DETAIL KOLEKSI

Pengaruh variasi waktu detensi pada tahap methanasi dalam pengolahan limbah industri Oleochemical dengan menggunakan Hibrid Anaerobik


Oleh : Herry Sutana

Info Katalog

Penerbit : FALTL - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2001

Pembimbing 1 : Ratnaningsih

Pembimbing 2 : Ariani Dwi Astuti

Subyek : Industrial wastes - Management

Kata Kunci : UASB, methanogenic bacteria, biogas


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2001_TA_STL_08295026_Halaman-Judul.pdf 1268.22
2. 2001_TA_STL_08295026_Lembar-Pengesahan.pdf 887.15
3. 2001_TA_STL_08295026_Bab-1_Pendahuluan.pdf 744.87
4. 2001_TA_STL_08295026_Bab-2_Tinjauan-Pustaka.pdf 1805.88
5. 2001_TA_STL_08295026_Bab-3_Metodologi-Penelitian.pdf 1100.02
6. 2001_TA_STL_08295026_Bab-4_Hasil-Penelitian-dan-Pembahasan.pdf 2126.22
7. 2001_TA_STL_08295026_Bab-5_Kesimpulan-dan-Saran.pdf 642.49
8. 2001_TA_STL_08295026_Daftar-Pustaka.pdf 677.6
9. 2001_TA_STL_08295026_Lampiran.pdf 4890.98

A Air buangan yang mengandung BOD5, COD dan zat padat yang tinggi mempunyai potensi pencemaran yang tinggi, seperti salah satu contohnya adalah air buangan yang berasal dari industri yang mengolah minyak kelapa sawit sebagai bahan bakunya.Proses anaerob ini dapat digunakan untuk mengolah air buangan yang mengandung bahan organik dengan konsentrasi yang tinggi. Hal ini sangat sesuai bila diterapkan untuk pengolahan air buangan industri oleochemical yang mempunyai kandungan organik cukup tinggi. Dalam proses anaerob, bakteri penghasil asam terbagi menjadi dua yaitu bakteri pembentuk asam (asam butirat dan asam propionat) dan bakteri asetogenik (asam asetat dan hidrogen). Bakteri penghasil methan juga terbagi menjadi dua yaitu bakteri methan asetoklastik (asetofilik) dan bakteri methan hirdogenofilik Proses anaerob ini dilakukan dalam reaktor hibrid yang merupakan kombinasi dari reaktor UASB di bagian bawah dengan filter di bagian atasnya. Dalam reaktor hibrid anaerobik terjadi pemisahan tahap asidifikasi dan methanasi, di mana tahap asidifikasi terjadi pada reaktor pertumbuhan tersuspensi sedangkan tahap methanasi terjadi pada reaktor pertumbuhan terlekat.Penelitian dilakukan secara bertahap dengan langkah-langkah pembuatan dan pemasangan alat utama serta perlengkapannyn, seeding dan aklimatisasi, pengoperasian awal (kontinu) dan penentuan waktu detensi optimum. Parameter- parameter diperiksa pada titik-titik sampling tertentu dalam reaktor.Dalam reaktor tahap methanasi, pH di upayakan agar selalu optimal bagi bakteri metanogenik yaitu antara kisaran 6,7 sampai 7,4 sedangkan pH bagi bakteri asidogenik harus berkisar antara 5 hingga 6,5. Proses stabilisasi buangan kompleks secara anaerob berhubungan langsung dengan jumlah methan yang diproduksi. kecenderungan bahwa bila persentase gas methan naik maka persentase gas karbondioksida turun. Biogas yang dihasilkan yaitu 28 ltr/hari untuk waktu detensi 24 jam dan 16 1tr/hari untuk waktu detensi 16 jam.Waktu detensi terbaik dalam produksi biogas adalah 24 jam dengan kandungan gas methan sebanyak 27,9332 ltr/hari. Hasil pengolahan dari penelitian yang dilakukan ini masih mengandung konsentrasi COD yang cukup tinggi. Oleh sebab itu agar konsentrasi COD-nya memenuhi baku mutu dan layak untuk dibuang ke sungai, maka disarankan perlu ditambah sarana pengolahan aerobik setelah limbah diolah melalui pengolahan anerobik ini.

W Waste water th.at contains BOD5, COD and high level of suspended solids have a potential of high pollution, for example the waste water that come from the industry that process crude palm oil as a basic substance.Anaerobe process can be used to proven wastewater that contains high level of organic substances. It will be appropriate if it’s used to process wastewater from the oleochemical industry that contains high level of organic compounds. In anaerobe process, the bacteria that produce acid split into two that is bacteria; which produce butyrate and propionate acid and bacteria, which produce acetate acid and hydrogen. Methane bacteria also split into two that is methane asetoclastik bacteria and methane hydrogenofilik bacteria. This anaerobic process is making in the hybrid reactor that form combination of UASB reactor in the down part of reactor and the filter above the UASB reactor. In hybrid anaerobic reactor occur separation stage of acidification and methanation, where the acidlfication stage occur at suspendeti ieacior white methanation stage occur at stick reactor.kese.arch is made iii stages with steps of production and installing prorr.inent tools include equipment, seeding and asclimatizing, first operation (continue) and choose the optimum of detention time. Parameters are check in every node of the reactor.In the methanation reactor, pH is inean to be optimum for methanogenic bacteria that is approximately between 6,7 until 7,4, while pH for acidogenic bacteria approximately between 5 until 6,5. Stabilization process of anaerobic related witil the producticn of methane gas. Inclination that if the percentage of methane gas goes up so the percentage of CO2 gas goes down. Biogas that being produce is 28 liter/day for the detention time of 24 hours and 16 liter/day for the detention time of 16 hours.The best detention time to produce biogas is 24 hours which contains methane gas as much as 27,9332 liter/day. The result of processing from this research still contains high level of COD concentration. So to make the COD concentration fulfills the quality and reasonable to be thrown at the river, it’s advised to arid the aerobe instrument to process the wastewater after anaerobic process.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?