DETAIL KOLEKSI

Perbaikan perhitungan harga akhir yang mempengaruhi break even point denganmenggunakan pendekatan job costing pada produk cover di PT. Putra Bungsu


Oleh : Gidan Rasendrianto

Info Katalog

Penerbit : FTI - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2021

Pembimbing 1 : Docki Saraswati

Pembimbing 2 : Debbie Kemala Sari

Subyek : Management;Production standards

Kata Kunci : production system, final price, cost of goods manufacturing, job costing,, full costing, break even


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2021_TA_STI_063001700012_Halaman-Judul.pdf 514.52
2. 2021_TA_STI_063001700012_Lembar-Pengesahan.pdf 149.16
3. 2021_TA_STI_063001700012_Bab-1_Pendahuluan.pdf 244.03
4. 2021_TA_STI_063001700012_Bab-2-_Tinjauan-Pustaka.pdf 322.58
5. 2021_TA_STI_063001700012_Bab-3_Metodologi-Penelitian.pdf 195.32
6. 2021_TA_STI_063001700012_Bab-4_Analisis-Hasil-dan-Pembahasan.pdf 1061.98
7. 2021_TA_STI_063001700012_Bab-5_Kesimpulan-dan-Saran.pdf 208.01
8. 2021_TA_STI_063001700012_Daftar-Pustaka.pdf 187.42
9. 2021_TA_STI_063001700012_Lampiran.pdf 1224.27

P PT Putra Bungsu adalah perusahaan yang bergerak di Industri Alat berat dan menjadi supplier dari PT. Komatsu Indonesia. Penelitian ini difokuskan terhadap aliran sistem produksi yang membutuhkan variable cost dan fixed cost pada produk Cover. Permasalahan yang dihadapi ialah tingkat akurasi yang rendah dalam pengolahan perhitungan harga akhir dari suatu produk. Proses perhitungan dengan metode Job Costing bertujuan untuk mendapatkan harga pokok produksi yang mencakup seluruh biaya yang dikeluarkan dan dilanjutkan dengan menghitung Harga Akhir dengan menggunakan penyesuaian Full Costing. Pengolahan dengan metode Full Costing ini digunakan untuk memberikan % penyesuaian terhadap harga pokok produksi untuk mencapai Harga Akhir. Perhitungan Harga Akhir dengan pendekatan yang digunakan perusahaan saat ini didapatkan hasil Rp. 319.000,-. Harga Akhir yang diusulkan menggunakan metode Job Costing serta memperhatikan penyesuaian Full Costing didapatkan hasil Rp. 367.549,- untuk digunakan dalam menentukan Break Even Point. Berdasarkan harga akhir usulan tersebut diberikan alternatif solusi untuk mengetahui Break Even Point. Untuk alternatif pertama dengan keuntungan 0% dan Harga Akhir di Rp. 367.549,- maka Break Even Point pada 375 unit. Dengan penggunaan alternatif ke 2, pendekatan dilakukan untuk mencapai keuntungan di 20% didapatkan Break Even Point pada 1262 unit. Penggunaan alternatif ke 3 dengan pendekatan keuntungan 15%, maka Break Even Point pada 1040 unit. Berikutnya dilakukan pengolahan dengan memasukan Harga Akhir berdasarkan metode yang digunakan perusahaan saat ini yaitu Rp. 319.000,- dan dilakukan pendekatan unit mendekati 1040 unit yaitu angka yang mendekati nilai peramalan produksi untuk produk ini. Alternatif dengan pendekatan keuntungan 15% dan Harga Akhir di Rp. 367.549 menjadi alternatif yang terpilih karena menjadi acuan hitungan yang mendekati data peramalan produksinya dan lebih terukur untuk dapat tercapai

P PT Putra Bungsu is a company engaged in the Heavy Equipment Industry and is a supplier of PT. Komatsu Indonesia. This research is focused on the flow of production systems that require variable costs and fixed costs on Cover products. The problem faced is the low level of accuracy in processing the final price calculation of a product. The calculation process using the Job Costing method aims to obtain the cost of production that includes all costs incurred and is continued by calculating the Final Price using Full Costing adjustments. Processing with the Full Costing method is used to provide % adjustments to the cost of production to reach the Final Price. Final Price Calculation with the approach used by the company at this time obtained the results of Rp. 319,000,-. The proposed final price using the Job Costing method and paying attention to the Full Costing adjustment, the results are Rp. 367,549,- to be used in determining the Break Even Point. Based on the final price, an alternative solution is given to determine the Break Even Point. For the first alternative with 0% profit and Final Price at Rp. 367,549,- then Break Even Point at 375 units. With the use of alternative 2, the approach is taken to achieve a profit of 20% to get a Break Even Point at 1262 units. The use of the 3rd alternative with a 15% profit approach, then the Break Even Point is at 1040 units. Next, processing is carried out by entering the Final Price based on the method used by the company at this time, namely Rp. 319,000, - and the unit approach is approached to 1040 units, which is a number that is close to the production forecast value for this product. Alternative with 15% profit approach and Final Price at Rp. 367,549 became the chosen alternative because it became a reference for calculations that were close to the production forecasting data and were more measurable to achieve.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?