DETAIL KOLEKSI

Penilaian tingkat keberhasilan perawatan ortodonti dengan piranti lepasan berdasarkan parameter intermolar distance, inter DM2 distance, dan koreksi anterior crowding : kajian pada pasien anak usia 7-10 tahun di RSGM-P Universitas Trisakti tahun 2017-2019


Oleh : Frida Asima Hutapea

Info Katalog

Nomor Panggil : 617.643 FRI p

Penerbit : FKG - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2021

Pembimbing 1 : Himawan Halim

Subyek : Orthodontics

Kata Kunci : Anterior crowding, inter dm2 distance, intermolar distance, removable orthodontic appliance.


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2021_TA_KG_040001700060_Halaman-judul.pdf 421.19
2. 2021_TA_KG_040001700060_Lembar-pengesahan.pdf 459.36
3. 2021_TA_KG_040001700060_Bab-1-Pendahuluan.pdf 185.71
4. 2021_TA_KG_040001700060_Bab-2-Tinjauan-pustaka.pdf 681.01
5. 2021_TA_KG_040001700060_Bab-3-Kerangka-teori.pdf 126.48
6. 2021_TA_KG_040001700060_Bab-4-Metode-penelitian.pdf 351.57
7. 2021_TA_KG_040001700060_Bab-5-Hasil-penelitian.pdf 448.01
8. 2021_TA_KG_040001700060_Bab-6-Pembahasan.pdf 382.57
9. 2021_TA_KG_040001700060_Bab-7-Kesimpulan-dan-saran.pdf 105.75
10. 2021_TA_KG_040001700060_Daftar-pustaka.pdf 151.4
11. 2021_TA_KG_040001700060_Lampiran.pdf 1084.74

L Latar belakang: Alat ortodonti lepasan merupakan salah satu solusi dari masalah maloklusi di Indonesia. Alat ini dapat mengatasi maloklusi gigi ringan hingga sedang seperti maloklusi kelas I Angle serta dapat dilepas oleh pasien dengan pengawasan dokter gigi. Penilaian tingkat keberhasilan perawatan ortodonti lepasan dapat dilakukan menggunakan pengukuran intermolar dan inter dm2 distance dengan koreksi anterior crowding. Tujuan: Untuk mengetahui tingkat keberhasilan perawatan ortodonti dengan piranti lepasan pada anak berusia 7 – 10 tahun di RSGM -P Universitas Trisakti tahun 2017 -2019 berdasarkan pengukuran intermolar dan inter dm2 distance dengan koreksi anterior crowding. Metode: Penelitian observasional analitik dengan melakukan pengukuran anterior crowding, intermolar, dan inter dm2 distance pada 26 pasang model studi yang dipilih menggunakan metode random sampling di RSGM-P Universitas Trisakti. Hasil: Berdasarkan hasil penelitian diketahui terjadi pelebaran intermolar distance rahang atas pada 19 pasien dan rahang bawah pada 22 pasien dengan rentang nilai 0.5 - 7 mm. Serta dapat dilihat terjadi pelebaran inter dm2 distance rahang atas pada 24 pasien dan rahang bawah pada 23 pasien dengan rentang nilai 0.5 – 4 mm. Diketahui bahwa sebelum dilakukan perawatan ortodonti, seluruh pasien telah memiliki intermolar distance melebihi prediksi/indeks Pont. Kesimpulan: Terdapat perbedaan rata-rata dari pengukuran model studi sebelum dan setelah perawatan ortodonti pada parameter intermolar dan inter dm2 distance rahang atas dan bawah (p < 0.05). Tidak ada perbedaan rata-rata dari pengukuran model studi sebelum dan sesudah perawatan ortodonti pada parameter anterior crowding (p > 0.05).

B Background: Removable orthodontic appliance is one of the solutions of malocclusion problems in Indonesia. This appliance can treat mild to moderate dental malocclusion such as Class I Angle and can be removed by patients under the supervision of a dentist. Assessment of the success rate of removable orthodontic treatment can be performed using intermolar and inter dm2 distance measurements with anterior crowding correction. Objective: To determine orthodontic treatment success rate using removable appliance based on intermolar and inter dm2 distance measurement with anterior crowding correction in children aged 7-10 years at RSGM-P Trisakti University 2017-2019. Methods: The study was observational analytic to perform measurements of anterior crowding, intermolar, and inter dm2 distance on 26 pairs of the study model were selected using random sampling method. Results: 19 patients have increase in width at intermolar distance maxillary parameter and 22 patients at the mandibular (range 0.5 - 7 mm). 24 patients have increase in width at inter dm2 distance maxillary parameter and 23 patients at mandibular (range 0.5 - 4 mm). All patients have intermolar distance exceeds the Pont prediction before orthodontic treatment. Conclusion: There were significant differences at maxillary and mandibular intermolar and inter dm2 distance parameters measurement of the study model before and after orthodontic treatment (p <0.05). There was no significant difference at anterior crowding parameter measurement of the study model before and after orthodontic treatment (p> 0.05).

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?