DETAIL KOLEKSI

Studi laboratorium formulasi lumpur untuk mengatasi Bit Balling dengan Aditif KCL dan inhibitor soltex/poliamin

5.0


Oleh : Aldi Agam

Info Katalog

Nomor Panggil : 1245/TP/2020

Penerbit : FTKE - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2020

Pembimbing 1 : Abdul Hamid

Pembimbing 2 : Reno Pratiwi

Subyek : Oil well drilling;Drilling muds

Kata Kunci : bit balling, accretion, dispertion, poliamin, soltex


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2020_TA_STP_071001500159_Halaman-Judul.pdf 1783.87
2. 2020_TA_STP_071001500159_Lembar-Pengesahan.pdf 680.85
3. 2020_TA_STP_071001500159_Bab-1_Pendahuluan.pdf 584.04
4. 2020_TA_STP_071001500159_Bab-2_Tinjauan-Literatur.pdf 835.03
5. 2020_TA_STP_071001500159_Bab-3_Metode.pdf 1124.24
6. 2020_TA_STP_071001500159_Bab-4_Hasil-dan-Pembahasan.pdf 1190.28
7. 2020_TA_STP_071001500159_Bab-5_Kesimpulan.pdf 483.51
8. 2020_TA_STP_071001500159_Daftar-Pustaka.pdf 480.03
9. 2020_TA_STP_071001500159_Lampiran.pdf 840.27

T Terdapat beberapa masalah pada proses pemboran dalam pembuatan sumur yang diperlukan mulai dari atas permukaan sampai dengan bawah permukaan, salah satu masalah pada pemboran tersebut adalah mengenai bit balling, adalah salah satu masalah operasional pengeboran yang dapat terjadi kapan saja saat pengeboran. Masalah ini dapat menyebabkan beberapa masalah seperti penurunan tingkat penetrasi dan torsi permukaan, peningkatan tekanan pipa penyangga. Rangkaian pada akhirnya mungkin perlu keluar dari lubang BHA untuk menyelesaikan masalah balling. Sehingga tugas akhir ini berjudul “STUDI LABORATORIUM FORMULASI LUMPUR UNTUK MENGATASI BIT BALLING BALLING DENGAN ADITIF KCl DAN INHIBITOR SOLTEX / POLIAMIN” bertujuan mendesain formulasi lumpur pemboran untuk mencegah bit balling dan menganalisis penyebab terjadinya bit balling serta menganalisis pelaksanaan penanggulangan bit balling menggunakan metode dispertion dan accretion. Pemilihan metode Dispertion ini digunakan untuk mencegah terjadinya swelling dan menjaga serpih bor larut, sedangkan metode Accretion digunakan untuk mengetahui ke efektifan penambahan bahan aditif pada lumpur untuk mencegah terjadinya penumpukan serpih bor pada bit.Berdasarkan formulasi lumpur yang telah di uji didapatkan hasil untuk Accretion berupa berat akhir untuk setiap penambahan konsentrasi KCl pada formulasi lumpur KCl + Soltex sebesar 7,46 gr; 2,65 gr; 2,41 gr; 2,04 gr dan untuk KCl + Poliamin sebesar 7,51 gr; 2,94 gr; 2,73 gr; 2,38 gr. Sedangakan untuk hasil Dispertion didapatkan berupa berat akhir untuk setiap penambahan konsentrasi KCl pada formulasi lumpur KCl + Soltex sebesar 0 gr; 14 gr; 14,1 gr; 14,2 gr dan untuk KCl + Poliamin sebesar 0 gr; 14,12 gr; 14,25 gr; 14,3 gr. Berdasarkan hasil tes Accretion dan Dispertion pada inhibitor Soltex/Poliamin, maka dapat di simpulkan bahwa berbanding terbalik, semakin kecil hasil accretion maka akan semakin baik dan jika hasil dispertion semakin besar maka menandakan hasil yang baik juga. Selain itu, Poliamin menjadi alternatif untuk mengatasi Bit Balling, karena dengan inhibitor Poliamin mendapatkan hasil yang tidak terlalu jauh berbeda dengan inhibitor Soltex, namun dengan harga bahan yang lebih murah.

T There are several problems in the drilling process in making wells that are needed starting from the surface to the surface, one of the problems in this drilling is about bit balling, is one of the operational problems that can be done at any time during drilling. This problem can cause several problems such as decreasing the level and torque, increasing the buffer pipe pressure. The circuit may eventually need to be from the BHA hole to solve the balling problem. "The task of the MUD FORMULATION FORMULATION STUDY LABORATORY TO OVERCOME BALLING BALLING BITS WITH ADDITIONAL KCl AND SOLTEX / POLYAMIN INHIBITORS" design drilling mud formulations for bit balling and use bit balling and can be used to follow up on the use of KCl and SOLTEX / POLYAMIN INHIBITORS "design drilling mud formulations for bit balling and use bit balling and can be used to follow up on the use of bits. This selection method is used to prevent swelling and to dissolve dissolved drill shales, while the Accretion method is used to understand the effectiveness of enhancing additives in sludge to prevent increased buildup of drill shales in beets.Based on the formulation of sludge that has been tested, the results for Accretion consist of the final weight for each KCl contribution to the KCl + Soltex mud formulation of 7.46 gr; 2.65 gr; 2,41 gr; 2.04 g and for KCl + Polyamin as much as 7.51 g; 2.94 gr; 2.73 gr; 2.38 gr. As for the Dispertion result, it consists of the end for each KCl contribution to the KCl + Soltex mud formulation of 0 gr; 14 gr; 14.1 gr; 14.2 gr and for KCl + Polyamin by 0 gr; 14.12 gr; 14.25 gr; 14.3 gr. Based on the results of the Accretion and Expenditure tests on Soltex / Polyamin inhibitors, it can be concluded to be inversely proportional, the smaller the accretion results the better and if the dispensation results are greater then the results are also good. In addition, Polyamine is an alternative to overcome Bit Balling, because with Polyamin inhibitors get results that are not much different from Soltex inhibitors, but with cheaper material prices.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?