DETAIL KOLEKSI

Hubungan konsentrasi partikulat dan Pb antara Jl. A.Yani dan Jl. Cempaka Putih Timur, Jakarta Pusat


Oleh : Miki Virliana

Info Katalog

Penerbit : FALTL - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2002

Pembimbing 1 : Soepangat Soemarto

Pembimbing 2 : Bambang lswanto

Subyek : Air pollution

Kata Kunci : particulates, photosynthetic prevention, pollutant


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2002_TA_STL_08297038_Halaman-Judul.pdf 1317.52
2. 2002_TA_STL_08297038_Lembar-Pengesahan.pdf 870.37
3. 2002_TA_STL_08297038_Bab-1_Pendahuluan.pdf 776.72
4. 2002_TA_STL_08297038_Bab-2_Tinjauan-Pustaka.pdf 1692.68
5. 2002_TA_STL_08297038_Bab-3_Metodologi-Penelitian.pdf 1179.92
6. 2002_TA_STL_08297038_Bab-4_Hasil-Pengamatan-dan-Pembahasan.pdf 5469.69
7. 2002_TA_STL_08297038_Bab-5_Kesimpulan-dan-Saran.pdf 652.8
8. 2002_TA_STL_08297038_Daftar-Pustaka.pdf 629.12
9. 2002_TA_STL_08297038_Lampiran.pdf 3223.53

M Menurut hasil penelitian Bapedal tahun 1992, telah diidentifikasikan bahwa sebanyak 70% pencemar yang ada di udara berasal dari emisi gas buang kendaraan bermotor. Dan sebanyak 44% partikulat dan 97,4% Pb yang ada di udara berasal dari emisi gas buang tersebut. Pengukuran pencemar udara di lingkungan perumahan dilakukan karena letaknya yang berdekatan dengan jalan raya, sehingga sangat berpotensi untuk terpengamh emisi gas buang yang dikeluarkan oleh kendaraan berinotor yang melintas setiap harinya.Efek yang ditimbulkan partikulat antara lain adalah terhambatnya proses fotosintesis tanaman, gangguan sistem pernafasan, dan juga kerusakan pada berbagai bahan. Sedangkan efek yang ditimbulkan Pb cendening kepada gangguan kesehatan manusia, seperti gangguan pada sistem pembentukan darah, gangguan pada sistem saat, dan gangguan pada sistem reproduksi. Baku mutu partikulat dan Pb berdasarkan PP Rl No. 41/1999 dan Keputusan Gubemur DKI Jakarta No. 551/2001 adalah sebesar 230 pg/m3 dan 2 pg/m°.Pengukuran konsentrasi partikulat dan Pb di lingkungan peruinahan dilakukan selama 2 hari di 3 titik, yaitu Jl. A.Yani, Jl. Cempaka Putih Raya, dan di depan penimahan yang dilakukan pada pagi (arah angin dari timur dengan kecepatan rata-rata 1,32 m/dtk), siang (arah angin dari timur laut dengan kecepatan rata-rata 2,13 m/dtk), dan sore (arah angin dari utara dengan kecepatan rata-rata 1,58 m/dtk). Metode analisa partikulat yang dilakukan adalah metode gravimetri, sedangkan pengambilan Pb menggunakan metode ditizon.Dari hasil pengukuran, konsentrasi partikulat berkisar antara 32,680 pg/m hingga 151,095 pg/m3 yang masih berada dalam ambang batas baku mutu. Sedangkan konsentrasi hasil pengukuran Pb jauh melebihi baku mutu yaitu berkisar antara 13,115 pg/m' hingga 40,889 pg/m', hat ini menunjukkan bahwa penggunaan bensin bertimbal masih sangat banyak. Konsentrasi partikulat dan Pb yang tertinggi terdapat di JI. A.Yaoi dan yang terendah terletak di depan perumahan.Korelasi antara konsentrasi partikulat dan Pb di raya dengan di depan penimahan menunjukkan hubungan yang sangat kuat yaitu dengan nilai koefisien korelasi (r) 0,9. Hubiuigan korelasi antara laju emisi dan jumlah kendaraan dengan konsentrasi pencemar juga sangat kuat (r > 0,8).

A According to Bapedal’s research on 1992, at least 70% of air pollutants were from vehicles’ emission. In addition, 44% particulates and 97, 4% Pb were from that emission. The air pollution’s measurement at the residence area was done because its location was near the highway, so that it was potential to be induenced by the emission from vehicles aat pass every day.The effects that caused by particulates, for example, were photosynthetic prevention, respiratory diseases, and the soiling of materials. While the effects caused by Pb had the tendency of human health disturbance, such as the disturbance in forming bloody system, nerve system, and reproduction system. Ambient standards for particulates and Pb according to PP RI No. 41/1999 and DKI Governor’s decision No. 551/2001 are 230 pg/m' and 2 pg/m3.The measurement of particulates and Pb concentration was done for two days on three sampling points, that were Jl. A. Yani, JI. Cempaka Putih Raya, and in the residence area which done in the morning (wind direction was from east with average velocity 1,32 m/sec), at noon (wind direction was from northean with average velocity 2,13 m/sec), and in the afternoon (wind direction was from north with average velocity 1,58 m/sec). The method that used in analyzing particulates was gravimetric, while Pb used the ditizon method.From the measurement, the particulates concentration was range from 32,680 pg/m' to 151,095 pg/m3 that still fulfill the ambient standards. While Pb concentration was far above it that range from 13,1 l5 pg/m' to 40,889 pg/m3, it showed that the using of leaded gasoline is still too much. The lughest concentration of particulates and Pb was taken on Jl. A. Yani and the lowest one was taken in the residence area.The correlation between pollutants concentration that taken on the highway and in the residence area was very strong with coefficient correlation (r) more than 0,9. In addition, the correlation between emission rate and pollutants concentration was very strong too (r> 0,8).

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?