DETAIL KOLEKSI

Penyisihan BOD, COD, TSS dan warna air limbah industri pewarnaan jeans dengan reaktor biofilter gabungan bermedia sarang tawon


Oleh : Ewinur Chairati Machdar

Info Katalog

Penerbit : FALTL - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2001

Pembimbing 1 : Nusa Idaman Said

Pembimbing 2 : Ariani Dwi Astuti

Subyek : Industrial wastes;Water pollution

Kata Kunci : biofilter reactor, BOD, COD.


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2001_TA_STL_08296046_Halaman-Judul.pdf 2259.29
2. 2001_TA_STL_08296046_Lembar-Pengesahan.pdf 776.74
3. 2001_TA_STL_08296046_Bab-1_Pendahuluan.pdf 801.49
4. 2001_TA_STL_08296046_Bab-2_Tinjauan-Pustaka.pdf 1902.4
5. 2001_TA_STL_08296046_Bab-3_Metodologi-Penelitian.pdf 1177.23
6. 2001_TA_STL_08296046_Bab-4_Hasil-Penelitian-dan-Pembahasan.pdf 2533.04
7. 2001_TA_STL_08296046_Bab-5_Kesimpulan-dan-Saran.pdf 695.61
8. 2001_TA_STL_08296046_Daftar-Pustaka.pdf 725.44
9. 2001_TA_STL_08296046_Lampiran.pdf 2747.5

l lndustri tekstil adalah salah satu industri tebesar di Indonesia. lndustri ini bukan hanya terdapat dalam pabrik-pabrik besar tetapi juga dalam skala industri rumah tangga di seluruh pelosok Indonesia. Karena keterbatasan lahan dan blaya, maka banyak industri kecil tekstil seperti pewamaan jeans yang membuang langsung limbahnya ke perairan tanpa mengalami pengolahan ter1ebih dahulu. Untuk itu dilakukan penelitian untuk menurunkan konsentrasi pencemar limbah pewarnaan jeans dengan menggunakan reaktor biofilter bermedia sarang tawon.Biofilter merupakan reaktor biologis dengan pertumbuhan mikroorganisme yang melekat pada media. Media yang dapat digunakan antara lain adalah batu pecah, kerikil dan plastik. Dalam pengolahan biologis mikroorganismelah yang berperan dalam proses pendegradasian bahan-bahan pencemar.. Mikroorganisme yang paling umum digunakan dalam proses biologis adalah bakteri.Jenis reaktor yang digunakan dalam penelitian ini adalah reaktor kontinyu dengan 5 zona, yaitu pengendapan awal, 2 zona anokslk, zona aerob dan pengendapan akhir. Efluen reaktor diresirkulasi •kembali ke pengendapan awal dengan rasio 1 :1 debit influennya. Seeding dilakukan secara alami, yaitu dengan•mengalirkan secara langsung air buangan domestik ke dalam1 reaktor hingga terbentuk lapisan biofilm pada media. Aklimatisasi dilakukan secara bertahap air limbati domestik dengan air limbeh pewamaan jeans hingga stabil dan limbah domestik 100% tergantikan aengan limbah pewamaan jeans. Kemudian penelitian inti I, yaitu berupa pengoperasian kontinyu dengan variasi waktu tinggal 721 48, 36 dan 24 jam. Dan setelah itu dilanjutkan lagi dengan penelitian inti II dengan penambahan fero sulfat sebelum masuk ke reaktor dengan waktu linggal reaktor 24 jam.Penelitian inti I diawali dari waktu tinggal tertama, 72 jam, 48 jam, 36 jam hingga yang tersingkat. 24 jam. Variasi waktu tinggal dilakukan untuk mencari kondisi optimum pengolahan. Dari penelitian ini diperoleh efisiensi penyisihan masing-masing parameter untuk masing-masing waktu tinggal adalah sebagai berikut: efisiensi penyisihan BOD92%, 90%1 88% dan 85% ; efisiensi penyisihan COD 90%, 86%, 84% dan 78% ; efisiensi penyisihan TSS 93%,91%, 90% dab 88% ; efisiensi penylslnan warna 59%, 57%, 55% dan 54%. Bila dibandingkan dengan baku mutu Kep-Men 51/MENKLH/10/1995 mengenai baku mutu limbah cair industri tekstil, ternyata yang memenuhi baku mutu ini hanyalah effluen pada waktu tinggal 72 jam saja. Waktu tinggal yang semakin pendek menyebabkan semakin singkatnya waktu kontak air limbah dengan mikroorganisme pada media, dengan demikian efisiensi penyisihannya juga menurun Beban organik terbesar terdapat pada waktu tinggal 24 jam sebesar 3,658 Kg BOD/m3.hari. Penelitian inti 111 dengan penambahan ferro sulfat 400 mg/I diperoleh efisiensi penyisihan BOD 94%, efisiensi penyisihan COD 93%, efisiensi penyisihan TSS 93% dan efisiensi panyisihan wama 95%. Beban organik dengan penambahan ferro sulfat ini adalah 3,652 Kg BOD/m3.hari. Dari identifikasi terhadap mikroorganisme yang terdapat dalam 'proses ini diketahui terdapat Eschericia coli, Basi/us subtilis, Serratia marcescens dan Pseudomonas aeruginosa. Bakteri yang berperan dalam penurunan wama adalah Basilus subtilis dan Pseudomonas aeruginosa (Handajani, 1996 dan Rohaeni, 1997).

