DETAIL KOLEKSI

Perbaikan kualitas benang cotton carded ne 30 dengan Metode Six Sigma di PT. Sinar Central Sandang


Oleh : Aldian Pranata Ginting

Info Katalog

Penerbit : FTI - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2021

Pembimbing 1 : Tri wulandari

Subyek : Six sigma (Quality control standard);Cotton spinning - Quality control

Kata Kunci : six sigma, critical to quality (ctq), defect per million opportunities (dpmo), diagram pareto, diagr


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2021_TA_STI_063001600083_Halaman-Judul.pdf 535.49
2. 2021_TA_STI_063001600083_Lembar-Pengesahan.pdf 187.36
3. 2021_TA_STI_063001600083_Bab-1_Pendahuluan.pdf 121.16
4. 2021_TA_STI_063001600083_Bab-2_Tinjauan-Pustaka.pdf 412.99
5. 2021_TA_STI_063001600083_Bab-3_Metodologi-Penelitian.pdf 787.43
6. 2021_TA_STI_063001600083_Bab-4_Analisis-dan-Pembahasan.pdf 2508.4
7. 2021_TA_STI_063001600083_Bab-5_Kesimpulan-dan-Saran.pdf 76.88
8. 2021_TA_STI_063001600083_Daftar-Pustaka.pdf 180.92
9. 2021_TA_STI_063001600083_Lampiran.pdf 209

P Perbaikan Kualitas Benang Cotton Carded Ne 30 denganMetode Six Sigma di PT. Sinar Central SandangPT. Sinar Central Sandang merupakan salah satu perusahaan swasta yang bergerak dibidangindustri tekstil yang memproduksi benang Cotton Carded. Produk benang cotton yang menjadifokus penelitian ini adalah benang Cotton Carded Ne 30 karena memilki persentase cacatterbesar dibandingan jenis yang lain dengan batas kendali cacat sebesar 7%. Tujuan daripenelitian ini adalah untuk memberi usulan perbaikan menggunakan metode Six Sigma denganmemakai pendekatan Define Measure Analyze Improve Control (DMAIC) untuk memperbaikikualitas pada benang Cotton Carded juga meminimasi produk reject hasil produksi. Pada tahapDefine dilakukan pemilihan produk prioritas dengan presentase cacat terbesar danpendeskripsian proses produksi dengan pembuatan Peta Proses Operasi (PPO). tahap measuremelakukan identifikasi dengan Critical to Quality (CTQ), perhitungan dengan peta kendali Pdan peta U, Defect per Million Opportunities (DPMO) dan tingkat sigma. Pada tahap inidiketahui nilai DPMO perusahaan yaitu sebesar 14380,95 dengan hasil konversi sigma sebesar3,686 Sigma. Pada tahap analyze dilakukan analisis menggunakan diagram pareto, kemudianpembuatan Diagram Ishikawa untuk mencari sebab hubungan antara penyebab dan karakteristikpada kualitas dan akan dilakukan analisis dengan menggunakan metode Failure Mode andEffect Analysis (FMEA) untuk membreakdown akar penyebab kecacatan dengan lebih rinci danmengidentfikasi penyebab kegagalan berdasarkan perhitungan severity occurance, dandetection sehingga didapatkan nilai RPN tertinggi sebesar 360, Penyebab kegagalan prosesnyaakibat pisau rolling tumpul Sliver pecah 280, dan terjadinya lapping sebesar 240. Lalu padadiagram FTA didapat nilai top event untuk pisau rolling tumpul sebesar 0,254, pada nilai topevent untuk sliver pecah sebesar 0,333, dan pada nilai top event untuk benang lapping sebesar0,202. Pada tahap improve dilakukan upaya perbaikan yang bertujuan untuk memperbaiki ataumeningkatkan proses produksi benang Cotton Carded Ne 30. Pada tahap control dilakukanpengimplementasian usulan perbaikan lini produksi dan didapatkan nilai DPMO setelahimplementasi menjadi 11818,18 dengan tingkat sigma sebesar 3,762.

Q Quality Improvement of Cotton Carded Ne 30 with Six SigmaMethod at PT. Sinar Central SandangPT. Sinar Central Sandang is a textile company which produces Cotton Carded yarn. The cottonyarn which produced by this company is Cotton Carded Ne 30, because it has the largestpercentage of defects compared to other types with a defect control limit of 7%. The purpose ofthis research is to propose improvements by applying the Six Sigma method and use the DefineMeasure Analyze Improve Control (DMAIC) approach to improve the quality of Cotton Cardedyarns as well as to minimize the reject products produced. At the Define stage, the products areselected with the largest percentage of defects and a description of the production process bymaking an Operation Process Map (PPO). Measure stage identifies with Critical to Quality(CTQ), calculations with P control chart and U map, Defect per Million Opportunities (DPMO)and sigma level. At this stage, it is known that the company's DPMO value is 14380.95 with thesigma conversion result of 3.686 Sigma. At the Analyze stage, analysis is carried out using thePareto diagram, then making the Ishikawa diagram to find the cause of the relationship betweenthe causes and characteristics on quality. The analysis will be carried out using the Failure Modeand Effect Analysis (FMEA) method to break down the root causes of defects in more detail andidentify the causes of failure. Based on the calculation of severity occurrence, and detection sothat the highest RPN value is 360, the cause of the process failure is due to the blunt rolling knifeSliver breaking 280, and the occurrence of lapping of 240.Then the FTA diagram shows the topevent value for a blunt rolling knife of 0.254, at the top value. the event for broken sliver was0.333, and the top event value for lapping yarn was 0.202. At the improve stage, an improvementeffort was made to improve or improve the cotton Carded Ne 30 yarn production process. At thecontrol stage, the production line improvement proposal was carried out and the DPMO valueafter implementation was 11818.18 with a sigma level of 3.762.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?