DETAIL KOLEKSI

Penjadwalan produksi menggunakan metode shortest processing time dan weighted shortest processing time untuk meminimasi makespan di PT. Karya Paduyasa


Oleh : Erzza Milleandy Ashar

Info Katalog

Penerbit : FTI - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2021

Pembimbing 1 : Docki Saraswati

Pembimbing 2 : Debbie Kemala Sari

Subyek : Industry;Management

Kata Kunci : production scheduling, hybrid and flexible flowshop, shortest processing time, weighted shortest pro


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2021_TA_STI_063001700018_Halaman-Judul.pdf 753
2. 2021_TA_STI_063001700018_Lembar-Pengesahan.pdf 170.57
3. 2021_TA_STI_063001700018_Bab-1_Pendahuluan.pdf 126.53
4. 2021_TA_STI_063001700018_Bab-2_Tinjauan-Pustaka.pdf 968.17
5. 2021_TA_STI_063001700018_Bab-3_Metodologi-Penelitian.pdf 1954.93
6. 2021_TA_STI_063001700018_Bab-4_Analisis-Hasil-dan-Pembahasan.pdf 1909.52
7. 2021_TA_STI_063001700018_Bab-5_Kesimpulan-dan-Saran.pdf 82.77
8. 2021_TA_STI_063001700018_Daftar-Pustaka.pdf 192.99
9. 2021_TA_STI_063001700018_Lampiran.pdf 517.71

P PT. Karya Paduyasa merupakan perusahaan industri yang didirikan untuk memenuhi kebutuhan industri dalam negeri pada bidang permesinan manufaktur. Produk yang dihasilkan PT. Karya Paduyasa yaitu komponen alat berat dan proses manufaktur yang diterapkan oleh perusahaan yaitu make to order. Permasalahan yang dihadapi perusahaan yaitu tidak dapat memehuni permintaan pelanggan dalam waktu yang telah ditentukan. Penelitian dilakukan pada 10 produk dengan 29 job menggunakan 13 stasiun kerja dan jenis produksi Hybrid and Flexible Flowshop. Penelitian ini bertujuan untuk membantu perusahaan dalam mengurangi keterlambatan dengan meminimasi waktu penyelesaian seluruh job (makespan). Metode yang digunakan perusahaan dengan karakteristik First Come First Serve (FCFS) yaitu urutan penyelesain waktu proses produksi berdasarkan urutan kedatangannya menghasilkan makespan sebesar 3349 menit dengan 4 produk yang mengalami keterlambatan. Alternatif pertama menggunakan metode shortest processing time (SPT) menghasilkan makespan sebesar 3237 menit dengan 3 produk yang mengalami keterlambatan. Alternatif kedua menggunakan metode weighted shortest processing time (WSPT) menghasilkan makespan sebesar 3030 menit dengan 1 produk yang mengalami keterlambatan.

P PT. Karya Paduyasa is an industrial company that was established to meet the needs of the domestic industry in the field of manufacturing machinery. Products produced by PT. Karya Paduyasa is a component of heavy equipment and the manufacturing process applied by the company is make to order. The problem faced by the company is that it cannot fulfill customer requests within the allotted time. The research was conducted on 10 products with 29 jobs using 13 work stations and the type of production Hybrid and Flexible Flowshop. This study aims to assist companies in delaying delays by minimizing the completion time of all work (makespan). The method used by the company with the characteristics of First Come First Serve (FCFS) is the order of completion of the production process time based on the order of arrival resulting in 3349 minutes with 4 products experiencing delays. The first alternative using the shortest processing time (SPT) method produces a makespan of 3237 minutes with 3 products experiencing delays. The second alternative using the weighted shortest processing time (WSPT) method produces a makespan of 3030 minutes with 1 product experiencing delays.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?