T The textile industry is one of the biggest industries in Indonesia. It is not only manifested in the form of large plants but also as home industries scattered all over Indonesia. Due to limited avaibility of land and funds, many home-scale textile industries like jeans dyeing undertakings, directly disposal their wastewater into river without having it processed beforehand. Therefore it is deemed necessary to conduct a research to decrease the pollutants concentration of jeans dyeing wastewater by using the biofilter reactor with cross flow plastic module (honey comb).The biofilter is a packed biological reactor, filled with rocks or plastic module. Microorganism are attached to media surfaces. Ideal media have more surface area andhigh porosity. Gravel, granular activated carbon or plastics are examples of more desirable media. In the biological process, it is the microorganism that plays a significantrole in the degradation process of pollutants. Bacteria are the primary agents of treatment in any biological treatment process.The reactor used in this research is the continous reactor with 5 zones, i.epresedimentation, 2 anoxic zones, aerob zone and post sedimentation. Reactor effluent is recirculated into presedimentation with a ratio 1: 1 influent debit. Seeding is done in a natural way, namely by directly flowing the domestic wastewater into reactor until abiofilm layer is formed on the media. Acclimatization is done gradually, of the domestic wastewater with the jeans dyeing wastewater until it becomes stable up to the stagewhere the domestic waste 100% substituted by the jeans dyeing wastewater. Furthermore the main research I, consisting of continous operation with retention time variation of 72 hours, 48 hours, 36 hours and 24 hours. There after it is continued with main research 11 by adding ferric sulfate prior to entering the rector with reactor retention time of 24 hours.Main research I is initiated as of the longest retention time variation, i.e 72 hours,48 hours, 36 hours and 24 hours is carried out to seek the optimum processing condition. The result from this research is the removal efficiency of the parameters for each retention time as follow: Removal efficiency of BOD as 92%, 90%, 88% and 85% ; removal efficiency of COD as 90%, 86%, 84% and 78% ; removal efficiency of TSS as93%, 91%, 90% and 88% ; removal efficiency of color as 59%, 57%, 55% and 54% . The biggest organic loading is on retention time 24 hours i.e 3.658 Kg BOD/m3. day. Minimizing the retention time causes the shorter the period of contact time of wastewater with microorganism in the media, with as a consequence the decrease of removal efficiency. Main research II is whereby ferric sulfate is added up to 400 mg/I. Removal efficiency of BOD is 94%, removal efficiency of COD is 93%, removal efficiency of TSS is93% and removal efficiency of color is 95%. The organic loading is 3.652 Kg BOD/m3.day. The identification of microorganisms occuring in this process results are Basilius subtilis, Escheria coli, Pseudomonas aeroginosa and Serratia marcescens.Bacteria playing significant role in the decrease of color and organic material are among others the Basil/us subtilis and Pseudomonas aeroginosa (Handajani, 1996 and Rochaeni, 1997).

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?