolia terhadap Enterococcus faecalis. Metode: Jenis penelitian ini adalah eksperimental laboratorium secara in vitro untuk menguji efek antibakteri ekstrak etanol daun G. ulmifolia terhadap E. faecalis dengan cara dilusi cair pada medium agar, E. faecalis akan diberikan ekstrak etanol daun G. ulmifolia dengan konsentrasi 0.8g/mL, 0.6g/mL, 0.4g/mL, 0.2g/mL dan 0.1g/mL, dan 0.05g/mL selama 48 jam. Kemudian dilakukan penentuan nilai MIC dan MBC. Analisis data dengan uji One-Way ANOVA menunjukan adanya perbedaan signifikan antar kelompok (p<0,001). Kemudian dilanjutkan dengan uji Post-Hoc Tukey. Hasil: Dalam penelitian efek ekstrak etanol daun G. ulmifolia terhadap E. faecalis, rata-rata jumlah koloni terkecil terdapat pada konsentrasi 0.8g/mL sebesar 3,35±0,88. MIC pada penelitian ini didapatkan pada kelompok dengan konsentrasi 0.4g/mL yaitu sebesar 19,554,95. Kesimpulan: Ekstrak etanol daun G. ulmifolia efektif menghambat pertumbuhan E. faecalis pada konsentrasi 0.4g/mL hingga 0.8g/mL.

K Kalanduyung (Guazuma ulmifolia Lam.) is a natural ingredient that has long been used as a natural herbal medicine to treat coughs, and lowering cholesterol. Further research is needed on its use as a natural ingredient for root canal irrigation. Extract of G. ulmifolia leaves contains antibacterial compounds such as alkaloids, saponins, tanins, phenols, flavonoids, triterpenoids, and glycosides. Objective: the purpose of this study was to find out the antibacterial effects of ethanol extracted kalanduyung (Guazuma ulmifolia Lam.) leaves against enterococcus faecalis. Methods: This research is a laboratory experimental in vitro to examine the antibacterial effect of ethanol extracts of G. ulmifolia leaves against E. faecalis using broth dilution on agar medium, E. faecalis were treated with ethanol extracts of G. ulmifolia leaves with 0.8g/mL, 0.6g/mL, 0.4g/mL, 0.2g/mL dan 0.1g/mL, dan 0.05g/mL concentrations for 48 hours, then the values of MIC and MBC were determined. Statistical data analysis was tested to using one-way ANOVA showed a significant difference between all group (p<0.001), and then followed by Post-Hoc Tukey test. Results: In the study of the effect of G. ulmifolia ethanol extract on E. faecalis, the smallest mean colony number was found at a concentration of 80% at 3,35±0,88. The MIC values found at a concentration of 0.4g/mL are 19,554,95. Conclusion: The ethanol extract of G. ulmifolia leaves was effective in inhibiting the growth of E. faecalis at 0.4g/mL to 0.8g/mL concentrations.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?