DETAIL KOLEKSI

Pengaruh nano kitosan kumbang tanduk (xylotrupesgideon) pada derajat deasetilasi berbeda terhadap migrasi human dermal fibroblas


Oleh : Azmi Ihyana

Info Katalog

Nomor Panggil : 611.018 AZM p

Penerbit : FKG - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2018

Pembimbing 1 : Komariah

Subyek : Teeth - Histology

Kata Kunci : nano chitosan, degrees of deacetylation, fibroblast migration

Status Posting : Published

Status : Lengkap


File Repositori
No. Nama File Hal. Link
1. 2018_TA_KG_040001400025_Halaman-judul.pdf
2. 2018_TA_KG_040001400025_Lembar-pengesahan.pdf
3. 2018_TA_KG_040001400025_Bab-1-Pendahuluan.pdf 6
4. 2018_TA_KG_040001400025_Bab-2-Tinjauan-pustaka.pdf 10
5. 2018_TA_KG_040001400025_Bab-3-Kerangka-teori,-konsep,-dan-hipotesis.pdf
6. 2018_TA_KG_040001400025_Bab-4-Metode-penelitian.pdf
7. 2018_TA_KG_040001400025_Bab-5-Hasil-penelitian.pdf
8. 2018_TA_KG_040001400025_Bab-6-Pembahasan.pdf
9. 2018_TA_KG_040001400025_Bab-7-Kesimpulan-dan-saran.pdf
10. 2018_TA_KG_040001400025_Daftar-pustaka.pdf
11. 2018_TA_KG_040001400025_Lampiran.pdf

K Kumbang tanduk {Xylotrupes gideori) merupakan serangga dengan jumlah kitosan lebih besar 48.32% dibandingkan dengan udang sebesar 26,2% yang merupakan kitosan komersial saat ini. Untuk meningkatkan kualitas kitosan dapat dilakukan modifikasi baik secara kimia dengan meningkatkan derajat deasetilasi (DD) ataupun modifikasi secara fisik dengan mengecilkan ukuran partikel kitosan menjadi nanopartikel. Kitosan diketahui berperan dalam proses penyembuhan luka, salah satunya meningkatkan migrasi dari beberapa sel termasuks Sel fibroblas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian nano kitosan DD 85% dan 93% pada 2 jam dan 24 jam pasca pelukaan terhadap percepatan migrasi Human dermal fibroblast (HDF). Penelitian dibagi dalam dua kelompok, kelompok yang diberikan nano kitosan DD 85%, DD 93%, dan kelompok tanpa pemberian nano kitosan. Hasil penelitian pemberian nano kitosan DD 85% dan 93% mampu meningkatkan migrasi HDF pada 2 jam dan 24 jam pasca pelukaan (P<0.05) dibandingkan dengan kelompok tanpa pemberian nano kitosan. Hasil penelitian memperlihatkan pemberian nano kitosan DD 85% dan 93% mampu meningkatkan migrasi HDF dibandingkan tanpa pemberian nano kitosan.

R Rhinoceros beetle (.Xylolrupes gideon) is an insect with more chitosan (48.32%) than shrimp (26.2%), which is the current commercial chitosan. To improve the quality of chitosan, it can be modified either chemically by increasing the degree of deacetylation (DD) or physical modification by shrinking the size of chitosan particles into nanoparticles. Chitosan is known to play a role in the wound healing process, one of which increases the migration of some cells including fibroblast cells. This study was to verily the effect of nano chitosan degree of deacetilation 85% and 93% on 2 hours and 24 hours post-injuiyon human dermal fibroblast (HDF) migration. The study was divided into three groups, the groups given nano chitosan with DD 85%, DD 93%, and the group without nano chitosan. Results of DD 85% and 93% nano chitosan administration were able to increase HDF migration at 2 hours and 24 hours post-injury (P<0.05) compared to the group without nano chitosan. The results showed that DD 85% and 93% nano chitosan were able to increase HDF migration compared to without nano chitosan.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?