DETAIL KOLEKSI

Efektivitas formulasi obat kumur nanopartikel kitosan dan kalsium varian satu terhadap pertumbuhan bakteri staphylococcus aureus


Oleh : Pradita Wini Andari

Info Katalog

Nomor Panggil : 611.08 PRA e

Penerbit : FKG - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2017

Pembimbing 1 : Komariah

Subyek : Mouthwashes;Bacteria

Kata Kunci : nano chitosan, mouthwash, xylotrupes gideon, staphylococcus aureus


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2017_TA_KG_040001300143_Halaman-judul.pdf 3257.85
2. 2017_TA_KG_040001300143_Lembar-pengesahan.pdf 988.39
3. 2017_TA_KG_040001300143_Bab-1-Pendahuluan.pdf 1550.96
4. 2017_TA_KG_040001300143_Bab-2-Tinjauan-pustaka.pdf 3052.37
5. 2017_TA_KG_040001300143_Bab-3-Kerangka-teori,-konsep,-dan-hipotesis.pdf 1437.85
6. 2017_TA_KG_040001300143_Bab-4-Metode-penelitian.pdf 3263.12
7. 2017_TA_KG_040001300143_Bab-5-Hasil-penelitian.pdf 2294.15
8. 2017_TA_KG_040001300143_Bab-6-Pembahasan.pdf 1989.47
9. 2017_TA_KG_040001300143_Bab-7-Kesimpulan-dan-saran.pdf 809.63
10. 2017_TA_KG_040001300143_Daftar-pustaka.pdf 1739.55
11. 2017_TA_KG_040001300143_Lampiran.pdf 1756.04

N Nano kitosan yaitu kitosan yang memiliki partikel yang berbentuk padat dengan ukuran sekitar 10 - 1000 nm. Chitosan dalam bentuk nanopartikel ini pun bersifat netral, tidak toksik, dan memiliki stabilitas yang konstan, yang memiliki sifat unggul seperti biodegradability, biocompatibility, non-toxicity, dan terserap. Kitosan berasal dari cangkang hewan laut, jamur, dan serangga seperti kumbang. Pada penelitian ini digunakan kitosan dari cangkang kumbang tanduk (Xylotrupes gideon). Modifikasi fisik kitosan dan kalsium menjadi nanopartikel dapat meningkatkan aktivitasnya dalam obat kumur. Bakteri Staphylococcus aureus diduga menjadi patogen dari berbagai penyakit mulut seperti oral mucositis, peri- implantitis, infeksi endodontik, periodontitis, bahkan karies gigi. Tujuan penelitian ini mengetahui efektifitas dan perbedaan konsentrasi formulasi obat kumur berbasis nanopartikel kitosan dan kalsium dari eksoskeleton kumbang tanduk (X. gideon) terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Penelitian tahap awal membuat formulasi obat kumur, lalu tahap berikutnya menentukan konsentrasi obat kumur nano kitosan dan nano kalsium terbaik menghambat bakteri yaitu 50% (sedang). Hasil uji organoleptik diperoleh kesukaan varian satu dengan rasa dan aroma peppermint, lalu hasil uji fisikokimia meliputi: pH, viskositas, kejernihan, warna dan ukuran partikel cukup stabil. Formulasi obat kumur nano kitosan dan nano kalsium berbagai konsentrasi diuji dengan metode dilusi terhadap S. aureus. Hasil KHM dan KBM terdapat pada konsentrasi 7,81 ppm (1,56%) dan 15,63ppm (3,125%). Dari hasil uji statistik disimpulkan terdapat perbedaan KHM dan KBM pada konsentrasi yang berbeda.

N Nano chitosan is chitosan formed of solid particles with a size about 10-1000 nm. Chitosan in form of nanoparticles is also neutral, non-toxic, and had constant stability, with superior properties such as biodegradability, biocompatibility, nontoxicity, and absorbed. Chitosan is derived from the shells of marine animals, fungi, and insects such as beetles. In this study the use of chitosan is from horn beetle (Xylotrupes gideori) shells. Physical modifications into nanoparticles of chitosan and calcium can increase its activity in mouthwash. Staphylococcus aureus bacteria suspected to be pathogenic of various oral diseases such as oral mucositis, peri-implantitis, endodontic infections, periodontitis, and even dental caries. The purpose of this research is conducted to know the effectiveness and different concentrations of mouthwash formulations based nanoparticles of chitosan and calcium from the exoskeletons of beetles horns (.X gideori) on Staphylococcus aureus. Early stage research made the formulation, the next stage is determining the concentration of mouthwash nano chitosan and nano calcium best inhibiting bacteria is 50% (moderate). Organoleptic test results obtained with the A variant of the flavor and aroma of peppermint, physicochemical test results include: pH, viscosity, clarity, color and particle size is quite stable. Mouthwash formulations nano chitosan and nano calcium concentration range tested by the dilution method on S. aureus. MIC and MBC results contained in concentration 7,81ppm (1.56%) and 15,63ppm (3.125%). From the results of statistical tests concluded there are differences in the MIC and MBC at different concentrations.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?