DETAIL KOLEKSI

Usulan perbaikan kualitas part impeller 50x40 fsh berdasarkan metode failure mode and effect analysis (FMEA) dan root cause analysis (RCA) di PT Ebara Indonesia


Oleh : Danindra Danindrya

Info Katalog

Penerbit : FTI - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2018

Pembimbing 1 : Wawan Kurniawan

Subyek : Product - Quality control

Kata Kunci : diagram ishikawa, FMEA, RCA, 5W-1H


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2018_TA_STI_06312106_Halaman-Judul.pdf 627.18
2. 2018_TA_STI_06312106_Lembar-Pengesahan.pdf 707.3
3. 2018_TA_STI_06312106_Bab-1_Pendahuluan.pdf 273.86
4. 2018_TA_STI_06312106_Bab-2_Tinjauan-Pustaka.pdf 375.24
5. 2018_TA_STI_06312106_Bab-3_Metodologi-Penelitian.pdf 284.35
6. 2018_TA_STI_06312106_Bab-4_Pengumpulan-Data.pdf 1359.65
7. 2018_TA_STI_06312106_Bab-5_Pengolahan-Data.pdf 418.14
8. 2018_TA_STI_06312106_Bab-6_Aanlisis-Hasil-dan-Pembahasan.pdf 464.46
9. 2018_TA_STI_06312106_Bab-7_Kesimpulan-dan-Saran.pdf 159.96
10. 2018_TA_STI_06312106_Daftar-Pengesahan.pdf 174.97
11. 2018_TA_STI_06312106_Lampiran.pdf 1250.5

P PT. Ebara Indonesia merupakan perusahaan pembuat pompa pertama yang didirikan pada tahun 1980. Perusahaan memproduksi delapan jenis model pompaair. Model pompa air yang diproduksi terdiri dari part impeller sebagai intinya.Impeller yang diteliti adalah impeller 50x40 FSH yang digunakan untuk pompajenis FSH dari model FSA. Pada periode bulan Januari-Maret 2017 dengan jumlahproduksi 675 part, terdapat produk reject sebanyak 52 part dengan persentasecacat 7,70%. Pada tiap bulannya yaitu Januari dengan persentase cacat 7,36%,Febuari dengan persentase cacat 8,36% dan Maret dengan persentase cacat 7,14%melebihi persentase target gagal perbulannya sebesar 2%. Untuk itu penelitian inimenggunakan metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) untukmengetahui potensi penyebab kegagalan tertinggi. Dari hasil pengolahan datadengan metode FMEA, didapatkan bahwa kegagalan dengan nilai RPN tertinggiadalah gelombang pada proses pouring dengan nilai RPN 245. Nilai RPN tertinggiselanjutnya diidentifikasi akar penyebab masalahnya menggunakan metode RootCause Analysis (RCA) dengan alat bantu diagram ishikawa untukmengidentifikasi hubungan antara sebab dan akibat agar dapat menemukan akarpenyebab dari suatu permasalahan. Faktor-faktor yang didapat selanjutnyadievaluasi untuk menentukan penanggulangan terbaik yang harus dilakukan padabentuk kegagalan dengan menggunakan metode 5W-1H. Hasil evaluasi berupausulan perancangan ladle baru dan membuat standar langkah kerja proses pouring

P PT. Ebara Indonesia is the first pump maker company founded in 1980. Thecompany produces eight types of water pump models. The water pump modelproduced consists of impeller parts as the core. The impeller researched is animpeller 50x40 FSH used for FSH type pumps from the FSA model. In theJanuary-March 2017 period with a total production of 675 parts, there are 52reject products with a defect percentage of 7.70%. Each month in January with adefect percentage of 7.36%, February with a defect percentage of 8.36% andMarch with a defect percentage of 7.14% exceeding the percentage of failedtargets per month at 2%. For that reason, this study uses the Failure Mode andEffect Analysis (FMEA) method to determine the highest potential causes offailure. From the results of data processing with the FMEA method, was foundthat failure with the highest RPN value was a wave in the pouring process withRPN 245 value. The highest RPN value is then identified the root cause of theproblem using the Root Cause Analysis (RCA) method with Ishikawa diagramtools to identify the relationship between cause and effect in order to find the rootcause of a problem. The factors obtained are then evaluated to determine the bestcountermeasures that must be taken in the form of failure using the 5W-1Hmethod. Evaluation results in the form of proposals for designing a new ladle andcreating a standard work step for the pouring process

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?