DETAIL KOLEKSI

Hubungan antara gejala batuk, pilek, dan demam dengan hasil positif pada pemeriksaan rapid test antigen COVID-19 di klinik dr. Suzie BAS


Oleh : Joekly Wahidan Muharram

Info Katalog

Sustainability/SDGs : 1

Nomor Panggil : S 1960

Penerbit : FK - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2022

Pembimbing 1 : Tjam Diana Samara

Subyek : COVID-19 (Disease)

Kata Kunci : cough, cold, fever, covid-19 antigen rapid test


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2022_TA_SKD_030001800129_Halaman-judul.pdf 2302.57
2. 2022_TA_SKD_030001800129_Pengesahan.pdf 1937.07
3. 2022_TA_SKD_030001800129_Bab-1_Pendahuluan.pdf 1014.09
4. 2022_TA_SKD_030001800129_Bab-2_Tinjauan-literatur.pdf 1884.74
5. 2022_TA_SKD_030001800129_Bab-3_Kerangka-konsep.pdf 1009.52
6. 2022_TA_SKD_030001800129_Bab-4_Metode.pdf 1032.92
7. 2022_TA_SKD_030001800129_Bab-5_Hasil.pdf 1023.01
8. 2022_TA_SKD_030001800129_Bab-6_Pembahasan.pdf 980.35
9. 2022_TA_SKD_030001800129_Bab-7_Kesimpulan.pdf 1000.17
10. 2022_TA_SKD_030001800129_Daftar-pustaka.pdf 923.54
11. 2022_TA_SKD_030001800129_Lampiran.pdf 2665.39

C COVID-19 adalah penyakit menular yang diakibatkan oleh SARS-CoV-2 coronavirus baru yang belum pernah teridentifikasi pada manusia yang menimbulkan berbagai macam gejala. Total kasus konfirmasi COVID-19 di Indonesia pada 17 Juli 2021 adalah 2.780.803 kasus dengan 71.397 orang meninggal. Rapid Test Antigen merupakan pemeriksaan dengan sensitivitas dan spesifisitas yang cukup tinggi sehingga sering digunakan dalam deteksi COVID-19. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan gejala batuk, pilek dan demam dengan hasil positif pada pemeriksaan ¬rapid test antigen COVID-19. Penelitian ini menggunakan design cross-sectional menggunakan data rekam medis. Variabel yang dinilai berupa batuk, pilek, demam, dan hasil pemeriksaan rapid test antigen COVID-19. Analisis data menggunakan uji statistik chi-square dengan tingkat kemaknaan p<0,05. Karakteristik subjek dominan berusia 31-45 tahun, dan jenis kelamin perempuan. Subjek bergejala batuk, pilek, dan demam ditemukan lebih banyak dibandingkan subjek tanpa gejala tersebut. Hasil pemeriksaan rapid test antigen COVID-19 ditemukan lebih banyak yang positif. Distribusi hasil positif pemeriksaan rapid test antigen COVID-19 adalah 86,7% pada batuk, 92,2 pada pilek, dan 91,2% pada demam. Terdapat hubungan bermakna antara batuk (p=0,000), pilek (p=0,001), dan demam (p=0,000) dengan hasil positif pemeriksaan rapid test antigen COVID-19. Terdapat hubungan antara gejala batuk, pilek, dan demam dengan hasil positif pada pemeriksaan rapid test antigen COVID-19 pada pasien berusia 17 tahun ke atas di Klinik dr. Suzie BAS.

C COVID-19 is an infectious disease caused by SARS-CoV-2, a new coronavirus that has never been identified in humans that causes various symptoms. The total confirmed cases of COVID-19 in Indonesia on July 17th, 2021 were 2,780,803 cases with 71,397 deaths. Antigen rapid test is an examination with high sensitivity and specificity, often used in COVID-19 detection. This study aims to determine the relationship between cough, cold, and fever symptoms with positive results of COVID-19 antigen rapid test. This study used cross-sectional design using medical records. The variables assessed were cough, cold, fever, and the results of COVID-19 antigen rapid test. Data analysis was performed using chi-square test with significance level of p<0,05. Subjects are mostly 31-45 years old, and female. Subjects with cough, cold, and fever symptoms were found more than those without the symptoms. Positive results of COVID-19 antigen rapid test were found dominant. The distribution of COVID-19 antigen rapid test positive was 86.7% for cough, 92.2 for cold, and 91.2% for fever. There is significant relationship between cough (p=0.000), runny nose (p=0.001), and fever (p=0.000) with positive result of COVID-19 antigen rapid test. This study shows an association between cough, cold, and fever symptoms with positive results of COVID-19 antigen rapid test on 17 years old or older patients at Klinik dr. Suzie BAS.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?