DETAIL KOLEKSI

Usulan perbaikan kualitas proses produksi jacket platform menggunakan metode six sigma dan doe (design of experiment) di PT. Bakrie Construction

4.0


Oleh : Nada Elvina

Info Katalog

Penerbit : FTI - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2021

Pembimbing 1 : Johson Saragih

Pembimbing 2 : Idriwal Mayusda

Subyek : Industry - Quality control;Six sigma (Quality control standard)

Kata Kunci : six sigma, DMAIC, FMEA, 5W+1H, DOE


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2021_TA_STI_063001700059_-Halaman-Judul.pdf 2910.44
2. 2021_TA_STI_063001700059_-Lembar-Pengesahan.pdf 1112.17
3. 2021_TA_STI_063001700059_Bab-1_Pendahuluan.pdf 845.27
4. 2021_TA_STI_063001700059_Bab-2_Tinjauan-Pustaka.pdf 967.68
5. 2021_TA_STI_063001700059_Bab-3_Metodologi-Penelitian.pdf 589.39
6. 2021_TA_STI_063001700059_Bab-4_Analisis-Hasil-dan-Pembahasan.pdf 1872.02
7. 2021_TA_STI_063001700059_Bab-5_Kesimpulan-dan-Saran.pdf 543.74
8. 2021_TA_STI_063001700059_-Daftar-Pustaka.pdf 660.88
9. 2021_TA_STI_063001700059_Lampiran.pdf 984.3

P PT. Bakrie Construction adalah perusahaan yang bergerak dibidang EPC danfabrikasi baja. Produk yang diteliti adalah jacket platform. Permasalahan yangterjadi pada produk ini adalah terdapat cacat pada produk jacket. Tujuan daripenelitian ini adalah untuk mengurangi cacat pada produk jacket denganmenggunakan metode six sigma. Metode six sigma memiliki tahapan DMAIC(define, measure,analyse,improve control). Tahap define, menggunakan diagramSIPOC untuk mengetahui informasi dimulai dari supplier sampai customer, danmenggunakan critical to quality untuk menentukan karakteristik kualitas. Tahapmeasure, menggunakan peta kendali Xbar dan R, dan peta kendali c, lalumelakukan perhitungan DPMO dan tingkat sigma. Pada peta C nilai DPMO sebesar54750 dan tingkat sigma sebesar 3,1 sigma, dan pada peta valiabel nilai cpk sebesar0,55. Tahap analyze untuk menganalisa penyebab dari permasalahan denganmenggunakan diagram pareto untuk mengetahui cacat dominan, diagram ishikawauntuk mengetahui faktor-faktor dari penyebab permasalahan, dan FMEA untuukmengindentifikasi potensi kegagalan dan perhitungan depan RPN. Berdasarkannilai RPN didapatkan potensi kegagalan tertinggi pada cacat porosity denganpenyebab kegagalan adalah kawat las lembab dan nilai RPN sebesar 294, potensikegagalan tertinggi kedua pada cacat slag lines dengan penyebab kegagalan adalahjenis elektroda untuk pengelasan tidak sesuai dan nilai RPN sebesar 252, potensikegagalan tertinggi ketiga pada uji kuat hasil pengelasan dengan penyebabkegagalan adalah diameter elektroda dan arus ampere yang digunakan pada saatpengelasan tidak sesuai dan nilai RPN sebesar 150. Tahap improve untukmemberikan usulan perbaikan dengan menggunakan 5W+1H dan DOE. Tahapcontrol pada penelitian ini tidak dapat dilakukan karena kegiatan implementasiusulan perbaikan tidak bisa dilaksanakan di perusahaan. Kondisi Pandemi saat inimenyebabkan proses produksi pada perusahaan diberhentikan. Sehingga Usulanperbaikan yang diberikan untuk cacat porosity adalah menggunakan electrodewelding dryer, untuk cacat slag lines menggunakan form pemeriksaan elektroda,dan untuk cacat hasil pengelasan menggunakan DOE, dan didapatkan hasildiameter elektroda sebesar 4mm dan arus ampere sebesar 160A adalah faktor danlevel yang baik untuk mendapatkan hasil kuat pengelasan yang baik.

P PT. Bakrie Construction is a company engaged in EPC and steel fabrication. Theproduct under study was jacket platform. The problem that occurs in this productis that there are defects in the jacket product.The purpose of this research is toreduce defects in jacket products by using themethod six sigma. The method of sixsigma has DMAIC stages (define, measure, analyze, improve control). The definestage, using SIPOC diagram to find out information starting from supplier tocustomer, and using critical to quality to determine quality characteristics. Themeasure stage, using Xbar and R control charts, and c control charts, thencalculates DPMO and sigma levels. The DPMO value is 54750 and the sigma levelis 3.1 sigma on c map, and the cpk value on the variable map is 0.55. Analyze stageto analyze the cause of the problem by using pareto diagram to find out thedominant defect, ishikawa diagram to know the factors of the problem, and FMEAto identify potential failures and calculations ahead of RPN. Based on rpn valueobtained the highest potential failure in porosity defects with the cause of failure ismoist welding wire and RPN value is 294, the second highest potential failure ondefects slag lines with the cause of failure is the type of electrode for welding is notappropriate and rpn value is 252, the third highest potential failure in strong testwelding results with the cause of failure is the electrode diameter and amperecurrent used at the time of welding and the RPN value is 150. Improve stage toprovide improvement propose using 5W+1H and DOE. The control stage in thisstudy cannot be done because the implementation activities of proposedimprovements cannot be carried out in the company. The current pandemiccondition has caused the company's production process to be terminated. TheProposed improvements obtained for porosity defects are using electrode weldingdryer, for defects slag lines using electrode inspection form, and for welding defectsusing DOE, and the result obtained are the electrode diameter of 4mm and amperecurrent of 160A is a good factor and level to get a good welding strength result

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?