DETAIL KOLEKSI

Hubungan asupan mikronutrien vitamin A dengan astenopia pada remaja

4.0


Oleh : Nurul Izzah Amalia

Info Katalog

Nomor Panggil : S 1739

Penerbit : FK - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2021

Pembimbing 1 : Husnun Amalia

Subyek : Nutritional aspects - Asthenopia

Kata Kunci : Micronutrient intake, vitamin A, astenophia, adolescents


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2021_TA_SKD_030001600114_Halaman-Judul.pdf 557.38
2. 2021_TA_SKD_030001600114_Lembar-Pengesahan.pdf 310.77
3. 2021_TA_SKD_030001600114_Bab-1_Pendahuluan.pdf 237.86
4. 2021_TA_SKD_030001600114_Bab-2_Tinjauan-Literatur.pdf 926.97
5. 2021_TA_SKD_030001600114_Bab-3_Kerangka-konsep.pdf 481.83
6. 2021_TA_SKD_030001600114_Bab-4_Metode.pdf 445.98
7. 2021_TA_SKD_030001600114_Bab-5_Hasil.pdf 421.27
8. 2021_TA_SKD_030001600114_Bab-6_Pembahasan.pdf 240.75
9. 2021_TA_SKD_030001600114_Bab-7_Kesimpulan.pdf 322.83
10. 2021_TA_SKD_030001600114_Daftar-Pustaka.pdf 352.35
11. 2021_TA_SKD_030001600114_Lampiran.pdf 1623.46

A Astenopia atau mata lelah adalah penyakit yang ditandai dengan adanya gejala non-spesifik seperti mata tegang, mata lelah, rasa tidak nyaman pada mata, iritasi mata, sensasi panas, serta sakit kepala. Defisiensi vitamin A akan menyebabkan hilangnya lapisan musin air mata dan akan mengakibatkan mata kering, dan mata kering adalah salah satu gejala astenopia. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan asupan mikronutrien vitamin A dengan kejadian astenopia pada remaja.METODEPenelitian ini menggunakan metode analitik observasional dengan pendekatan cross sectional terhadap 191 subyek penelitian yang memenuhi kriteria inklusi maupun eksklusi. Pengumpulan data dilakukan melalui pengisian kuesioner astenopia dan SQFFQ melalui google form di bulan November 2020 pada anak SMA. Analisis dilakukan dengan uji chi-square dan fisher’s exact pada program SPSS versi 26 dengan tingkat kemaknaan sebesar 0,05.HASILTerdapat 170 orang (89%) memiliki asupan mikronutrien vitamin A yang kurang, 173 orang (90,6%) menderita astenopia. Hasil uji chi-square menunjukkan tidak terdapat hubungan antara asupan mikronutrien vitamin A dan riwayat menggunakan kacamata dengan astenopia (p=0,699; p=0,282). Pada analisis hubungan antara asupan mikronutrien vitamin A dengan gejala astenopia, ditemukan terdapat hubungan dengan gejala rasa berat pada mata (p=0,004).KESIMPULANHasil penelitian menunjukkan tidak terdapat hubungan yang bermakna antara asupan mikronutrien vitamin A dengan astenopia pada remaja.

A Astenopia or eye fatigue is a disease characterized by non-specific symptoms such as eye strain, eye fatigue, eye discomfort, eye irritation, a burning sensation, and headaches. Vitamin A deficiency can cause loss of mucin layer and will lead to dry eyes, which dry eyes can be one of the symptoms of asthenopia. The purpose of this study is to determine the relationship between vitamin A micronutrient intake and the incidence of astenophia in adolescents.METHODThis study is an observational analytic method with a cross sectional approach to 191 subyek penelitiants appropriate the inclusion and exclusion criteria. Data collection was carried out by filling in the astenophia and SQFFQ questionnaires via google form in November 2020 for high school students. The analysis was carried out by using the chi-square test and fisher’s exact test in the SPSS version 26 program with a significance level of 0.05.RESULTSThere were 170 people (89%) who had insufficient intake of vitamin A micronutrients, 173 people (90.6%) had astenophia. Chi-square test results showed no relationship between vitamin A micronutrient intake and a history of wearing glasses with astenophia (p=0,699;p=0,282). In the analysis of the relationship between micronutrient intake of vitamin A and astenophia symptoms, it was found that there was an association with severe eye symptoms (p = 0.004).CONCLUSIONThere was no significant relationship between the intake of micronutrient vitamin A and astenophia in adolescents.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?