DETAIL KOLEKSI

Hubungan antara pola makan dan aktivitas fisik dengan konstipasi fungsional pada karyawan perusahaan

0.0


Oleh : Rezyta Falasiva

Info Katalog

Nomor Panggil : 616.342 8 Fal h

Penerbit : FK - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2015

Pembimbing 1 : Kurniasari

Subyek : Feeding behavior;Exercise;Constipation

Kata Kunci : fiber intake, fluid intake, physical activity, functional constipation


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2015_TA_SKD_03011249_Halaman-Judul.pdf 1552.55
2. 2015_TA_SKD_03011249_Pengesahan.pdf 999.49
3. 2015_TA_SKD_03011249_Bab-1_Pendahuluan.pdf 544.07
4. 2015_TA_SKD_03011249_Bab-2_Tinjauan-Literatur.pdf 673.07
5. 2015_TA_SKD_03011249_Bab-3_Kerangka-Konsep.pdf 583.69
6. 2015_TA_SKD_03011249_Bab-4_Metode.pdf 607.14
7. 2015_TA_SKD_03011249_Bab-5_Hasil.pdf 573.33
8. 2015_TA_SKD_03011249_Bab-6_Pembahasan.pdf 566.48
9. 2015_TA_SKD_03011249_Bab-7_Kesimpulan.pdf 527.58
10. 2015_TA_SKD_03011249_Daftar-Pustaka.pdf 539.68
11. 2015_TA_SKD_03011249_Lampiran.pdf 2331.66

L LATAR BELAKANG Konstipasi merupakan masalah kesehatan masyarakat umum yang menyebabkan ketidaknyamanan dan mempengaruhi kualitas hidup. Kejadian konstipasi berhubungan dengan asupan serat dan cairan yang kurang dan aktivitas fisik yang kurang aktif. Pada karyawan/karyawati terutama yang memilki jam kerja yang padat, pola makan dan aktifitas fisik tersebut cukup sering ditemukan. Penelitian ini dilakukan untuk meneliti hubungan antara pola makan dan aktivitas fisik dengan kejadian konstipasi fungsional pada karyawan perusahaan. METODE Penelitian menggunakan pendekatan secara cross-sectional yang mengikutsertakan 130 karyawan/karyawati perusahaan PALYJA. Pemilihan sampel dilakukan dengan simple random sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara kuesioner dengan menggunakan Food Frequency Questionnaire dan The International Physical Activity Questionnaire. HASIL Responden dengan asupan serat yang cukup (24,62%), asupan cairan cukup (56,92%), dan aktifitas fisik sedang dan tinggi (23,85%) lebih banyak yang tidak mengalami konstipasi dibandingkan dengan yang mengalami konstipasi fungsional. Responden dengan jenis kelamin laki-laki (22,31%), tingkat pendidikan ≤ SMA (20,77%), dan tingkat pendapatan yang sangat tinggi (18,46%) lebih banyak yang mengalami konstipasi fungsional. Penelitian ini menemukan adanya hubungan antara asupan serat (p=0,03), asupan cairan (p=0,05), dan aktifitas fisik (p=0,00) dengan kejadian konstipasi fungsional. Akan tetapi, hubungan antara jenis kelamin (p=0,18), pendidikan (p=0,55), pendapatan (p=0,44) dengan konstipasi fungsional tidak ditemukan. KESIMPULAN Pada penelitian ini menunjukan adanya hubungan antara pola makan (asupan serat dan cairan) dan aktifitas fisik dengan konstipasi fungsional pada karyawan perusahaan. Sedangkan hubungan antara sosiodemografi dengan konstipasi fungsional pada karyawan perusahaan tidak terlihat.

B BACKGROUND Constipation is a common public health problem that causes discomfort and affect quality of life. Incidence of constipation associated with fiber and fluid intake and less physical activity are less active. At the employee especially who have a solid working hours, diet and physical activity are fairly common. This study was conducted to examine the relationship between diet and physical activity with functional constipation on company employees. METHODS The study used a cross-sectional approach involving 130 employees of PALYJA’s company. Sample selection is done by simple random sampling. Data were collected through interviews using a questionnaire with the Food Frequency Questionnaire and the International Physical Activity Questionnaire. RESULTS Respondents with sufficient fiber intake (24.62%), sufficient fluid intake (56.92%), and moderate physical activity, and high (23.85%) more are not constipated than those experiencing functional constipation. Respondents with male gender (22.31%), education level ≤ SMA (20.77%), and income levels are very high (18.46%) more likely to have functional constipation. This study found an association between fiber intake (p = 0.03), fluid intake (p = 0.05), and physical activity (p = 0.00) with functional constipation. However, the relationship between the sexes (p = 0.18), education (p = 0.55), income (p = 0.44) with functional constipation was not found. CONCLUSION In this study shows an association between diet (fiber and fluid intake) and physical activity with functional constipation on company employees. While the relationship between sociodemographic with functional constipation on the company's employees are not visible.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?