DETAIL KOLEKSI

Reduksi kandungan logam pada air limbah secara fitoremediasi


Oleh : Inong Fatimah

Info Katalog

Nomor Panggil : -

Penerbit : FALTL - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2001

Pembimbing 1 : Diana Hendrawan, Msi

Pembimbing 2 : Drs. M. Udiharto

Subyek : Industrial waste - Management

Kata Kunci : Mut pidv wastewater, metals, metal waste treatment


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2001_TA_STL_08296061_Halaman-judul.pdf 3445.69
2. 2001_TA_STL_08296061_Lembar-pengesahan.pdf 765.88
3. 2001_TA_STL_08296061_Bab-1_Pendahuluan.pdf 817.51
4. 2001_TA_STL_08296061_Bab-2_Tinjauan-pustaka.pdf 2290.13
5. 2001_TA_STL_08296061_Bab-3_Metodologi-penelitian.pdf 821.87
6. 2001_TA_STL_08296061_Bab-4_Hasil-dan-pembahasan.pdf 2190.41
7. 2001_TA_STL_08296061_Bab-5_Kesimpulan-dan-saran.pdf 549.74
8. 2001_TA_STL_08296061_Daftar-pustaka.pdf 573.98
9. 2001_TA_STL_08296061_Lampiran.pdf 3694.76

A Air limbah mud pit adalah limbah yang berasal dari lumpur bekas pengeboran minyak, selama ini belum ada pengolahan yang khusus untuk air limbah mud pit, tetapi hanya ditampung pada sebuah pit (kolam). Jika limbah ini tidak ditangani dengan benar dapat menimbulkan pencemaran ke lingkungan . karena dalam limbah mud pit ini banyak terkandung logam, baik logam berat maupun logam ringan seperti Al, Ca, Cd, Co, Cr, Cu, Fe, Mg, Mn, Ni, Pb dan Zn. Berdasarkan hal tersebut diperlukan suatu proses pengolahan limbah logam-logam berat yang murah dan ramah lingkungan. Salahsatunya adalah proses pengolahan dengan menggunakan tanaman. Dimana dikenal sebagai proses Fitoremediasi.Secara alami dimana kondisi tanpa kendali, proses reduksi logam berat dengan fitoremediasi umumnya terdiri dari dua mekanisme yang melibatkan proses active uptake dan passive uptake. pada sat ion logam tersebar pada permukaan air, ion akan mengikat pada bagian akar tanaman berdasarkan kemampuan daya affinitas kimia yang dimilikinya.Pada penelitian ini dibagi atas dua tahap, penelitian pendahuluan dan penelitian lanjutan. Penelitian pendahuluan dilakukan untuk memilih dua tanaman yang memiliki daya reduksi paling efektif. Tiga tanaman air tersebut adalah Azolla microphylla, Salvinia molesta dan Spirodela polyrhiza. Dua tanaman terpilih akan digunakan pada penelitian lanjutan.Hasil analisis penelitian pendahuluan menunjukkan bahwa penurunan tertinggi dari masing-masing tanaman air dalam mereduksi logam adalah: 89,55% untuk logam Mn oleh A. microphylla; 93,75% untuk loga Ni oleh S. molesta; dan 80% untuk logam Cd oleh S. polyrhiza. Sehingga yang digunakan pada tahap lanjutan adalah A. microphylla dan S. molesta.Dari hasil uji data statistic metode ANOVA dengan dua faktor, didapatkan bahwa hasil uji interaksi A. microphylla dengan penurunan kandungan logam dalam air limbah adalah 95,6%, sedangkan S. molesta memiliki interaksi dengan penurunan kandungan logam dalam air limbah sebesar 91,3%.artinya tanaman air A. microphylla dan S. molesta memiliki hubungan dengan penurunan kandungan logam dalam air limbah.Sedangkan koefisien laju penurunan untuk A. microphylla memiliki kisaran antara 0,015 – 0,136. Dan koefisien kisaran untuk S. molesta adalah 0,014 – 0,163.

M Mud pit wastewater is waste originating from the mud used from oil drilling, so far there has been no special treatment for mud pit waste water, but it is only accommodated in a pit (pond). If this waste is not handled properly, it can cause pollution to the environment. because in this mud pit waste contains a lot of metals, both heavy and light metals such as Al, Ca, Cd, Co, Cr, Cu, Fe, Mg, Mn, Ni, Pb and Zn. Based on this, a cheap and environmentally friendly heavy metal waste treatment process is needed. One of them is the processing process using plants. Which is known as the Phytoremediation process.Naturally where conditions are out of control, the process of reducing heavy metals by phytoremediation generally consists of two mechanisms involving active uptake and passive uptake processes. When the metal ions are scattered on the surface of the water, the ions will bind to the roots of the plant based on the ability of their chemical affinity.This research is divided into two stages, preliminary research and further research. Preliminary research was conducted to select the two plants that had the most effective reducing power. The three aquatic plants are Azolla microphylla, Salvinia molesta and Spirodela polyrhiza. The two selected plants will be used in further research.The results of preliminary research analysis showed that the highest reduction of each water plant in reducing metals was: 89.55% for Mn by A. microphylla; 93.75% for Ni loga by S. molesta; and 80% for Cd metal by S. polyrhiza. So that what is used at the next stage is A. microphylla and S. molesta.From the statistical data test results of the ANOVA method with two factors, it was found that the result of the interaction test of A. microphylla with a decrease in metal content in wastewater was 95.6%, while S. molesta had an interaction with a decrease in metal content in wastewater by 91.3%. This means that the aquatic plants A. microphylla and S. molesta have a relationship with a decrease in metal content in wastewater.Meanwhile, the reduction rate coefficient for A. microphylla has a range between 0.015 - 0.136. And the range coefficient for S. molesta is 0.014 - 0.163.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?