DETAIL KOLEKSI

Analisis perbandingan keekonomian PSC cost recovery dengan PSC hybrid pada lapangan X


Oleh : Muhammad Inditiya Gegar Laras

Info Katalog

Nomor Panggil : 1346/TP/2020

Penerbit : FTKE - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2020

Pembimbing 1 : Syamsul Irham

Pembimbing 2 : Prayang Sunny Yulia

Subyek : Petroleum industry - Economic aspects

Kata Kunci : PSC hybrid, PSC cost recovery


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2021_TA_STP_071001600087_Halaman_Judul.pdf 2297.62
2. 2021_TA_STP_071001600087_Pengesahan.pdf 860.27
3. 2021_TA_STP_071001600087_Bab-1_Pendahuluan.pdf 732.03
4. 2021_TA_STP_071001600087_Bab-2_Tinjauan-Literatur.pdf 1139.73
5. 2021_TA_STP_071001600087_Bab-3_Metodelogi-Penelitian.pdf 853.65
6. 2021_TA_STP_071001600087_Bab-4_Hasil-dan-pembahasan.pdf 1890.7
7. 2021_TA_STP_0710001600087_Bab5_Kesimpulan-dan-Saran.pdf 617.79
8. 2021_TA_STP_0710001600087_Daftar-Pustaka.pdf 658.9
9. 2021_TA_STP_071001600087_Lampiran.pdf 1334.2

L Lapangan X merupakan lapangan migas yang hanya penghasil gas bumiyang terletak di Jawa Timur, kurang lebih sekitar 750 Km dari Jakarta. LapanganX ini dioperasionalkan oleh perusahan “7 UP” di Indonesia. Saat ini, Indonesiamemiliki dua jenis sistem kontrak yang digunakan dalam kegiatan migas yaitu PSCCost Recovery dan PSC Gross Split. Sistem kontrak tersebut merupakan suatumetode perjanjian dalam bisnis industri minyak dan gas di Indonesia, dimana padasistem kontrak PSC Cost Recovery yang selama ini digunakan oleh KontraktorKontrak Kerja Sama (KKKS) di Indonesia harus ditinjau kembali dengan tujuanmemperbesar pendapatan negara dari sumber daya alam serta menarik investoruntuk menanamkan modal di Indonesia. Pada penelitian keekonomian padalapangan X ini bertujuan unutuk menganalisis skema bagi hasil yang lebih efisienantara Production Sharing Contract (PSC) Cost Recovery dan PSC Hybrid, dimanaPSC Hybrid terdapat dua sistem PSC yaitu PSC Cost Recovery dan PSC GrossSplit. Berdasarkan perjanjian kontrak lapangan X yang hanya memproduksikan gasdengan total gross reveneu sebesar 186.923,29 MUS$ mulai dari tahun 2019 hinggatahun 2032. Harga gas yang digunakan pada pengembangan lapangan X ditetapkanyaitu sebesar 6,26 US$/MMBTU. Kemudian, jika melihat dari segi indikatorkeekonomian yang dimana parameter keekonomian yang akan dievaluasi meliputipendapatan Pemerintah, pendapatan kontraktor, POT, NPV, dan IRR. Dari hasilperhitungan keekonomian menggunakan PSC Cost Recovery didapatkan NPV10%

F Field X is an oil and gas field that is only a natural gas producer located inEast Java, approximately 750 Km from Jakarta. Field X is operated by the company"7 UP" in Indonesia. Currently, Indonesia has two types of contract systems usedin oil and gas activities namely PSC Cost Recovery and PSC Gross Split. Thecontract system is a method of agreement in the oil and gas industry business inIndonesia, where in the PSC Cost Recovery contract system that has been used byCooperation Contract Contractors (KKKS) in Indonesia should be reviewed withthe aim of increasing the country's income from natural resources and attractinginvestors to invest in Indonesia. In economic research in field X aims to analyzemore efficient yield sharing schemes between Production Sharing Contract (PSC)Cost Recovery and PSC Hybrid, where PSC Hybrid has two PSC systems namelyPSC Cost Recovery and PSC Gross Split. Under the contract X field contract onlyproduces gas with a total gross reveneu of 186,923.29 MUS$ from 2019 to 2032.The price of gas used in the development of field X is set at 6.26 US$/MMBTU.Then, if looking in terms of economic indicators where economic parameters to beevaluated include Government revenue, contractor revenue, POT, NPV, and IRR.From economic calculations using PSC Cost Recovery obtained NPV10% 15,005.9MUS$, IRR 91.94% POT in year 2, net contractor share 34,711.05 MUS$, and totalgovernment take 80,992.64 MUS$. From that value shows based on the value ofpsc hybrid economic indicators is better than Cost Recovery which is the result ofPSC Hybrid which is with NPV10% 15,180.3 MU$$, IRR 92.98 % POT in the 2styear, net contractor share 35,454.4 MUS$, and total government take 81,695.71MUS$. But, in terms of total contractor take PSC Cost Recovery is greater than thetotal contractor take PSC Hybrid, which with total contractor take PSC CostRecovery of 105,227,58 MUS$, and total contractor take PSC Hybrid by105,930,829 MUS$.15.005,9 MUS$, IRR 91,94% POT pada tahun ke-2, net contractor share 34.711,05MUS$, dan total government take 80.992,46 MUS$. Dari nilai tersebutmenunjukkan berdasarkan nilai indikator-indikator keekonomian PSC Hybrid lebihbaik dibandingkan Cost Recovery yang dimana hasil PSC Hybrid yaitu denganNPV10% 15.180,3 MU$$, IRR 92,98 % POT pada tahun ke-2, net contractor share35.454,4 MUS$, dan total government take 81.695,71 MUS$. Akan tetapi, dari segitotal contractor take PSC Cost Recovery lebih besar dari pada total contractor takePSC Hybrid, yang dengan total contractor take PSC Cost Recovery sebesar105.781,9972 MUS$, dan total contractor take PSC Hybrid sebesar 105.142,46MUS$.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?