DETAIL KOLEKSI

Usulan perbaikan kualitas dengan menggunakan metode lean six sigma pada proses produksi toples plastik tipe ratu di PT.Multi Mandiri Plasindo


Oleh : Ferri Fitriadi

Info Katalog

Penerbit : Universitas Trisakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2010

Pembimbing 1 : Rina Fitriana

Subyek : Quality control;Six sigma (Quality control standard);Production control

Kata Kunci : quality improvement proposal, lean six sigma method, plastic jar production process, queen type, PT.


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2010_TA_STI_06303283_Halaman-Judul.pdf 6300.52
2. 2010_TA_STI_06303283_Lembar-Pengesahan.pdf 1378.75
3. 2010_TA_STI_06303283_Bab-1_Pendahuluan.pdf 2360.07
4. 2010_TA_STI_06303283_Bab-2_Landasan-Teori.pdf 14992.08
5. 2010_TA_STI_06303283_Bab-3_Metodologi-Penelitian.pdf 2690.89
6. 2010_TA_STI_06303283_Bab-4_Pengumpulan-Data.pdf 12245.29
7. 2010_TA_STI_06303283_Bab-5_Pengolahan--Data-dan-Analisa.pdf 20056.14
8. 2010_TA_STI_06303283_Bab-6_Usulan-dan-Implementasi-Perbaikan.pdf 8419.55
9. 2010_TA_STI_06303283_Bab-7_Kesimpulan-dan-Saran.pdf 1553.75
10. 2010_TA_STI_06303283_Daftar-Pustaka.pdf 1020.74
11. 2010_TA_STI_06303283_Lampiran.pdf 24682.88

P PT. Multi Mandiri Plasindo merupakan perusahaan industri yang bergerak dibidang manufaktur yang memproduksi berbagai jenis produk plastik. PT. Multi Mandiri Plasindo selalu memperhatikan kualitas pada produk yang telah diproduksinya. Produk yang dihasilkan diantaranya adalah toples ratu, toples rocky, sendok teh, gelas plastik dan lain-lain. Adapun tujuan penelitian yang dilakukan adalah mengetahui berapa nilai Process Cycle Effeciency dan Process Velocity, mengetahui karakteristik cacat dominan serta penyebab dari karakteristik cacat tersebut, dan memberikan gambaran usulan perbaikan kepada perusahaan dan mengimplementasikan usulan tersebut. Produk yang memiliki cacat terbesar adalah toples ratu dan berdasarkan pengamatan yang dilakukan jenis cacat terbesar adalah jenis cacat sobek pada bagian leher body toples. Oleh karena itu digunakan metode Lean Six Sigma untuk memecahkan masalah tersebut, terdiri dari beberapa tahap yaitu define, measure, analyze, improve, dan control. Pengamatan dilakukan dengan menghitung waktu siklus sepanjang aliran proses kemudian dipetakan dengan menggunakan Value Stream Mapping, Kemudian menghitung nilai Process Cycle Efficiency (PCE) dan Process Velocity. Dalam pengolahan data untuk kualitas produk adalah dengan menghitung nilai DPMO yang ada pada proses pembuatan body toples serta menghitung tingkat sigma dalam memenuhi spesifikasi produk pada perusahaan. Hasil pengolahan data yang diperoleh bahwa Process Cycle Efficiency (PCE) sebesar 86,26% dan Process Velocity adalah 26,08 aktivitas per jam, dan DPMO yang diperoleh sebesar 60200 cacat per satu juta peluang dengan tingkat sigma perusahaan sebesar 3,05. Hal ini menunjukkan bahwa kualitas untuk body toples ratu masih jauh dari target perusahaan yang diinginkan. Berdasarkan hasil analisa yang dilakukan diberikan usulan perbaikan kualitas dengan menambahkan operator pada bagian inspeksi hasil blow moulding, penambahan mesin crusher, dan penambahan mesin aduk, perbaikan untuk material handling untuk trolley, penggunaan sarung tangan pada inspeksi body toples dan penggantian pisau cutter untuk proses pemotongan manual, pemberlakuan SOP untuk pemotongan manual. Usulan untuk memperbaiki kualitas yang dilakukan adalah dengan mengganti pisau cutter dan menggunakan sarung tangan pada saat proses inspeksi hasil blow moulding. Hasil usulan perbaikan memperlihatkan perubahan antara lain diperoleh Process Cycle Efficiency (PCE) adalah 83.53%, setelah penambahan operator. DPMO menurun menjadi 52800 dan dan tingkat sigma sebesar 3,12, setelah dilakukan pergantian pisau cutter dan penggunaan sarung tangan pada saat inspeksi hasil blow moulding.

P PT. Multi Mandiri Plasindo is an industrial company engaged in manufacturing that produces various types of plastic products. PT. Multi Mandiri Plasindo always pays attention to the quality of the products it produces. The products produced include queen jars, rocky jars, teaspoons, plastic cups and others. The objectives of this research are to find out the value of Process Cycle Efficiency and Process Velocity, to know the characteristics of the dominant defects and the causes of these defects, and to provide an overview of the proposed improvements to the company and implement the proposals. The product that has the biggest defect is the queen jar and based on observations made the largest type of defect is the type of tear defect on the neck of the jar body. Therefore, the Lean Six Sigma method is used to solve this problem, consisting of several stages, namely define, measure, analyze, improve, and control. Observations were made by calculating the cycle time along the process flow and then mapped using Value Stream Mapping, then calculating the value of Process Cycle Efficiency (PCE) and Process Velocity. In data processing for product quality is to calculate the DPMO value in the process of making the body jar and calculate the level of sigma in meeting product specifications at the company. The results of data processing showed that the Process Cycle Efficiency (PCE) was 86.26% and Process Velocity was 26.08 activities per hour, and the DPMO obtained was 60200 defects per one million opportunities with a company sigma level of 3.05. This shows that the quality for the body of the queen jar is still far from the company's desired target. Based on the results of the analysis carried out, suggestions for quality improvement are given by adding operators to the inspection section of the blow molding results, adding a crusher machine, and adding a stirring machine, improvements to material handling for trolleys, use of gloves on jar body inspection and replacement of cutter blades for manual cutting processes. , application of SOP for manual cutting. The proposal to improve the quality is to replace the cutter blade and use gloves during the inspection process of the blow molding results. The results of the proposed improvements show changes, among others, that the Process Cycle Efficiency (PCE) is 83.53%, after the addition of operators. The DPMO decreased to 52800 and the sigma level was 3.12, after changing the cutter blade and using gloves during the inspection of the blow molding results.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?