DETAIL KOLEKSI

Efek pengembangan formulasi pasta kalsium hidroksida terhadap jumlah koloni enterococcus faecalis sebagai medikamen saluran akar (Laporan Penelitian)


Oleh : Tengku Elisa Berlianti

Info Katalog

Nomor Panggil : 617.634 2 BER e

Penerbit : FKG - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2021

Pembimbing 1 : Dr. drg. Eko Fibryanto, Sp.KG (K)

Pembimbing 2 : drg. Melaniwati, Sp.KG

Subyek : Endodontics;Root canal therapy

Kata Kunci : root canal treatment, intracanal medicament, calcium hydroxide


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2021_TA_KG_040001700186_Halaman-Judul.pdf 228.47
2. 2021_TA_KG_040001700186_Lembar-Pengesahan.pdf 264.82
3. 2021_TA_KG_040001700186_Bab-1_Pendahuluan.pdf 204.78
4. 2021_TA_KG_040001700186_Bab-2_Tinjauan-Pustaka.pdf 249.69
5. 2021_TA_KG_040001700186_Bab-3_Kerangka-Teori,-Kerangka-Konsep,-Hipotesis.pdf 194.34
6. 2021_TA_KG_040001700186_Bab-4_Metode-Penelitian.pdf 284.64
7. 2021_TA_KG_040001700186_Bab-5_Hasil-Penelitian.pdf 226.03
8. 2021_TA_KG_040001700186_Bab-6_Pembahasan.pdf 229.54
9. 2021_TA_KG_040001700186_Bab-7_Kesimpulan-dan-Saran.pdf 211.55
10. 2021_TA_KG_040001700186_Daftar-Pustaka.pdf 268.57
11. 2021_TA_KG_040001700186_Lampiran.pdf 1188

L Latar Belakang: Keberadaan mikroorganisme yang sulit dihilangkan menyebabkan kegagalan perawatan saluran akar. Hal ini menunjukkan adanya bakteri fakultatif khususnya Enterococcus faecalis yang menyebabkan infeksi. Beberapa penelitian menyebutkan instrumentasi dan irigasi saluran akar seringkali tidak mencukupi sehingga perlu ditambahkan medikamen intrakanal. Hal tersebut menjadikan medikamen intrakanal sebagai suatu hal yang penting dilakukan untuk mengeliminasi jaringan yang terinfeksi dan bakteri. Tujuan: Untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan efektivitas antara pengembangan formulasi baru kalsium hidroksida dengan produk jadi pasta kalsium hidroksida terhadap jumlah koloni Enterococcus faecalis dalam saluran akar gigi. Metode: Jumlah 35 sampel gigi premolar mandibula dibagi menjadi 5 kelompok, kemudian gigi dipotong pada bagian cementoenamel junction menggunakan diamond disc bur, tentukan panjang kerja yaitu menjadi 17mm dan lakukan preparasi saluran akar diikuti dengan irigasi. Setelah itu lakukan pembuatan BHI, kultur bakteri Enterococcus faecalis, inokulasi, pembuatan formulasi pasta kalsium hidroksida, aplikasi medikamen intrakanal, inkubasi sampel selama 7 hari, kemudian hitung jumlah koloni dalam CFU. Hasil: Uji one-way ANOVA menunjukkan bahwa ada perbedaan bermakna antara kelompok pengembangan formulasi baru pasta kalsium hidroksida dengan produk jadi. Uji Post-Hoc Tukey menunjukkan bahwa terdapat perbedaan bermakna diantara kelompok pengembangan formulasi baru pasta kalsium hidroksida dan produk jadi pasta kalsium hidroksida lain terhadap jumlah koloni Enterococcus faecalis (p>0,05) yaitu pada kelompok 1 g dengan 1,5 g, 2 g dan kelompok kontrol yaitu calcipex. Sebaliknya, tidak terdapat perbedaan yang bermakna antara kelompok kontrol yaitu calcipex dengan kelompok formulasi baru 1.5 g dan 2 g. Kesimpulan : Terdapat perbedaan antara keefektifan pengembangan formulasi baru pasta kalsium hidroksida dengan produk jadi pasta kalsium hidroksida di pasaran terhadap jumlah koloni Enterococcus faecalis dalam saluran akar gigi.

B Backgrounds: The existence of microorganisms which are difficult to remove can caused failure in the root canal treatment. This showed the presence of facultative bacteria especially Enterococcus faecalis which can cause infection. Several researches stated that the instrumentation and irrigation of root canal often insufficient therefore the addition of intracanal medicament is needed. This makes the intracanal medicament as an important thing to be done to eliminate the infected tissue and bacteria. Objective: To determine whether there is a difference in the effectiveness between the development of initial formulation of calcium hydroxide in the form of root canal paste with other calcium hydroxide root canal paste products on the market on the total colonies of Enterococcus faecalis in the root canal. Methods: : 35 samples mandibular premolar teeth are divided into 5 groups, then teeth are cut in the cementoenamel junction area using diamond disc bur, determining the work area to 17mm and conducting the preparation of root canal followed by irrigation. After that, conduct the making of BHI, Enterococcus faecalis bacteria culture, inoculation, the formulation making of calcium hydroxide root canal paste, application of intracanal medicament, sample incubation for 7 days, then calculate the total colonies in the CFU. Results: ANOVA one-way test showed that there is a significant difference between new formulation development of calcium hydroxide group and final product. Post-Hoc Tukey test showed that there is a significant difference between new formulation development of calcium hydroxide group and other calcium hydroxide root canal paste final products on the total colonies of Enterococcus faecalis (p>0,05) namely in the 1 g group with 1,5 g, 2 g and control group which is calcipex. On the contrary, there is no significant difference between control group which is calcipex and 1,5 g and 2 g new formulation group.Conclusion: There is a difference between the effectiveness on the development of calcium hydroxide new formulation in the form of a paste with calcium hydroxide finished products in the market towards the number of colonies of Enterococcus faecalis in the root canal of teeth

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?