DETAIL KOLEKSI

Hubungan antara status bruksisme dengan status psikologis : Kajian pada mahasiswa/i pre-klinik Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Trisakti


Oleh : Shabrina Adelina Putri

Info Katalog

Nomor Panggil : 617.692 SHA h

Penerbit : FKG - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2017

Pembimbing 1 : Carolina D Marpaung

Pembimbing 2 : Siti Chandra Dwidjayanti

Subyek : Prosthodontic

Kata Kunci : bruxism status, psychological status, DC/TMD


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2017_TA_KG_040001300165_Halaman-judul.pdf 3516.31
2. 2017_TA_KG_040001300165_Lembar-pengesahan.pdf 1158.61
3. 2017_TA_KG_040001300165_Bab-1-Pendahuluan.pdf 1561.14
4. 2017_TA_KG_040001300165_Bab-2-Tinjauan-pustaka.pdf 5826.02
5. 2017_TA_KG_040001300165_Bab-3-Kerangka-teori,-konsep,-dan-hipotesis.pdf 1145.18
6. 2017_TA_KG_040001300165_Bab-4-Metode-penelitian.pdf 2183.43
7. 2017_TA_KG_040001300165_Bab-5-Hasil-penelitian.pdf 1744.42
8. 2017_TA_KG_040001300165_Bab-6-Pembahasan.pdf 2175.54
9. 2017_TA_KG_040001300165_Bab-7-Kesimpulan-dan-saran.pdf 836.61
10. 2017_TA_KG_040001300165_Daftar-pustaka.pdf 1860.52
11. 2017_TA_KG_040001300165_Lampiran.pdf 3570

L Latar Belakang: Bruksisme mempakan salah satu kegiatan parafungsional yang mencakup gerakan clenching, bracing, gnashing dan grinding dari gigi geligi yang dapat terjadi sewaktu tidur atau sewaktu teijaga. Etiologi dari bruksisme dapat dibagi menjadi psikologi, perifer, dan patofisiologi. Berdasarkan literatur, menunjukkan bahwa adanya hubungan status bruksisme dengan status psikologis, namun belum ada penelitian mengenai hubungan keduanya pada populasi dewasa muda di Indonesia. Tujuan: Melihat hubungan antara status bruksisme dengan status psikologis pada mahasiswa/i pre-klinik Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Trisakti. Metode: Penelitian observasi analitik dengan rancangan potong silang yang dilakukan pada 525 mahasiswa/i (92 laki-laki dan 433 perempuan) dengan usia 18 sampai 23 tahun (mean 20,08 ± 1,33). Data yang diperoleh berupa status bruksisme dan status psikologis berdasarkan hasil kuesioner PHQ9 dan OBC dari DC/TMD axis II. Data dianalisis dengan menggunakan uji Chi-square dan korelasi Spearman. Hasil: Analisis statistik diperoleh korelasi yang signifikan antara bruksisme sewaktu terjaga dengan status psikologis (p = 0,0001), dan pada korelasi bruksisme sewaktu tidur dengan status psikologis (p = 0,0001). Berdasarkan hasil, ada hubungan korelasi signifikan yang rendah antara bruksisme sewaktu terjaga dengan status psikologis (r = + 0,253) dan hampir tidak ada hubungan bruksisme sewaktu tidur dengan status psikologis (r = + 0,187). Kcsimpulan: Ada hubungan antara status bruksisme dengan status psikologis.

B Background: Bruxism is a parafunctional activity that includes clenching, bracing, gnashing and grinding of the teeth that may occur during awake or a sleep. Etiology factors of bruxism can be divided into psychological, peripheral and pathopshysiological. Existing literatures indicate that there is an association between bruxism status and psychological status, but there is no study about the association between these two status for young adult populations in Indonesia. Aim: to observe the association between bruxism status with psychological status in pre-clinical students of Faculty of Dentistry at Trisakti University. Methods: An analytical observational cross sectional study were performed in 525 students (92 males and 433 females) with 18 to 23 years of age (mean 20,08 ± 1,33). Data consisted of bruxism status and psychological status diagnosed by questionnaire PHQ-9 and OBC from the axis II DC/TMD. All data were analyzed using Chi-square and Spearman correlation test. Results: Statistical analyses showed significant correlation between awake bruxism with psychological status ( p = 0,0001), and correlation between sleep bruxism with psychological status ( p = 0,0001). Based on the result, there was a low significant correlation association between awake bruxism with psychological status (r = + 0,253) and in the association between sleep bruxism with psychological status was very low/almost none (r = + 0,187). Conclusion: It can be concluded that, there was an association between bruxism status with psychological status.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?