DETAIL KOLEKSI

Minimasi human error untuk mengendalikan kecelakaan kerja oleh teknisi lapangan di PT. Xyz


Oleh : Alya Adani

Info Katalog

Penerbit : FTI - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2021

Pembimbing 1 : Nora Azmi

Pembimbing 2 : Novia Rahmawati

Subyek : Human engineering;Occupational health and safety

Kata Kunci : human error, work accident, job safety analysis (jsa), cognitive reliability and error analysis meth


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2021_TA_STI_063001700022_Halaman-Judul.pdf 322.87
2. 2021_TA_STI_063001700022_Lembar-Pengesahan.pdf 201.73
3. 2021_TA_STI_063001700022_Bab-1_Pendahuluan.pdf 139.42
4. 2021_TA_STI_063001700022_Bab-2_Tinjauan-Pustaka.pdf 460
5. 2021_TA_STI_063001700022_Bab-3_Metodologi-Penelitian.pdf 265.5
6. 2021_TA_STI_063001700022_Bab-4_Analisis-Hasil-dan-Pembahasan.pdf 2368.84
7. 2021_TA_STI_063001700022_Bab-5_Kesimpulan-dan-Saran.pdf 108.31
8. 2021_TA_STI_063001700022_Daftar-Pustaka.pdf 153.23
9. 2021_TA_STI_063001700022_Lampiran.pdf 251.18

P PT. XYZ merupakan satu-satunya perusahaan yang bergerak sebagai produsen Alkylbenzene (AB) di Indonesia. Salah satu kegiatan yang dilakukan dalam departemen produksi adalah adanya annual shut-down atau inspeksi sekaligus perbaikan yang berkaitan dengan vessel. Terjadinya kecelakaan kerja sebanyak 5 kali dari tahun 2017-2020 disebabkan karena adanya faktor human error yang berpengaruh pada kesehatan dan keselamatan kerja. Tujuan penelitian ini adalah untuk dapat mengidentifikasi dan mengukur nilai probabilitas terjadinya human error serta memberikan usulan perbaikan dengan menggunakan metode JSA dan CREAM. Hasil identifikasi yang didapat melalui metode JSA menunjukkan bahwa seluruh kegiatan perbaikan vessel memiliki aktivitas error yang disebabkan karena faktor human error dari teknisi lapangan. Identifikasi error tersebut kemudian diklasifikasikan sesuai dengan jenis kegagalan fungsi kognitif pada metode CREAM. Hasil penelitian menunjukkan nilai Cognitive Failure Probabiity atau Human Error Probability (HEP) tertinggi sebesar 0.576. Hasil tersebut menunjukkan bahwa human error yang dialami teknisi adalah berupa sikap teknisi yang mengabaikan penggunaan APD, tidak adanya prosedur pada kegiatan penarikan tray menggunakan katrol, kurangnya pengetahuan mengenai safety serta kondisi area kerja yang berantakan. Usulan perbaikan untuk meminimasi human error dalam mengendalikan kecelakaan kerja dari teknisi lapangan yang telah di setujui oleh pihak PT. XYZ berupa penyediaan fasilitas APD yang sesuai dengan pekerjaan, rancangan SOP, peringatan dan perhatian mengenai safety, serta penerapan prinsip 5S dalam bekerja.

P PT. XYZ is the only company engaged as a producer of Alkylbenzene (AB) in Indonesia. One of the activities carried out in the production department is the annual shut-down or inspection as well as repairs related to vessels. The occurrence of work accidents 5 times from 2017-2020 is due to human error factors that affect occupational health and safety. The purpose of this study is to be able to identify and measure the probability value of human error and provide suggestions for improvement using the JSA and CREAM methods. The identification results obtained through the JSA method indicate that all vessel repair activities have error activities caused by human error factors from field technicians. The error identification then be classified according to the type of cognitive function failure in the CREAM method. The results showed the highest Cognitive Failure Probabiity or Human Error Probability (HEP) value was 0.576. These results indicate that the human error experienced by technicians is like the attitude of technicians ignoring the use of PPE, the absence of procedures for pulling trays using pulleys, lack of knowledge about safety and messy work area conditions. Proposed improvements to minimize human error in controlling work accidents from field technicians that have been approved by the PT. XYZ in the form of the provision of PPE facilities in accordance with the work, sop design, warnings and concerns about safety, as well as the application of 5S principles in work.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?