DETAIL KOLEKSI

Penataan ruang terbuka publik Kawasan Terpadu Pancoran - Glodok


Oleh : Ali Suryoprabowo

Info Katalog

Penerbit : FALTL - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 1999

Pembimbing 1 : Adriansyah Noor

Pembimbing 2 : Subechi Abdullah

Subyek : Recreation - Designs and plans

Kata Kunci : recreation, open space, China architectural


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 1999_TA_SAL_08194015_Halaman-Judul.pdf 1230.19
2. 1999_TA_SAL_08194015_Lembar-Pengesahan.pdf 742.74
3. 1999_TA_SAL_08194015_Bab-1_Pendahuluan.pdf 848.25
4. 1999_TA_SAL_08194015_Bab-2_Studi-Kepustakaan-dan-Penyigihan-Lapangan.pdf 2260.49
5. 1999_TA_SAL_08194015_Bab-3_Identifikasi-Potensi-Kendala-dan-Permasalahan-Perancangan.pdf 715.13
6. 1999_TA_SAL_08194015_Bab-4_Program-Kebutuhan-Ruang-dan-Fasilitas.pdf 801.37
7. 1999_TA_SAL_08194015_Bab-5_Konsep-Perancangan-Lansekap.pdf 887.28
8. 1999_TA_SAL_08194015_Bab-6_Rancangan-Lansekap.pdf 1315.59
9. 1999_TA_SAL_08194015_Daftar-Pustaka.pdf 626.57
10. 1999_TA_SAL_08194015_Lampiran.pdf 6111.67

“Penataan Ruang Terbuka Publik Kawasan Terpadu Pancoran - Glodok” adalah judul dari Perancangan Lansekap studio tugas akhir ini, dilatarbelakangi oleh kebutuhan masyarakat kota akan ruang-ruang untuk melepas kepenatan dari rutinitas kehidupannya, dengan interpretasi lansekap sebagai artefak, dan tema perancangan adalah “Penetapan Ragam Gaya Arsitektural Cina”. Tujuan perancangan adalah meningkatkan kualitas kawasan melalui pemenuhan kebutuhan akan sarana rekreasi di perkotaan dengan berbagai fasilitas pendukungnya, dan tetap mempertahankanciri khas kawasan.Identifikasi potensi dan kendala tapak setelah tahap pengumpulan data. dilihat dari aspek fisik dan non-fisik tapak serta kondisi lingkungan sekitar tapak. Pernyataan permasalahan perancangan dengan mempertimbangankan aspek fungsi, bentuk, ekonomi dan waktu, yaitu bagaimana mengembangkan ruang luar untuk penunjang aktivitas yang berlangsung disepanjang hari sehingga dapat dijalankan dengan nyaman dengan pengembangan sistem sirkulasi dan penataan vegetasi yang dapat niendukung dan meningkatkan kualitas kawasan.Program pengembangan fungsi ruang luar disusun setelah diketahui potensi dan kendala tapak, dibedakan atas area penerima dengan fasilitas gerbang utama kendaraan dan halte; area rekreasi dengan fasilitas plaza penerima, kafe di ruang luar, pedestrian mall, river-side walk, kafe ‹li sisi jalan, pusat jajan, area duduk, area mobil toka dan parlor halaman; terakhir adalah area budaya dengan fasilitas plaza budaya, kafe di ruang luar dan kios-kios kerajinan tangan.Konsep dasar adalah penetapan bentuk lingkaran dan segiempat dengan transfomasinya, dan dengan mempertimbangkan aspek fungsi, bentuk, ekonomi dan waktu dikembangkan konsep ruang, yaitu ruang yang menerus dengan skala intim, konsep sirkulasi dengan pola menenis dengan fungsi sebagai penghubung antar bangunan dan fasilitas ruang luar serta wadah bagi aktivitas diruang luar, konsep hijau dengan fungsi untuk menciptakan utama iklim mikro, konsep bentuk didasari dari bentuk ragam hias arsitektural Cina, konsep utilitas dengan perencanaan yang terpadu dengan berbagai prasarana lingkungan, konsep warna untuk lebih menekankan ciri kawasan dan suasana ruang yang tidak monoton.Hasil rancangan terdiri atas zona penerima, rekreasi dan budaya dengan fasilitas-fasilitas didalamnya, dengan pengaturan letak dan gubahan suasana ruang yang dapat mendukung fungsinya, seperti gapura pada gerbang utama yang berciri khas Cina untuk menarik pengunjung memasuki tapak, plaza budaya yang multi fungsi dengan pola dasar ruang segi-delapan dengan kafe-kafe dipinggirnya, plaza penerima dengan kolam naga sebagai fokus utama dengan area duduk didekatnya berupa gazebo bergaya Cina. Penanaman vegetasi sebagian berfungsi sebagai peneduh dan menghasilkan massa warna. Perkerasan memiliki pola tranformasi geometris serta iagam bias khas Cina, dengan material seperti koral sikat, paving- block dan batu alam.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?