DETAIL KOLEKSI

Perbedaan proximal contact tightness restorasi resin komposit nanohybrid dan bulk-fill terhadap jenis matriks yang berbeda


Oleh : Agnes Elviana Lusli

Info Katalog

Nomor Panggil : 617.634 2 AGN p

Penerbit : FKG - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2022

Pembimbing 1 : Ade Prijanti Dwisaptarini

Subyek : Composite resins

Kata Kunci : bulk-fill, circumferential matrix, nanohybrid, proximal contact tightness, sectional matrix


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2022_TA_KG_040001800004_Halaman-Judul.pdf 836.75
2. 2022_TA_KG_040001800004_Lembar-Pengesahan.pdf 313.79
3. 2022_TA_KG_040001800004_Bab-1_Pendahuluan.pdf 251.87
4. 2022_TA_KG_040001800004_Bab-2_Tinjauan-Pustaka.pdf 1637.26
5. 2022_TA_KG_040001800004_Bab-3_Kerangka-teori,-kerangka-konsep,-hipotesis.pdf 199.47
6. 2022_TA_KG_040001800004_Bab-4_Metodologi-Penelitian.pdf 687.38
7. 2022_TA_KG_040001800004_Bab-5_Hasil-Penelitian.pdf 317.79
8. 2022_TA_KG_040001800004_Bab-6_Pembahasan.pdf 319.46
9. 2022_TA_KG_040001800004_Bab-7_Kesimpulan-dan-Saran.pdf 92.45
10. 2022_TA_KG_040001800004_Daftar-Pustaka.pdf 368.03
11. 2022_TA_KG_040001800004_Lampiran.pdf 991.61

L Latar belakang: Proximal contact tightness (PCT) merupakan kerapatan pada area gigi yang berkontak dengan gigi yang berdekatan pada lengkung yang sama. Titik kontak yang tidak adekuat merupakan suatu masalah dari penumpatan kavitas proksimal akibat penyusutan bahan resin komposit saat polimerisasi. Hal ini dapat menyebabkan terjadinya impaksi makanan dan karies sekunder. Proximal contact tightness dapat dipengaruhi oleh bahan restorasi dan matriks yang berbeda. Tujuan: Untuk mengetahui perbedaan proximal contact tightness restorasi resin komposit nanohybrid dan bulk-fill terhadap jenis matriks yang berbeda antara circumferential matrix dan sectional matrix. Metode: Sebanyak 24 sampel gigi molar telah terpreparasi kavitas mesio-oklusal. Sampel dikelompokkan secara acak menjadi 4 kelompok (n=6). Kelompok I: restorasi resin komposit nanohybrid (FiltekTM Z250 XT, 3M) dengan circumferential matrix (Tofflemire, Kerr Corporation), Kelompok II: restorasi resin komposit nanohybrid (FiltekTM Z250 XT, 3M) dengan sectional matrix (Palodent V3, Dentsply Sirona), Kelompok III: restorasi resin komposit bulk-fill (FiltekTM, 3M) dengan circumferential matrix (Tofflemire, Kerr Corporation), Kelompok IV: restorasi resin komposit bulk-fill (FiltekTM, 3M) dengan sectional matrix (Palodent V3, Dentsply Sirona). Uji tarik dilakukan menggunakan universal testing machine dengan kecepatan 50 mm/menit. Data dianalisis dengan ANOVA satu jalan dan uji Post-Hoc Tukey. Hasil: Kelompok perlakuan restorasi resin komposit bulk-fill dengan sectional matrix menghasilkan nilai proximal contact tightness yang lebih tinggi (p<0,05) dibandingkan dengan kelompok lainnya. Kesimpulan: Terdapat perbedaan proximal contact tightness restorasi resin komposit nanohybrid dan bulk-fill terhadap jenis matriks yang berbeda.

B Background: Proximal contact tightness (PCT) refers to the density of the area of the tooth that comes into contact with neighboring teeth in the same arch. An inadequate contact point is an issue of proximal cavity filling due to shrinkage of the composite resin material during polymerization. It can lead to food impaction and secondary caries. Proximal contact tightness can affected by different restorative materials and matrices. Aim: To determine the difference in proximal contact tightness of nanohybrid and bulk-fill composite resin restorations against different types of matrices. Method: A total of 24 samples of molar teeth were prepared for mesio-occlusal cavities. Samples were randomly grouped into 4 groups (n=6). Group I: restoration of nanohybrid composite resin (FiltekTM Z250 XT, 3M) with circumferential matrix (Tofflemire, Kerr Corporation), Group II: restoration of nanohybrid composite resin (FiltekTM Z250 XT, 3M) with sectional matrix (Palodent V3, Dentsply Sirona), Group III: restoration of bulk-fill composite resin (FiltekTM, 3M) with circumferential matrix (Tofflemire, Kerr Corporation), Group IV: restoration of bulk-fill composite resin (FiltekTM, 3M) with sectional matrix (Palodent V3, Dentsply Sirona). Universal testing machine was used to perform the tensile test at 50 mm/minute speed. Data were analyzed by one-way ANOVA and Post-Hoc test with Tukey. Result: The bulk-fill composite resin restoration group with sectional matrix resulted in higher proximal contact tightness values (p<0.05) than other restorations group. Conclusion: There are differences in the proximal contact tightness of nanohybrid and bulk-fill composite resin restorations against different types of matrices.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?