DETAIL KOLEKSI

Perbaikan kualitas pada produk safety shoes dengan Metode Six Sigma di PT. Trijaya Abadi Kusuma


Oleh : Ilham Al Akbar

Info Katalog

Penerbit : FTI - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2019

Pembimbing 1 : Triwulandari

Subyek : Shoes - Quality control;Six sigma (Quality control standard)

Kata Kunci : six sigma, define, measure, analyze, improve, control, control chart p, ishikawa diagram, failure mo


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2019_TA_STI_063001400181_Halaman-Judul.pdf 1227.41
2. 2019_TA_STI_063001400181_Lembar-Pengesahan.pdf 526.04
3. 2019_TA_STI_063001400181_Bab-1_Pendahuluan.pdf 627.91
4. 2019_TA_STI_063001400181_Bab-2_Tinjauan-Pustaka.pdf 766.56
5. 2019_TA_STI_063001400181_Bab-3_Metodologi-Penelitian.pdf 689.25
6. 2019_TA_STI_063001400181_Bab-4_Analisis-dan-Pembahasan.pdf 1730.28
7. 2019_TA_STI_063001400181_Bab-5_Kesimpulan.pdf 285.27
8. 2019_TA_STI_063001400181_Daftar-Pustaka.pdf 400.48
9. 2019_TA_STI_063001400181_Lampiran.pdf 644.68

P PT. Tri Jaya Abadi Kusuma adalah perusahaan yang bergerak di bidang industri manufaktur dalam pembuatan produk safety shoes. Produk safety shoes yang dihasilkan yaitu tipe KWD-912, KWD807 dan KWD-701. Permasalahan pada PT. Trijaya Abadi Kusuma mengenai permasalahan kualitas yaitu presentase kecacatan pada produk safety shoes tipe KWD 912 melebihi batas yang ditentukan perusahaan (sebesar 7%) yaitu periode bulan Maret - Juni 2018 sebesar 7.25%. Tujuan dari penelitian ini adalah melakukan analisa perbaikan untuk mengurangi jumlah cacat pada produk safety shoes tipe KWD 912 menggunakan metode Six Sigma dengan pendekatan Define, Measure, Analyze, Improve, dan Control (DMAIC) yaitu dengan melakukan mengidentifikasi jenis cacat dan cacat dominan, mengidentifikasi penyebab cacat, mengidentifikasi menggunakan Failure Mode Effect Analysis (FMEA), melakukan perbaikan, dan meganalisa perbandingan perhitungan Defect per Million Opportunities (DPMO) dan nilai sigma. Penelitian dilakukan menggunkan metode DMAIC yaitu pertama tahap define dengan menentukan fokus penelitian dan identifikasi jenis cacat menggunakan Critical to Quality (CTQ). Tahap kedua measure dengan mengidentifikasi menggunakan peta kendali P dan peta kendali C serta perhitungan awal nilai Defect per Million Opportunities (DPMO) dan nilai sigma. Tahap ketiga analyze dengan mengidentifikasi menggunakan diagram pareto, diagram ishikawa dan Failure Mode Effect Analysis (FMEA). Tahap keempat yaitu improve melakukan perbaikan dengan membuat to do checklist dan analisa peta Ì…x dan r menggunakan mesin chiller. Tahap ke lima yaitu tahap control dengan melakukan identifikasi menggunakan peta kendali P dan peta kendali C, melakukan perbandingan Defect per Million Opportunities (DPMO) dan nilai sigma sebelum dan setelah melakukan improve. Hasil yang dipereroleh menggunakan metode six sigma dengan pendekaan DMAIC ini adalah perubahan nilai sigma yaitu sebelum dilakukannya improve sebesar 3.95 dan setelah dilakukan improve sebesar 4.27.

P PT. Tri Jaya Abadi Kusuma is a company engaged in the manufacturing industry in the manufacture of safety shoes. Product safety shoes are produced that type of KWD-912, KWD807 and KWD-701. Problems on the PT. Tri Jaya Abadi Ksusuma regarding quality issues, namely the percentage of defects in the product-type safety shoes KWD912 company exceeds the specified limits (by 7%), ie the period March - June 2018 at 7:25%. The purpose of this study was to analyze improvements to reduce the number of defects in the product safety shoes type of KWD 912 using Six Sigmadengan approach of Define, Measure, Analyze, Improve and Control (DMAIC) that is by identifying the types of defects and defect dominant, identify the causes of defects , identified using Failure Mode Effect Analysis (FMEA), make improvements, and the ratio calculation meganalisa Defect per Million Opportunities (DPMO) and the sigma value. The study was conducted using the Define, Measure, Analyze, Improve and Control (DMAIC) that the first phase of define by determining the focus of research and the identification of defects using the Critical to Quality (CTQ), the second stage measure to identify using the map control P and the calculation of the initial value of Defect per Million Opportunities (DPMO) and the sigma value, the third stage analyze by identifying using pareto diagrams, charts ishikawa and Failure Mode Effect Analysis (FMEA), then the fourth stage which improve with improvements that do make a to do checklist and map analysis using X and R chiller machine and stage five is to do a comparison Defect per Million Opportunities (DPMO) and sigma value before and after imrove. Results dipereroleh using six sigma method with wide approach Define, Measure, Analyze, Improve and Control (DMAIC) this is a change in the value of sigma before doing improv amounted to 3.95 and after do improv at 4:27.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?