DETAIL KOLEKSI

Hubungan intensitas pemakaian komputer dengan nyeri otot leher pada pekerja komputer


Oleh : Dhimas Agung Prayoga

Info Katalog

Nomor Panggil : 617.53/PRA/h

Penerbit : FK - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2015

Pembimbing 1 : Magdalena Wartono

Subyek : Neck pain

Kata Kunci : Intensity, neck muscle pain, computer workers


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2015_TA_SKD_03011076_Halaman-judul.pdf 1028.96
2. 2015_TA_SKD_03011076_Pengesahan.pdf 732.91
3. 2015_TA_SKD_03011076_Bab-1_Pendahuluan.pdf 617.06
4. 2015_TA_SKD_03011076_Bab-2_Tinjauan-literatur.pdf 730.41
5. 2015_TA_SKD_03011076_Bab-3_Kerangka-konsep.pdf 657.92
6. 2015_TA_SKD_03011076_Bab-4_Metode.pdf 634.02
7. 2015_TA_SKD_03011076_Bab-5_Hasil.pdf 644.8
8. 2015_TA_SKD_03011076_Bab-6_Pembahasan.pdf 625.8
9. 2015_TA_SKD_03011076_Bab-7_Kesimpulan.pdf 606.37
10. 2015_TA_SKD_03011076_Daftar-pustaka.pdf 598.42
11. 2015_TA_SKD_03011076_Lampiran.pdf 1978.63

L LATAR BELAKANG Di Indonesia, khususnya kota-kota metropolitan seperti Jakarta, kebanyakan dari pekerja tersebut dituntut untuk bekerja secara efisien secara waktu. Beberapa dampak negatif dari pemakaian komputer antara lain terjadi keluhan pada leher, bahu, lengan atas dan bawah, siku, tangan, pergelangan tangan. Biasanya keluhan yang dirasakan berupa nyeri/sakit leher dan membuat pekerja melakukan bolos kerja. Menurut 8 studi yang di lakukan di Denmark, rentan prevalensi nyeri leher pada usia dewasa (18-80 tahun) dalam 6 bulan terakhir adalah 5,9% sampai 22,2%, dengan nilai rata-rata prevalensi 7,6%.Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan produktifitas pekerja komputer. Peneliti akan mengambil sampel penelitian di kantor Indomobil di Jakarta.METODE Jenis penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan desain cross-sectional.Penelitian ini bersifat retrospektif dengan memanfaatkan data kuesioner di Kantor Indomobil. Jumlah responden sebanyak 200 orang dimana analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-square dengan tingkat kemaknaan 95% dan akan dicari tingkat rasio oddsnya. HASIL Terdapat hubungan antara intensitas pemakaian komputer dengan nyeri otot leher (p = 0,000). Nyeri otot leher lebih berisiko 3,23 kali terjadi pada kelompok ≥ 8 jam dibandingkan pada kelompok < 8 jam. KESIMPULAN Dapat disimpulkan terdapat hubungan antara intensitas pemakaian komputer dengan nyeri otot leher.

B BACKGROUND In Indonesia, especially metropolitan cities like Jakarta, most of the workers are required to work efficiently in time. Some negative effects of the use of computer include complaints at neck, shoulder, arm and forearm, elbow, hand, wrist. Usually perceived complaints of pain / neck pain cause workers to skipping work. According to 8 studies done in Denmark, vulnerability prevelance of neck pain in adulthood (18-80 years) in the last 6 months was 5,9% to 22,2%, with an average value of prevalence 7,6%. (3) Meanwhile, according to research conducted in Finland, workers who do the job with computer ≤3,6 hours/week had a risk of suffering from mild neck pain and in workers >14 hours/week had a risk of moderate/heavy neck pain.This study aims to improve the productivity of computer workers. Researchers will take samples at Indomobil office in Jakarta. METHODS Type of the study is observational analytic with cross-sectional design. This study is a retrospective by utilizing questionnaire data at Indomobil Office. Total respondents as many as 200 people in which the data analyzed in univariate and bivariate using Chi-Square test with significant level 95% and will be sought odds ratio level. RESULT There is a relationship between computer usage intensity with neck muscle pain (p=0.000). Neck muscle pain has 3,23 more higher risk occured in group ≥ 8 hoursthan in group < 8 hours. CONCLUSION It is concluded that there is a relationship between computer usage intensity with neck muscle pain.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?