DETAIL KOLEKSI

Gambaran jumlah total bakteri dan jumlah streptococcus mutans pada saliva pasien anak : kajian pada pasien anak usia 5-10 tahun di Klinik Pedodontia RSGM FKG Universitas Trisakti (laporan penelitian)


Oleh : Natasya Putri Hardini Yanis

Info Katalog

Nomor Panggil : 617.645 YAN g

Penerbit : FKG - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2019

Pembimbing 1 : drg. Tri Putriany Agustin, Sp.KGA.

Subyek : Pedodontics;Streptococcus mutans

Kata Kunci : children, streptococcus mutans, real-time PCR


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2019_TA_KG_040001500185_Halaman-Judul.pdf 1607.4
2. 2019_TA_KG_040001500185_Bab-1.pdf 649.65
3. 2019_TA_KG_040001500185_Bab-2.pdf 842
4. 2019_TA_KG_040001500185_Bab-3.pdf 639
5. 2019_TA_KG_040001500185_Bab-4.pdf 780.83
6. 2019_TA_KG_040001500185_Bab-5.pdf 722.31
7. 2019_TA_KG_040001500185_Bab-6.pdf 651.46
8. 2019_TA_KG_040001500185_Bab-7.pdf 636.3
9. 2019_TA_KG_040001500185_Daftar-Pustaka.pdf 655.85
10. 2019_TA_KG_040001500185_Lampiran.pdf 1534.54

L Latar Belakang : Prevalensi karies gigi pada anak-anak berusia 10 tahun di Indonesia adalah 80 %. Karies gigi merupakan penyakit jaringan keras gigi yang disebabkan oleh adanya interaksi satu sama lain, yaitu interaksi antara gigi dan saliva (host), mikroorganisme, substrat serta waktu. Mikroorganisme memegang peranan pada proses awal terjadinya karies. Streptococcus mutans merupakan produsen asam kuat sehingga meningkatkan risiko karies. Polymerase Chain Reaction (PCR) merupakan suatu teknik dalam biologi molekuler untuk ampifikasi atau replikasi dari satu DNA, menghasilkan dua salinan, lalu empat, hingga menghasilkan jutaan salinan DNA, PCR memiliki beberapa kelebihan, yaitu memiliki spesifisitas tinggi, sangat cepat serta dapat membedakan berbagai mikroorganisme. Menurut penelitian sebelumnya terdapat hubungan yang sangat bermakna antara jumlah Streptococcus mutans dalam saliva dengan prevalensi karies . Tujuan : Untuk mengetahui gambaran jumlah total bakteri dan jumlah Streptococcus mutans pada saliva pasien anak usia 5-10 tahun di Klinik Pedodonsia FKG Usakti. Penelitian : Pasien anak sejumlah 28 orang diambil sampel salivanya sebanyak 2-3 ml dan dibiakkan menggunakan media TYS dan dilakukan perhitungan jumlah Streptococcus mutans menggunakan Real – time PCR. Hasil Penelitian : Rata-rata jumlah Streptococcus mutans pada saliva pasien anak adalah yaitu 8,032501192 log CFU/ml. Kesimpulan : Jumlah Streptococcus mutans pada saliva pasien anak tergolong dalam kategori tinggi.

B Backgrounds: The prevalence of dental caries in 10-year-old children in Indonesia is 80%. Dental caries is a hard tissue disease caused by the interaction between teeth and saliva (host), microorganisms, substrate and time. Microorganisms play a role in the initial process of caries. Streptococcus mutans are strong acid producers which increase the risk of caries. Polymerase Chain Reaction (PCR) is a technique in molecular biology for the amplification or replication of one DNA, produces two copies, then four, to produce millions of copies of DNA, PCR has several advantages, such as having high specificity, very fast and can distinguish various microorganisms. According to previous research there is a very significant relationship between the number of Streptococcus mutans in saliva with caries prevalence Aim: To inform Representasion of the number of Streptococcus mutans in saliva of pediatric patients aged 510 years at the Usakti FKG Pedodontia Clinic in Children among 5-10 years old. Methods: A sample of 28 pediatric patients took 2-3 ml salivary samples and bred using TYS media and calculated the number of Streptococcus mutans using Real-time PCR. Result: Out of 28 children has an average amount of Streptococcus mutans in pediatric patients saliva is 8.032501192 log CFU / ml. Conclusion : There is a significant smount of Streptococcus mutans on pediatric patients saliva.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?