DETAIL KOLEKSI

Bioremediasi minyak bumi oleh bakteri kultur campuran pseudomonas aeruginosa fan brevibacterium Sp.

2.0


Oleh : Amelia Suwardi

Info Katalog

Penerbit : FALTL - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2020

Pembimbing 1 : Astri Rinanti

Pembimbing 2 : Ratnaningsih

Subyek : Bioremediation;Petroleum - Environmental aspects

Kata Kunci : bioremediation, crude oil, total petroleum hydrocarbon (tph), pseudomonas aeruginosa, brevibacterium


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2020_TA_STL_082001600026_Halaman-Judul.pdf 605.19
2. 2020_TA_STL_082001600026_Lembar-Pengesahan.pdf 1305.69
3. 2020_TA_STL_082001600026_Bab-1_Pendahuluan.pdf 111.17
4. 2020_TA_STL_082001600026_Bab-2_Tinjauan-Pustaka.pdf 668.12
5. 2020_TA_STL_082001600026_Bab-3_Metode-Penelitian.pdf 442.62
6. 2020_TA_STL_082001600026_Bab-4_Hasil-Dan-Pembahasan.pdf 506.58
7. 2020_TA_STL_082001600026_Bab-5_Simpulan-Dan-Saran.pdf 107.21
8. 2020_TA_STL_082001600026_Daftar-Pustaka.pdf 369.13
9. 2020_TA_STL_082001600026_Lampiran.pdf 1558.74

K Kegiatan eksplorasi minyak bumi di Indonesia selain memberikan sumbangsih yang besar bagi pertumbuhan ekonomi juga berpotensi menyebabkan peningkatan resiko pencemaran dan perusakan lingkungan akibat dari tumpahan minyak (oil spillage) di tanah maupun perairan. Minyak bumi yang tercecer dianggap sebagai sumber pencemar dan dapat dihasilkan dari semua aktivitas perminyakan mulai dari eksplorasi sampai ke proses pengilangan. Penelitian ini bermaksud untuk mengatasi pencemaran minyak bumi di lingkungan dengan pendekatan bioteknologi melalui proses remediasi dengan tujuan untuk: 1) menentukan respon pertumbuhan bakteri Pseudomonas aeruginosa dan Brevibacterium sp. di dalam media SMSs (Stone Mineral Salt Solution) yang tercemar minyak bumi; 2) menentukan kondisi lingkungan optimum yang memberikan efisiensi paling tinggi dalam penyisihan TPH (Total Petroleum Hydrocarbon). Kultivasi dilakukan dalam erlemeyer, dengan volume bahan penelitian sebesar 80% dari kapasitas total. Komposisi yang digunakan yaitu media SMSs 80% (v/v), pupuk cair NPK 5% (v/v), bakteri kultur campuran 10% (v/v). Inkubasi dilakukan dalam shaker incubator pada suhu 25oC. Uji degradasi minyak bumi dilakukan dalam skala laboratorium dengan kondisi lingkungan yang terkontrol dalam sistem terbatas (batch culture).Variasi yang dilakukan pada uji degradasi di media cair SMSs yaitu nilai keasaman (pH) 5, 7, 9; waktu kontak (hari) 7, 14, 21, 28; dan konsentrasi minyak bumi (%(v/v) 5, 10, 15, 20. Penyisihan TPH dianalisis dengan metode gravimetri. Hasil uji sensitivitas menunjukkan campuran bakteri Pseudomonas aeruginosa dan Brevibacterium sp. bersifat resisten atau tidak peka terhadap minyak bumi. Hal ini dibuktikan dengan tidak terbentuknya zona hambat di sekitar kertas cakram yang mengandung minyak bumi. Hasil penyisihan TPH oleh bakteri kultur campuran dalam media SMSs terjadi paling optimum pada kondisi pH 7, konsentrasi minyak bumi sebesar 5% (v/v), dan waktu kontak selama 21 hari. Efisiensi penyisihan yang diperoleh yaitu 97,3% dengan kosentrasi awal TPH sebesar 81,23% (w/w) dan kosentrasi TPH akhir sebesar 2,19% (w/w). Hasil uji optimasi konsentrasi minyak bumi (v/v) menunjukkan hasil bahwa penambahan konsentrasi minyak bumi (v/v) tidak menyebabkan penyisihan TPH menjadi semakin besar. Meskipun begitu, efisiensi penyisihan yang dihasilkan oleh bakteri Pseudomonas aeruginosa dan Brevibacterium sp. masih terbilang tinggi dengan keseluruhan nilai efisiensi untuk semua perlakuan di atas 67,6%.

P Petroleum exploration activities in Indonesia besides contributing significantly to economic growth, also have the potential to increase the risk of pollution and environmental damage due to oil spillage on land and waters. The scattered petroleum (oil spillage) is considered a source of pollutants and can be generated from all petroleum activities from exploration to the refining process. This study intends to overcome petroleum pollution in the environment with a biotechnological approach through a remediation process with the aim of: 1) determining the response to the growth of Pseudomonas aeruginosa and Brevibacterium sp. in the SMSs (Stone Mineral Salt Solution) media which is contaminated with petroleum; 2) determine the optimum environmental conditions that provide the highest efficiency in removing TPH (Total Petroleum Hydrocarbon). Cultivation is carried out in erlemeyer, with the volume of research material at 80% of the total capacity. The composition was SMSs media 80% (v/v), NPK liquid fertilizer 5% (v/v), mixed culture bacteria 10% (v/v). Incubation was carried out in a shaker incubator at 25oC. The petroleum degradation test is carried out on a laboratory scale under controlled environmental conditions in a limited system (batch culture). The variations of pH in the degradation test using SMSs liquid media were in the level of 5, 7, 9; contact time (days) 7, 14, 21, 28; and petroleum concentrations (% (v/v) 5, 10, 15, 20. The removal of TPH was analyzed by gravimetric method. The sensitivity test results showed that the mixture of Pseudomonas aeruginosa and Brevibacterium sp. bacteria is resistant or insensitive to petroleum. This is proven by no formation of a zone of inhibition around disc paper containing petroleum. The optimum result of TPH removal by mixed culture bacteria in SMSs medium was at pH 7, 5% (v/v) petroleum concentration, and 21 days contact time. The removal efficiency obtained was 97.3% with an initial TPH concentration of 81.23% (w/w) and a final TPH concentration of 2.19% (w/w). The results of the optimization test for the concentration of petroleum (v/v) show that the addition of the concentration of petroleum (v/v) does not cause the TPH removal become greater. Even so, the efficiency of removal that produced by the bacteria Pseudomonas aeruginosa and Brevibacterium sp. still relatively high with the overall efficiency value for all treatments is above 67.6%.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?