DETAIL KOLEKSI

Lipopolisakarida menghambat diferensiasi sel punca pulpa menjadi nodul tulang melalui aktivasi nuclear factor-κb (laporan penelitian)


Oleh : Alvira Aniqa Nadia

Info Katalog

Nomor Panggil : 612.015 NAD l

Penerbit : FKG - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2019

Pembimbing 1 : drg. Ferry Sandra, Ph.D.

Subyek : Lipopolysaccharides

Kata Kunci : lipopolysaccharide, dental pulp stem cells, nuclear factorκ B, bone nodule formation.


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2019_TA_KG_040001500012_Halaman-Judul.pdf 1149.71
2. 2019_TA_KG_040001500012_Bab-1.pdf 675.74
3. 2019_TA_KG_040001500012_Bab-2.pdf 4104.98
4. 2019_TA_KG_040001500012_Bab-3.pdf 672.38
5. 2019_TA_KG_040001500012_Bab-4.pdf 745.65
6. 2019_TA_KG_040001500012_Bab-5.pdf 21694.72
7. 2019_TA_KG_040001500012_Bab-6.pdf 682.2
8. 2019_TA_KG_040001500012_Bab-7.pdf 636.59
9. 2019_TA_KG_040001500012_Daftar-Pustaka.pdf 678.26
10. 2019_TA_KG_040001500012_Lampiran.pdf 17343.34

P Porphyromonas gingivalis (P. Gingivalis) adalah bakteri Gram-negatif yang memiliki lipopolisakarida (LPS) sebagai faktor virulensi. LPS menginduksi sitokin proinflamasi, seperti Tumor Necrosis Factor-α (TNF-α) dan Interleukin-8 (IL-8), yang dapat menginduksi kerusakan jaringan periodontal dan destruksi tulang alveolar. LPS dapat mengaktifkan jalur pensinyalan Nuclear Factor-kappa B (NF-κB). Jalur pensinyalan NFκB yang teraktivasi dapat memengaruhi kemampuan diferensiasi sel punca mesenkimal (SPM). Sel punca pulpa (SPP) adalah jenis SPM dan telah terbukti dapat berdiferensiasi menjadi osteoblas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menyelidiki efek LPS pada potensi SPP dalam membentuk nodul tulang dan kemungkinan mekanismenya. Pada penelitian digunakan SPP yang diambil dari ligamen periodontal gigi molar 3 pasca ekstraksi. SPP yang dikultur akan diberikan perlakukan dengan atau tanpa induktor osteogenik dan dengan atau tanpa LPS selama 2 jam untuk mendeteksi aktivitas NF-κB dan 2 minggu untuk mendeteksi pembentukkan nodul tulang. Uji Enzyme-linked immunosorbent assay digunakan untuk mengukur aktivitas NF-κB. Sedangkan, pemeriksaan pembentukan nodul tulang menggunakan pewarnaan alizarin red. Hasil pengukuran aktivitas NF-κB analisis secara statistik dan hasil dari pewarnaan alizarin red didokumentasi dibawah inverted light microscope. Aktivitas NF-κB dari kelompok yang dikultur dengan induktor osteogenik dan LPS secara signifikan lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok tanpa LPS (uji T, p = 0,00). Pembentukan nodul tulang diamati pada kelompok yang dikultur dengan induktor osteogenik, namun nodul tulang tidak terbentuk pada kelompok yang dikultur dengan induktor osteogenik dan LPS. LPS dapat mempengaruhi diferensiasi SPP membentuk nodul tulang melalui aktivasi NF-κB.

P Porphyromonas gingivalis (P. gingivalis) is a Gram-negative bacterium that has lipopolysaccharide (LPS) as a virulence factor. LPS induces pro-inflammatory cytokines, such as Tumor Necrosis Factor-α (TNF-α) and Interleukin-8 (IL-8), which can induce periodontal tissue and alveolar bone destruction. LPS activates the immunologic transcription of Nuclear Factor-kappa B (NF-κB). The activation of NF-κB can affect the ability of mesenchymal stem cells (MSCs) differentiation. Dental pulp stem cells (DPSCs), a type of MSCs, have been shown to differentiate into osteoblast. The aim of this study was to investigate the effect of LPS on the potential of DPSCs in forming bone nodule and its possible mechanism. DPSCs derived from extracted third molar were used in this study. DPSCs were cultured and treated with/without osteogenic inductors and/or LPS for 2 hours to detect NF-κB activity, or for 3 weeks to detect bone nodule formation. NF-κB activity detection was performed with Flourometric Cell-base Enzyme-linked Immunosorbent Assay, meanwhile bone nodule formation was assayed by staining with Alizarin Red. Resulted NF-κB activities were statistically analyzed. Meanwhile, bone nodule formations were documented under inverted light microscope. NF-κB activity of the group treated with osteogenic inductors and LPS was significantly higher than the group treated without LPS (T test, p= 0.00). Bone nodule formation was observed in the group treated with osteogenic inductors, however the bone nodule was not formed in the group treated with osteogenic inductors and LPS. LPS inhibits the bone nodule formation of DPSCs by inducing NF-κB activity.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?