DETAIL KOLEKSI

Analisis fasies dan lingkungan pengendapan batuan miosen akhir cekungan Banyumas daerah Karangpucung Provinsi Jawa Tengah

0.0


Oleh : Alfritz Christiaan Timothy Latumaerissa

Info Katalog

Nomor Panggil : 1140/TG/2020

Penerbit : FTKE - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2020

Pembimbing 1 : Dr. Ir. M. Burhannudinnur, M.Sc,

Pembimbing 2 : Firman Herdiansyah, S.T., M.T.

Subyek : Sequence stratigraphy;Geology

Kata Kunci : halang formation, sequence stratigraphy, Banyumas basin, turbidite


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2020_TA_STG_072001500007_Halaman-judul.pdf 5326.95
2. 2020_TA_STG_072001500007_Pengesahan.pdf 1100.77
3. 2020_TA_STG_072001500007_Bab-1_Pendahuluan.pdf 1063.65
4. 2020_TA_STG_072001500007_Bab-2_Tinjauan-Literatur.pdf 6505.94
5. 2020_TA_STG_072001500007_Bab-3_Kerangka-konsep.pdf 2133.99
6. 2020_TA_STG_072001500007_Bab-4_Metode.pdf 17463.41
7. 2020_TA_STG_072001500007_Bab-5_Kesimpulan.pdf 816.39
8. 2020_TA_STG_072001500007_Daftar-Pustaka.pdf 1169.31
9. 2020_TA_STG_072001500007_Lampiran.pdf 2197.51

K Kondisi fisik geologi pada suatu daerah memiliki dampak yang berbeda-beda terutama kondisi geologi Formasi Halang yang dikenal juga sebagai daerah lingkungan pengendapan laut dalam atau turbidit. Cekungan Banyumas juga merupakan salah satu cekungan di Indonesia yang menghasilkan hidrokarbon dimana telah banyak ditemukan keterdapataan minyak atau rembesan minyak. Metode yang digunakan pada analisis sekuen stratigrafi ini adalah penelitian langsung dilapangan dengan melihat kondisi, perubahan dan struktur sedimen padalitologi sehingga dapat melakukan korelasi detail untuk mempelajari perkembanganfasies dan lingkungan pengendapan, dan juga didukung dengan data petrografi danjuga data biostratigrafi yang kemudian digabungkan dan dikorelasi dengan datadata yang ada sehingga dapat menghasilkan model paleografi. Berdasarkan hasilpenelitian, Formasi Halang, pada Cekungan Banyumas Karangpucung berumurMiosen Tengah hingga Pliosen Awal dan memiliki asosiasi fasies yaitu submarinechannel, dan supgrafan lobes pada middle fan

T The geological physical conditions in an area have different impacts,especially the geological conditions of the Halang Formation which is also knownas the deep ocean depositional area or turbidite area. The Banyumas Basin is alsoone of the basins in Indonesia that produces hydrocarbons where there are manyoil or oil seepage that have been found. The method used in this sequencesstratigraphy analysis is a direct research at the field by observing the conditions,sedimentary structure and lithology changes in conducting detailed correlations tostudy the development of the facies and the depositional enviorment, and alsosupported by petrographic data and also biostratigraphic data, which are thencombined and correlated with existing data to produce paleographic models. Basedon the results of the study, Halang Formation, Banyumas Basin, Karangpucung isin Middle Miocene to Early Pliocene and has facies associations such as submarinechannels and suprafan lobes in the middle fan.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?