DETAIL KOLEKSI

Revitalisasi kawasan Taman Ismail Marzuki di Kota Jakarta dengan pendekatan neo vernakular


Oleh : Agustina Wulandari

Info Katalog

Penerbit : FTSP - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2021

Pembimbing 1 : Dermawati

Pembimbing 2 : Endhi Ibuhindar Poernomo

Subyek : Architecture - Conservation and restoration

Kata Kunci : neo vernacular, social and culture


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2020_SAR_052001600005_Halaman-judul.pdf 1155.3
2. 2020_SAR_052001600005_Lembar-pengesahan.pdf 830.36
3. 2020_SAR_052001600005_Bab-1_Pendahuluan.pdf 1402.79
4. 2020_SAR_052001600005_Bab-2_Kajian-pustaka.pdf 2448.85
5. 2020_SAR_052001600005_Bab-3_Analisa-Pemograman.pdf 3251.77
6. 2020_SAR_052001600005_Bab-4_Konsep-programatik.pdf 3065.11
7. 2020_SAR_052001600005_Bab-5_Pengembangan-perancangan.pdf 4700.05
8. 2020_SAR_052001600005_Daftar-pustaka.pdf 943.99
9. 2020_SAR_052001600005_Lampiran.pdf 11959.24

T Taman Ismail Marzuki akan direvitalisasi dengan tujuan mengembalikan masa keemasan dan kejayaan ruang seni di Jakarta, dan untuk merespon rencana pengembangan Kecamatan Menteng yang direncanakan sebagai kawasan Strategis Kepentingan Sosial dan Budaya. Rencana pengembangan Taman Ismail Marzuki akan direalisasikan dengan pendekatan Neo Vernakular untuk mengembalikan fungsi ruang luar sebagai kegiatan kesenian, dan tetap menghargai keberadaan cagar budaya di dalam kawasan Taman Ismail Marzuki. Hasil yang diperoleh yaitu, mengutamakan ruang luar sebagai ruang bersosial dan kawasan berorientasi pejalan kaki.

T Taman Ismail Marzuki will be revitalized with the aim of restoring the golden age and glory of the art space in Jakarta, and responding to the planned development of the Menteng District which is planned as a Strategic Area of Social and Cultural Interest. The planned development of Taman Ismail Marzuki will be realized with the Neo Vernacular approach to restore the function of outdoor space as an artistic activity, and still respect the existence of cultural heritage within the Taman Ismail Marzuki area. The results obtained are prioritizing outdoor space as a social space and pedestrian-oriented area.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?